Portalnusa.id – Pemkot Cirebon Perkuat Program “Genting” Melalui Kolaborasi Orang Tua Asuh Stunting. Pemerintah Kota Cirebon terus melakukan langkah konkret dalam menekan angka stunting melalui program Genting (Gerakan Penurunan Stunting).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memberikan intervensi gizi bagi warga yang berisiko. Program Genting ini menjadi wadah partisipasi bagi masyarakat maupun instansi yang ingin menjadi orang tua asuh bagi balita stunting, ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK), serta keluarga berisiko stunting lainnya. Untuk menjaga akuntabilitas, pengelolaan dana dari para donatur dilakukan melalui kerja sama dengan Rumah Zakat. Dana dikelola oleh Rumah Zakat untuk dibelanjakan kebutuhan gizi. Proses di lapangan melibatkan Puskesmas dan ibu-ibu kader untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Seluruh anggaran dilaporkan secara transparan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.Dalam aksi terbaru, Rumah Kreatif Lightone turut bergabung dalam program ini dengan memberikan dukungan intervensi kepada .20 balita stunting. Bantuan yang diberikan selama kurun waktu satu bulan meliputi, Satu butir telur setiap hari selama sebulan, Tambahan berupa minyak goreng 1 liter bagi keluarga sasaran.Komitmen intervensi direncanakan berjalan selama tiga bulan guna melihat perkembangan signifikan pada kesehatan anak. Suwarso Budi Winarno juga mengungkapkan adanya potensi kekuatan baru dalam penanganan stunting melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) “Ada potensi 10 persen dari MBG yang dialokasikan untuk kelompok 3B (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui). Kami tengah berkoordinasi dengan pihak terkait agar anggaran tersebut diprioritaskan bagi keluarga rawan stunting. Jika ini berjalan, ini akan menjadi kekuatan luar biasa bagi Kota Cirebon,” ujar Budi. Saat ini, capaian target dari BKKBN untuk Kota Cirebon dilaporkan telah melampaui angka 100 persen. Pemerintah Kota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan generasi Kota Cirebon yang lebih sehat dan bebas stunting. Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida, memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang telah menunjukkan kepedulian sosialnya. Salah satunya adalah Rumah Kreatif Lightone, sebuah perusahaan otomotif yang turut serta dalam memberikan stimulan bagi masyarakat. ”Hari ini kami berkolaborasi dengan pihak swasta, salah satunya dari dunia bisnis yaitu Rumah Kreatif Lightone. Mereka hadir memberikan stimulan berupa program One Day One Egg dan bantuan minyak goreng sebanyak satu liter,” ujar Siti Farida di sela-sela kegiatan. Siti Farida juga mengungkapkan perkembangan positif terkait penanganan stunting di Kota Cirebon. Berdasarkan data terbaru dari Rapat Koordinasi (Rakor) di Jawa Barat, angka stunting di Kota Cirebon mengalami penurunan yang cukup drastis. Angka Sebelumnya: Sekitar 30% Angka Saat Ini: 14,9%, Target Pemerintah: 14%.“Ini adalah prestasi yang luar biasa dan kami memberikan apresiasi khusus untuk DP3AKB. Meski sudah turun ke 14,9%, kita akan terus berupaya mencapai target 14% melalui berbagai gerakan sosial seperti ini,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelaku usaha, akademisi, hingga warga umum, untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu stunting. ”Saya mengajak seluruh warga Kota Cirebon untuk hadir dan berkolaborasi dalam gerakan sosial ini. Dengan kepedulian bersama, insya Allah target pemerintah dalam penurunan stunting akan tercapai,” tutupnya. Sebanyak 20 penerima manfaat hadir dalam kegiatan tersebut untuk menerima bantuan asupan gizi secara langsung.






























Discussion about this post