• Latest
Mengenal Sense of Fairness

Mengenal Sense of Fairness

14 July 2022
Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

8 May 2026
Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

8 May 2026
ADVERTISEMENT
Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

6 May 2026

Edo–Farida Tak Harmonis. PKB Ingatkan Pentingnya Etika Politik

6 May 2026

Giliran HSG dan Kuasa Hukumnya Dimintai Keterangan Oleh BK

6 May 2026
Tinjau KDMP di Ciledug, Dandim Cirebon, Genjot Ekonomi dan Standarisasi Harga

Tinjau KDMP di Ciledug, Dandim Cirebon, Genjot Ekonomi dan Standarisasi Harga

5 May 2026
Paguyuban Pelangi Cirebon Berharap Rotasi ASN Jadi Langkah Awal Perbaikan Pelayanan Publik

Paguyuban Pelangi Cirebon Berharap Rotasi ASN Jadi Langkah Awal Perbaikan Pelayanan Publik

5 May 2026

PKB Kota Cirebon Angkat Bicara Soal Polemik Rotasi Jabatan

5 May 2026
BK DPRD Kota Cirebon Periksa Pelapor Kasus Dugaan Asusila, Abdul Wahid: Kami Bekerja Sesuai Prosedur

BK DPRD Kota Cirebon Periksa Pelapor Kasus Dugaan Asusila, Abdul Wahid: Kami Bekerja Sesuai Prosedur

5 May 2026
Melalui Lima Program Unggulan, Baznas Kota Cirebon Salurkan Bantuan Untuk Warga

Melalui Lima Program Unggulan, Baznas Kota Cirebon Salurkan Bantuan Untuk Warga

5 May 2026
Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

5 May 2026

Usai Jalani Ukom, Iing Daiman Resmi Dilantik Jadi Sekda

4 May 2026
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
Tuesday, May 12 2026
  • Login
  • Register
portalnusa.id
Advertisement
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Belum Juga Setahun, Pengaduan Masyarakat ke OJK Cirebon Sudah 900 Aduan

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Pemkot Cirebon Perkuat Program “Genting” Melalui Kolaborasi Orang Tua Asuh Stunting

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Belum Juga Setahun, Pengaduan Masyarakat ke OJK Cirebon Sudah 900 Aduan

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Pemkot Cirebon Perkuat Program “Genting” Melalui Kolaborasi Orang Tua Asuh Stunting

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
portalnusa.id
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
Home Opini

Mengenal Sense of Fairness

Redaksi PortalNusa by Redaksi PortalNusa
14 July 2022
in Opini, Sosial Budaya
0
Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Twitter

Oleh: Hendy Wijaya*

Seorang kawanku, sebut saja si A, pernah mengeluh bahwa ia diperlakukan tidak adil oleh rekan kerjanya. Pasalnya, ia hanya dihargai murah untuk proyek kerja yang dilimpahkan kepadanya. Padahal, ia sedari awal malah sudah berencana bekerja gratisan sebagai bentuk ketulusan seorang kawan. Lah? Anda bingung? Kerja gratis mau, tapi dibayar kok malah ogah?

Kejadian semacam ini pasti sering Anda dengar, atau malah Anda alami sendiri, di mana seseorang justru lebih memilih tidak dibayar sama sekali atas jerih payahnya daripada dibayar murah.

Sekarang aku akan coba melakukan sedikit eksperimen kepada para pembaca postingan ini. Maukah Anda terima uang satu juta rupiah secara cuma-cuma sekarang? Hampir pasti Anda mau. Enak to? Anda tidak ngapa-ngapain eh dapat uang satu juta rupiah. Hanya orang gendeng yang tidak mau.

Bagaimana kalau skenarionya saya ubah sedikit. Alih-alih saya berikan uang satu juta rupiah itu kepada Anda secara langsung, saya tawari orang di samping Anda uang sepuluh juta. Dia boleh menyimpan uang itu dengan catatan ia harus mau berbagi kepada Anda berpapun yang dia mau. Bagaimana kalau seandainya dia hanya membagikan 10% dari 10 juta itu kepada Anda dan menyimpan 90% sisanya? Kemungkinan besar Anda tidak akan suka dengan skenario itu, kendati jumlah uang yang Anda terima sama persis dengan skenario pertama dan Anda sama-sama mendapatkannya secara cuma-cuma.

