• Latest
SEJARAH NAMA INDONESIA

SEJARAH NAMA INDONESIA

8 August 2024
Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

8 May 2026
Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

8 May 2026
ADVERTISEMENT
Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

6 May 2026

Edo–Farida Tak Harmonis. PKB Ingatkan Pentingnya Etika Politik

6 May 2026

Giliran HSG dan Kuasa Hukumnya Dimintai Keterangan Oleh BK

6 May 2026
Tinjau KDMP di Ciledug, Dandim Cirebon, Genjot Ekonomi dan Standarisasi Harga

Tinjau KDMP di Ciledug, Dandim Cirebon, Genjot Ekonomi dan Standarisasi Harga

5 May 2026
Paguyuban Pelangi Cirebon Berharap Rotasi ASN Jadi Langkah Awal Perbaikan Pelayanan Publik

Paguyuban Pelangi Cirebon Berharap Rotasi ASN Jadi Langkah Awal Perbaikan Pelayanan Publik

5 May 2026

PKB Kota Cirebon Angkat Bicara Soal Polemik Rotasi Jabatan

5 May 2026
BK DPRD Kota Cirebon Periksa Pelapor Kasus Dugaan Asusila, Abdul Wahid: Kami Bekerja Sesuai Prosedur

BK DPRD Kota Cirebon Periksa Pelapor Kasus Dugaan Asusila, Abdul Wahid: Kami Bekerja Sesuai Prosedur

5 May 2026
Melalui Lima Program Unggulan, Baznas Kota Cirebon Salurkan Bantuan Untuk Warga

Melalui Lima Program Unggulan, Baznas Kota Cirebon Salurkan Bantuan Untuk Warga

5 May 2026
Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

5 May 2026

Usai Jalani Ukom, Iing Daiman Resmi Dilantik Jadi Sekda

4 May 2026
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
Wednesday, May 13 2026
  • Login
  • Register
portalnusa.id
Advertisement
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Belum Juga Setahun, Pengaduan Masyarakat ke OJK Cirebon Sudah 900 Aduan

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Pemkot Cirebon Perkuat Program “Genting” Melalui Kolaborasi Orang Tua Asuh Stunting

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Belum Juga Setahun, Pengaduan Masyarakat ke OJK Cirebon Sudah 900 Aduan

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Pemkot Cirebon Perkuat Program “Genting” Melalui Kolaborasi Orang Tua Asuh Stunting

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
portalnusa.id
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
Home Nasional

SEJARAH NAMA INDONESIA

Redaksi PortalNusa by Redaksi PortalNusa
8 August 2024
in Nasional, Opini, Sosial Budaya
0
Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Twitter

Oleh: Riyatno, S.Sos 

Catatan masa lalu menyebut Kepulauan Indocina dan Australia dengan aneka ragam. Kronik-kronik Tionghoa kawasan ini sebagai Nan-Hai (Kepulauan Laut Selatan). 

Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah seberang), nama yang diturunkan dari kata Dwipa (pulau) antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (pulau emas) diperkirakan pulau sumatera sekarang yang terletak di kepulauan Dwipantara. 

Bangsa arab menyebut wilayah kepulauan itu sebagai jaza’ir al-jawi (kepulauan jawi). Nama latin untuk kemenyan, Benzoe berasal dari batang pohon Styrax Sumatrana yang dulu tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jema’ah haji Indonesia masih sering di panggil “Orang Jawa” oleh orang Arab, termasuk untuk orang dari luar Jawa sekalipun. Dalam Bahasa arab juga dikenal nama-nama Samathrah (Sumatera), Sholibis (Sulawesi) dan Sundah (Sunda) yang disebut Kulluh Jawi (semua jawa).

Bangsa-bangsa eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari orang Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah Hindia. Jazirah Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. 

Unit politik yang berada dibawah jajajahan Belanda yang bernama Samara Multatuli, pernah memakai nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu “Insulinde” yang artinya kepulauan Hindia (dalam Bahasa latin Insula berarti Pulau). Nama Insulinde ini selanjutnya kurang popular, walau pernah menjadi nama surat kabar dan Organisasi Pergerakan di awal abad ke-20.

Tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan Journal of The Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA, BI : Jurnal Kepulauan Hindia dan Asia Timur) yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869) berasal dari Skotlandia. Kemudian pada tahun 1849 ahli Etnologi Inggris, George Samuel Windsor Earl (1838-1865) menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA, dalam JIAEA volume IV Tahun 1850 halaman 66-74, Earl menulis artikel On The Leading Characteristics of The Papuan, Australia and Malay-Polynesian Nations (Pada karakteristik terkemuka dari bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia). Dalam artikel itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk kepualuan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama yaitu Indunesia atau Malayunesia (Nesos dalam Bahasa Yunani berarti Pulau). 

Earl sendiri mengatakan memilih Malayunesia (Kepulauan Melayu) dari pada Indunesia (Kepuluan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk Ras Melayu. Sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylan (sebutan Srilanka saat itu) dan Maldives (sebutan asing untuk kepulauan Maladewa). Earl berpendapat juga bahwabahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunaka istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV halaman 252-347, James Richardson Logan menulisartikel The Ethnology of The Archipelago. Pada awal tulisannya Logan pun mengatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah India Archipelago terlalu panjang dan membingungkan. Logan kemudian mengambil nama Indunesia yang dibuat Earl, dan huruf U diganti dengan huruf O agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. Dan itu membuktikan bahwa sebagian kalangan Eropa tetap meyakini bahwa penduduk di Kepulauan ini adalah Indian, sebuah julukan yang dipertahankan karena sudah terlanjur akrab di Eropa.

Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiah dan lambat tahun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang Etnologi dan Geografi. 

Tahun 1884 Guru Besar Etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian. Menerbitkan buku “Indonesia Oder Die Inseln Des Malayischen Archipel” (Indonesia atau pulau-pulau di kepulauan Melayu) sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitian ketika mengembara di kepulauan pada tahun 1864-1880. Buku Bastian inilah yang mempopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu diciptakan Bastian. 

Pribumi mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat atau biasa disebut Ki Hajar Dewantara. Ketika dibuang ke Negeri Belanda 1933 ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama “Indonesische Persbureau”. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis Van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, Inlander (Pribumi) diganti dengan Indonesier (Orang Indonesia).

Pada tahun 1920an, nama Indonesia yang merupakan istilah ilmiah dalam Etnologi dan Geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia, sehingga nama Indonesia akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Sebagai akibatnya, pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, Organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpunan Indonesia. Majalah mereka, “Hindia Putra” berganti nama menjadi “Indonesia Merdeka. 

Di Indonesia Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studies Club pada tahun 1924. Tahun itu juga perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). National Indonesische Padvinderij (Natipij) itulah tiga nama organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama Indonesia. Akhirnya nama Indonesia dinobatkan sebagai nama tanah air, banga, dan Bahasa pada Kerapatan Pemoeda Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini di kenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat: parlemen hindia belanda) yaitu Muhamad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutarjo Kartohadikusumo mengajukan mosi kepada pemerintah Belanda agar nama Indonesia diresmikan sebagai pengganti nama Nederlandsch-Indie, permohonan ini di tolak. Dengan pendudukan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama Hindia-Belanda. Pada tanggal 17 Agustus 1945 menyusul deklarasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Nama Indonesia di mata Hindia Belanda, Pemerintah Hndia-Belanda sendiri tidak melarang penamaan wilayah yang dikuasai nya dengan sebutan Indonesia. Karena nama Indonesia sendiri mengandung makna. Indisch Domain Netherland South East Asia, artinya kekuasaan Negeri Belanda yang berada di Asia Tenggara,

Belanda sendiri melarang menamakan dengan sebutan Nusantara, karena wilayah Nusantara itu pada masa kerajaan Majapahit di wilayah yang dikuasai dari Maladewa, Bangladesh, Srilanka, Kamboja, Singapura, Malaysia, Brunie Darusallam, Filipina.

