Portalnusa.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron, memberikan jaminan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di dalam negeri akan tetap terjaga dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026.
Meskipun situasi geopolitik global, khususnya ketegangan di Timur Tengah, memberikan tekanan pada sektor energi, pemerintah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi.
Herman menjelaskan bahwa situasi pasokan saat ini memang menghadapi kendala akibat dinamika di kawasan Teluk. Sekitar 20% suplai energi global melintasi Selat Hormuz, dan penutupan jalur tersebut berdampak langsung pada proses distribusi internasional.
“Ketika terjadi penutupan Selat Hormuz, kita tidak serta-merta bisa mendapatkan pengganti karena ada proses-proses yang harus dilalui, meskipun sudah ada komitmen dari Amerika maupun Rusia,” ujar Herman saat berkunjung ke Kota Cirebon, Jumat (8/5/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari.
Dalam keterangannya, Herman menekankan dua poin utama terkait harga BBM, BBM Subsidi, dipastikan tidak ada kenaikan harga hingga akhir tahun untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Mengikuti atau harga pasar internasional. Jenis BBM seperti Pertamina Dex, Turbo, dan BBM industri telah mengalami penyesuaian harga mengikuti tren global dan nilai tukar Rupiah,”jelasnya.
Menanggapi keluhan terkait kelangkaan solar yang membuat banyak nelayan di jalur Pantura tidak bisa melaut, Herman berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
“Saya baru tahu jika para nelayan sekarang kesulitan melaut akibat pembatasan kuota solar bersubsidi. Kami akan segera tanyakan dan pastikan kondisinya,” tegasnya.
Ia berkaca pada kasus serupa di Kalimantan, di mana intervensi cepat melalui komunikasi dengan Direktur Utama Patra Niaga berhasil menyelesaikan masalah antrean panjang solar industri.
Menutup pernyatannya, Herman meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi panic buying. Ia juga memperingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi sulit ini untuk melakukan penimbunan BBM.
“Yakinlah, pemerintah sedang berupaya. Yang penting tidak terjadi penimbunan. Seringkali di setiap kesulitan, ada saja orang yang bermain, dan inilah yang harus kita kurangi dampaknya agar tidak memperparah situasi,” pungkasnya.































Discussion about this post