Eksperimen seperti di atas sudah pernah dilakukan berulang kali oleh para pakar ilmu perilaku dan dikenal dengan istilah “ultimatum game”. Hasilnya selalu konsisten, orang umumnya menolak mendapatkan upah yang lebih rendah dengan orang lain bahkan ketika upah itu diberikan cuma-cuma. Perilaku unik yang tampaknya hanya dijumpai pada spesies manusia. Primata lain, seperti simpanse misalnya, tidak peduli seberapa banyak individu lain dalam kelompoknya mendapat pisang, yang penting dirinya sendiri mendapatkan pisang itu.

Perilaku manusia seperti di atas membuktikan bahwa ada semacam “sense of fairness” dalam otak kita yang dibawa sejak lahir. Bagian otak yang bertanggungjawan terhadap “sense of fairness” atau “rasa keadilan” ini seandainya teraktivasi akan mengirimkan sinyal hambatan ke bagian otak lain supaya menolak upah yang bakal didapatkan seandainya upah itu dinilai tidak sepadan dengan usaha yang telah dikeluarkan. Tak mendapatkan apa-apa tampaknya terasa lebih mulia daripada merasa ‘murahan’.

Sementara di kutubnya yang ekstrim, manusia bukan hanya menolak upah yang menurutnya tidak adil, namun bahkan rela mengorbankan dirinya sendiri demi menghukum siapapun yang dinilai berlaku tidak adil, curang, atau tidak jujur. Dua orang pakar ilmu perilaku dan ekonomi dari Swiss, Ernst Fehr dan Simon Gächter pada tahun 2002 pernah merancang sebuah eksperimen untuk membuktikan hal itu.

Fehr dan Gächter mengumpulkan sejumlah subyek dewasa, memberikan mereka sejumlah koin yang bisa dikonversi menjadi sejumlah uang. Mereka diminta untuk memasukkan koin itu ke dalam sebuah pot. Di akhir ronde, jumlah koin yang terkumpul di dalam pot akan diuangkan lalu uangnya dibagi rata ke seluruh subyek. Tidak ada aturan tentang berapa jumlah koin yang harus dimasukkan ke dalam pot oleh masing-masing subyek. Subyek bisa saja menyumbangkan semua koinnya, sebagian, atau bahkan tidak sama sekali. Memang strategi yang paling menguntungkan bagi keseluruhan kelompok adalah apabila masing-masing subyek bersepakat memyumbangkan koinnya sama rata, namun tidak semua subyek berpikiran sama. Ada di kalangan subyek yang tidak ingin menyumbangkan apa-apa tapi ingin numpang laba dari koin subyek lain. Mereka disebut dengan kaum “freeloader”, ‘freerider”, benalu atau pengemplang.

Nah yang menarik, ada ‘plot twist’ yang disediakan oleh Fehr dan Gächter. Ketika satu ronde selesai, Fehr dan Gächter mengumumkan siapa menyumbang berapa dan siapa saja yang berlaku sebagai benalu. Kini, Fehr dan Gächter memberikan piliihan pada mereka yang telah menyumbang, apakah mereka akan membiarkan para benalu ini atau menghukum mereka dengan cara memberikan denda. Mereka yang memilih memberikan denda kepada para benalu harus menyerahkan uangnya sendiri. Jadi ada dua opsi bagi subyek jujur, mereka bisa memilih membiarkan benalu tapi uangnya sendiri utuh, atau menghukum denda para benalu sementara uangnya sendiri habis.

Secara statistik, ternyata subyek lebih memilih untuk menghukum para benalu meski harus berkorban. Lagi-lagi ‘sense of fairness’ bekerja di dalam otak mereka. Orang lebih memilih sama-sama tidak mendapatkan apa-apa daripada melihat tetangganya lebih kaya padahal sama-sama nganggur.

Eksperimen-eksperimen di atas tampaknya menjelaskan mengapa orang dengan ‘senang hati’ meluangkan waktu, tenaga, pikiran, dan bahkan uangnya untuk menghujat, menghukum, atau membully para bos lembaga amal yang hidup bergelimang harta. Perilaku para bos itu mengusik ‘sense of fairness’ dalam otak kita semua. Bagi kita, mereka adalah ‘freeloader’ atau ‘freerider’ yang posisinya setara dengan para pengemplang pajak.