 *Penulis Buku Gerakan Pemuda Pembuka Pintu Gerbang Kemerdekaan

Tags: Gerakan Pemuda Pembuka Pintu Gerbang KemerdekaanIndonesiaRiyatno
Previous Post

Kredit BRIguna Fiktif pada Bekang Kostrad Cibinong Rugikan BRI Rp. 55M

Next Post

JAM-Pidum Terima Kunjungan Kehormatan Jajaran MOLEG Korea Selatan di Kejaksaan Agung

Redaksi PortalNusa

Redaksi PortalNusa

Jendela Informasi Nusantara

Related Posts

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

by Redaksi PortalNusa
8 May 2026
0
2

Portalnusa.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron, memberikan jaminan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di dalam...

Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

by Redaksi PortalNusa
3 May 2026
0
5

Portalnusa.id – Pemerintah Kota Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Grage City Mall, Minggu...

Menyoal Dampak Disrupsi Global Terhadap Indonesia

Menyoal Dampak Disrupsi Global Terhadap Indonesia

by M Ankawijaya
26 April 2026
0
7

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Perkumpulan Inisiatif mengadakan acara diskusi nasional dengan tajuk, “Dampak Disrupsi Global Terhadap Kebijakan...

Next Post
JAM-Pidum Terima Kunjungan Kehormatan Jajaran MOLEG Korea Selatan di Kejaksaan Agung

JAM-Pidum Terima Kunjungan Kehormatan Jajaran MOLEG Korea Selatan di Kejaksaan Agung

Renungan Suci di TMP Suryakencana: Momen untuk Mengenang Jasa Para Pahlawan Sukabumi

Renungan Suci di TMP Suryakencana: Momen untuk Mengenang Jasa Para Pahlawan Sukabumi

Kepala Cabang PT EWF Cirebon Ernest Firman pimpin doa dalam rangka HUT RI ke 79

Momen HUT RI ke 79, EWF Cirebon Kenang Jasa Para Pahlawan

Sambut HUT RI ke-79, KAI Daop 3 Cirebon Gelorakan Selamat Diperlintasan

Sambut HUT RI ke-79, KAI Daop 3 Cirebon Gelorakan Selamat Diperlintasan

Discussion about this post

Advertorial

https://youtu.be/jk4SPl9IYFs

Trending

  • Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

    Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selama 2024 Kunjungan Wisatawan ke Kota Cirebon 4,5 Juta Pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT. Chinli Gelar Donasi Sembako di Desa Damarguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usai Libur Akhir Tahun Gaji ASN Kota Cirebon Telat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

8 May 2026
2
Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

8 May 2026
1
Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

6 May 2026
8

Edo–Farida Tak Harmonis. PKB Ingatkan Pentingnya Etika Politik

6 May 2026
1

RSS PortalNusa Youtube

  • Warga pengguna jalan, mengeluhkan rusaknya jalan di Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, Jabar. 5 July 2025
  • Warga Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, meminta jalan diperbaiki agar mendongak perekonomian. 6 May 2025
  • Komplain Oppo F11 23 April 2025
  • Penampakan angin puting beliung di Desa Bugis Kab. Indramayu, Minggu 16/03/25 sore. 17 March 2025
  • Puluhan Rumah di Desa Bugis, Kab. Indramayu hancur diterjang angin puting beliung, sore 16/03/25 17 March 2025
  • Viral lagu "Bayar Bayar Bayar", Band Punk Sukatani cabut lagu dan minta maaf pada Polri. 21 February 2025
  • Bahlil Buat Gaduh Penjualan Gas Subsidi, Seekor Ular Okupasi Gudang Agen Gas LPG di Kab. Mamuju 4 February 2025
  • Dosen ASN Gaduh karena Disebut Bukan Pegawai 4 February 2025
  • Kondisi Warga Kp. Sidang Hayu, Desa Curugluhur, Kec. Sagaranten, Sukabumi pasca banjir bandang 4/12 9 December 2024
  • Aspirasi Masyarakat terdampak banjir Sukabumi 04/12, 9 December 2024
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?