Oleh : Dwiyoso Nugroho*
Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Dalam kaitan penguatan nilai-nilai profil pelajar Pancasila, apa yang dilakukan SMAN 1 Cijeruk melalui kegiatan ULTRAS merupakan sebuah langkah terobosan dalam menumbuh kembangkan nilai nilai profil pelajar Pancasila tersebut di sekolah.
Pada dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia yang memiliki lima elemen kunci yakni : (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara. Pada kegiatan Ultras kita dapat melihat potensi menguatnya elemen akhlak bernegara sebu elemen Melaksanakan Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia yang memiliki target capaian menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban kewarganegaraan dan terbiasa mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi sebagai wujud dari keimanannya kepada Tuhan YME.
Peluang menguatnya dimensi ini dapat dilihat dari fakta bahwa tidak semua siswa menyukai kegiatan tersebut. Ada sebagian kecil siswa yang hanya ikut-ikutan saja namun mereka dengan sukarela mendahulukan kepentingan sebagian besar teman-temannya yang lain. Sebagian kecil siswa itu mengatakan bahwa mereka kurang suka dengan suara-suara keras, akan tetapi mereka tetap mengikuti kegiatan tersebut. Keberadaan sebagian kecil siswa tersebut perlu diapresiasi dan terus dikuatkan karakternya bahwa mereka telah memiliki kesadaran untuk mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan diarahkan bahwa kesadaran tersebut harus lah didasari oleh keimanannya kepada Tuhan YME.
Pada dimensi Bergotong Royong yangmemiliki elemen kolaborasi, kepedulian, dan berbagi, kita dapat melihat peluang tumbuh dan menguatnya elemen kolaborasi dan kepedulian subelemen Kerja sama, Koordinasi Sosial, Tanggap terhadap lingkungan Sosial, Persepsi social dengan target capaian membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan, menyelaraskan dan menjaga tindakan diri dan anggota kelompok agar sesuai antara satu dengan lainnya serta menerima konsekuensi tindakannya dalam rangka mencapai tujuan bersama, tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik, melakukan tindakan yang tepat agar orang lain merespon sesuai dengan yang diharapkan dalam rangka penyelesaian pekerjaan dan pencapaian tujuan.
Pencapaian target karakter ini dapat dilihat betapa siswa-siswi SMAN 1 Cijeruk mampu mengelola hampir 900 orang untuk bersama-sama menyanyikan lagu-lagu penyemangat khas mereka. Kemampuan mensosialisasikan lagu-lagu yang mereka ciptakan sendiri dan terlebih mengorganisir ratusan orang untuk bernyanyi bersama dan membuat gerakan-gerakan seragam yang dimaksudkan untuk sebuah video dukungan selayaknya diapresiasi sebagai sebuah tindakan kolaboratif yang memiliki tujuan yang jelas dan positif.

Pada dimensi mandiri dengan elemen kunci kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri. Kegiatan Ultras dapat berpeluang untuk menumbuhkan dan menguatkan elemen pemahaman diri dan situasi yang dihadapi subelemen mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi dan mengembangkan refleksi diri, subelemen mengidentifikasi kekuatan dan tantangan-tantangan yang akan dihadapi pada konteks pembelajaran, sosial dan pekerjaan yang akan dipilihnya di masa depan dan melakukan refleksi terhadap umpan balik dari teman, guru, dan orang dewasa lainnya, serta informasi-informasi karir yang akan dipilihnya untuk menganalisis karakteristik dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menunjang atau menghambat karirnya di masa depan. Peluang ini dapat kita lihat dari keberanian siswa dalam menyampaikan keinginan untuk membuat video dukungan untuk teman-temannya yang akan bertanding futsal. Selanjutnya keinginan tersebut disampaikan melalui permohonan ijin kepada pihak sekolah untuk menggunakan 2 jam terakhir di hari tersebut. Tindakan siswa tersebut dapat kita kategorikan sebagai wujud dari identifikasi terhadap kekuatan dan tantangan-tantangan serta refleksi terhadap umpan balik dari teman dan guru.
Pada dimensi bernalar kritis dengan elemen memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir dalam mengambilan keputusan. Dalam kegiatan Ultras kita dapat melihat menguatnya elemen refleksi pemikiran dan proses berpikir subelemen merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri dengan target capaian menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan. Pada proses permohonan ijin yang dilakukan siswa kepada pihak manajemen sekolah tentunya terjadi usaha dari siswa untuk menjelaskan alasan mengapa kegiatan yang mereka lakukan ini layak dan boleh dilakukan, selain itu para siswa telah memikirkan pandangan dari pihak manajemen sekolah yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan menyiapkan argumentasi yang masuk akal untuk dapat mengubah pemikiran tersebut.
Pada dimensi kreatif dengan elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal serta memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan. Pada dimensi ini, peluang menguatnya semua elemen dapat kita lihat dari kegiatan Ultras yang dilakukan siswa SMAN 1 Cijeruk. Capaian target dari dimensi ini yakni, menghasilkan gagasan yang beragam untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya, menilai gagasannya, serta memikirkan segala risikonya dengan mempertimbangkan banyak perspektif seperti etika dan nilai kemanusiaan ketika gagasannya direalisasikan, mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan risikonya bagi diri dan lingkungannya dengan menggunakan berbagai perspektif serta bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi.
Kegiatan Ultras adalah murni gagasan dari siswa yang tentunya telah difikirkan berbagai resikonya ketika para siswa itu mengajukan permohonan untuk melakukan kegiatan tersebut pada jam terakhir kegiatan pembelajaran. Lagu-lagu yang mereka nyanyikan, alat music yang mereka pilih, gerakan dan proses pembuatan video dapat dipastikan sebagai sebuah cara kreatif kyang dilakukan para siswa dalam memodifikasi gagasan yang disesuaikan dengan kemampuan, sumber daya yang ada yang dimiliki siswa-siswi SMAN 1 Cijeruk
Berdasarkan paparan tersebut, dapat dibayangkan bahwa sebuah kegiatan yang “terkesan sederhana” ternyata memiliki peluang yang cukup besar dalam upaya menumbuhkan, mengembangkan dan menguatkan nilai-nilai profil pelajar pancasila. Dari 6 (enam) dimensi profil pelajar Pancasila, terdapat peluang menguatnya 5 dimensi. Peluang menguatnya karakter siswa dalam kegiatan ini hampir sama besarnya dengan peluang yang diharapkan muncul pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang memerlukan kerja berat dan waktu yang panjang. Namun di sisi lain, kegiatan itu juga memiliki kemungkinan gagalan. Karakter yang diharapkan tumbuh kembang dan menguat, malahan lepas dan justru tumbuh karakter-karakter seperti euforia yang berlebihan, egosentrisme, dan fanatisme sempit.
(Bersambung)
Baca Bagian I pada link: https://portalnusa.id/2022/08/05/ultras-sebagai-ruang-rumbuhnya-nilai-nilai-profil-pelajar-pancasila-bagian-i/
* Guru Sejarah di SMAN 1 Cijeruk. Menyukai Sejarah, pendidikan, teater dan sastra. selain mengajar juga bergiat di Pakwan Institute.




































Discussion about this post