Sense of fairness adalah salah satu elemen penting yang ikut menjamin perilaku kooperatif individu dalam kehidupan sosial kelompok namun juga menjamin individu yang bersangkutan tidak jatuh ke dalam interaksi yang sifatnya eksploitatif.

Hendy Wijaya: Takeda Research Fellow at Diabetes and Endocrinology Laboratory di Kobe University. University Lecturer di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan Clinical Research Consultant di PT. Lautan Natural Krimerindo (LNK)

Tags: Hendy WijayaSense of Fairness
Previous Post

Laos dan Malaysia Balaskan Pemain Sepak Bola Gajah di AFF U-19 2022

Next Post

Oligarki Industri Jurnalistik

Redaksi PortalNusa

Redaksi PortalNusa

Jendela Informasi Nusantara

Related Posts

Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

by Redaksi PortalNusa
3 May 2026
0
5

Portalnusa.id – Pemerintah Kota Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Grage City Mall, Minggu...

Farida Resmikan Mushola di Polsek Losari, Terharu Namanya Diabadikan

Farida Resmikan Mushola di Polsek Losari, Terharu Namanya Diabadikan

by Redaksi PortalNusa
24 April 2026
0
5

Portalnusa.id – Suasana haru mewarnai peresmian Mushola Faridatul Ilmi yang terletak di lingkungan Polsek Losari, Polresta Cirebon, pada Jumat (24/4/2026)....

11 Titik Strategis Disiapkan Untuk SPKLU

by Redaksi PortalNusa
9 April 2026
0
5

Portalnusa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus berinovasi dalam mengoptimalkan aset daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu...

Next Post
Oligarki Industri Jurnalistik

Oligarki Industri Jurnalistik

Dari Soedjatmoko Kepada Agamawan

Dari Soedjatmoko Kepada Agamawan

Kemenpora Bersama BAPPENAS, BPS dan Kemendagri Laksanakan Kegiatan Konsolidasi Data Indeks Pembangunan Pemuda (IPP)

Kemenpora Bersama BAPPENAS, BPS dan Kemendagri Laksanakan Kegiatan Konsolidasi Data Indeks Pembangunan Pemuda (IPP)

Lee Joon Gi, Si Ganteng Korea Paket Komplit

Lee Joon Gi, Si Ganteng Korea Paket Komplit

Discussion about this post

Advertorial

https://youtu.be/jk4SPl9IYFs

Trending

  • Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

    Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Faktor Usia, Angkot Yang Beroperasi di Kota Cirebon Berkurang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selama 2024 Kunjungan Wisatawan ke Kota Cirebon 4,5 Juta Pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paguyuban Pelangi Cirebon Berharap Rotasi ASN Jadi Langkah Awal Perbaikan Pelayanan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

8 May 2026
2
Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

8 May 2026
1
Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

6 May 2026
8

Edo–Farida Tak Harmonis. PKB Ingatkan Pentingnya Etika Politik

6 May 2026
1

RSS PortalNusa Youtube

  • Warga pengguna jalan, mengeluhkan rusaknya jalan di Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, Jabar. 5 July 2025
  • Warga Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, meminta jalan diperbaiki agar mendongak perekonomian. 6 May 2025
  • Komplain Oppo F11 23 April 2025
  • Penampakan angin puting beliung di Desa Bugis Kab. Indramayu, Minggu 16/03/25 sore. 17 March 2025
  • Puluhan Rumah di Desa Bugis, Kab. Indramayu hancur diterjang angin puting beliung, sore 16/03/25 17 March 2025
  • Viral lagu "Bayar Bayar Bayar", Band Punk Sukatani cabut lagu dan minta maaf pada Polri. 21 February 2025
  • Bahlil Buat Gaduh Penjualan Gas Subsidi, Seekor Ular Okupasi Gudang Agen Gas LPG di Kab. Mamuju 4 February 2025
  • Dosen ASN Gaduh karena Disebut Bukan Pegawai 4 February 2025
  • Kondisi Warga Kp. Sidang Hayu, Desa Curugluhur, Kec. Sagaranten, Sukabumi pasca banjir bandang 4/12 9 December 2024
  • Aspirasi Masyarakat terdampak banjir Sukabumi 04/12, 9 December 2024
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?