Portalnusa.id – Perkembangan politik di Kota Cirebon mendekati tahapan pendaftaran pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota semakin menarik. Sejumlah parpol sudah membangun koalisi.
Diprediksi, pada Pilkada Kota Cirebon, akan ada tiga poros, ketiganya diantaranya Koalisi Maju Bersama untuk Kota Cirebon yang didalamnya ada Nasdem dan Gerindra.
Menyusul, koalisi Kebangkitan Cirebon Maju (KCM) yang didalamnya tiga partai politik, yakni PKB, Golkar dan PAN. Poros yang ketiga, yakni Koalisi Cirebon Guyub yang di dalamnya ada PDIP, Demokrat, PKS dan PPP.
Masing-masing dari ketiga poros ini sudah mempersiapkan beberapa nama yang akan dijodohkan namun Kendati demikian suhu politik di Kota Cirebon masih sangat dinamis.
Menyikapi hal tersebut tokoh kebijakan publik dan pemerhati politik Kota Cirebon Didi Sunardi menyampaikan, pesta demokrasi 5 tahunan di Kota Cirebon ini memang sangat menarik.
Sejumlah nama yang dianggap mampu untuk menjadi Pasangan calon walikota dan calon wakil walikota menjelang Pilkada nanti masing-masing tentunya memiliki rekam jejak yang dapat dinilai oleh masyarakat.
“Situasi politik saat ini sangat dinamis. Sulit untuk menentukan siapa yang akan menjadi wali kota berikutnya, karena setiap calon dianggap sebagai yang terbaik oleh partai mereka masing-masing,”kata Didi saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Senin (5/8/2024).
Kendati demikian Didi menilai Kota Cirebon ini memerlukan pasangan pemimpin yang memahami betul tentang situasi dan daerah terutama Kota Cirebon merupakan daerah perdagangan dan jasa.
” Ya tepatnya sih seperti itu harus memahami peta geografi Kota Cirebon ya apalagi Kota Cirebon ini daerah perdagangan dan jasa,”katanya.
Saat Disinggung siapa kira-kira tokoh yang sangat pantas untuk menjadi pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Didi menyebutkan pasangan tersebut yakni Bamunas Setiawan Budiman (Oki) dan Sri Budi Harjo (SBH).
Berdasarkan rekam jejak, keduanya cukup berpengalaman baik sebagai penguasaha maupun politik. Oki sendiri berasal dari kader PDI Perjuangan sementara SBH dari Partai Demokrat.
“Pasangan pengusaha dan politisi, cocok untuk memimpin Kota Cirebon ke depan,”katanya.
Didi kembali menekankan bahwa Kota Cirebon sebagai daerah perdagangan dan jasa Ini membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki jiwa kewirausahaan.
Oki, seorang wiraswasta dan pengusaha, memiliki peluang tinggi untuk membawa Cirebon yang memiliki luas 37 km persegi ke arah lebih maju. Selain wisata religi, perkembangan kota perdagangan dan jasa di Cirebon sangat signifikan.
“Dengan populasi sekitar 300 ribu, pada siang hari jumlahnya bisa mencapai lebih dari satu juta, menunjukkan dampak ekonomi yang besar bagi kota ini sebagai ujung tombak wilayah Ciayumajakuning,” ujarnya
Sementara lanjut Didi, SBH, dengan pengalaman hampir 15 tahun sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan latar belakang pengusaha di bidang migas dan peternakan, dianggap menjadi pasangan ideal bagi Oki.
“Keduanya saling melengkapi dari sisi birokrasi, pengusaha, dan politisi. Mereka mampu membawa perubahan yang dibutuhkan Kota Cirebon dalam menghadapi tantangan lima tahun ke depan,” pungkasnya
Pasangan Oki dan SBH diharapkan dapat merebut simpati masyarakat dan menjadi pilihan tepat untuk memimpin Kota Cirebon periode 2024-2029.


































Discussion about this post