Portalnusa.id – Penguatan benteng moral generasi muda dinilai menjadi langkah krusial dalam menekan potensi kenakalan remaja di kawasan perkotaan.
Mendorong hadirnya kembali ruang aktivitas positif, warga RW 08 Jagasatru Timur, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, mendesak reaktivasi program Maghrib Mengaji yang sempat terhenti selama satu tahun terakhir.
Langkah ini dipandang bukan sekadar memelihara tradisi keagamaan lokal yang telah mengakar selama 15 tahun, melainkan sebagai wadah edukasi karakter guna mengalihkan perhatian anak-anak dan remaja dari potensi pergaulan negatif di malam hari.
Hal tersebut terungkap saat anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Cirebon Imam Yahya serap aspirasi warga dalam Reses Masa Persidangan III Tahun 2026 di RW 08 Jagasatru Timur, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Selasa (18/8/2026).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya, menyambut baik inisiatif dan dorongan aktif dari masyarakat tersebut. Menurutnya, kepedulian orang tua dalam mengarahkan anak-anak ke masjid merupakan langkah preventif yang sangat efektif.
“Selain menumbuhkan nilai-nilai spiritual kepada anak-anak sejak dini, setidaknya program Maghrib Mengaji ini bisa meminimalisir potensi kenakalan remaja di malam hari, karena fokus kegiatan mereka ada di masjid untuk mengaji,” ujar Imam saat bersilaturahmi dengan warga setempat.
Penghentian sementara kegiatan rutinitas malam ini dipicu oleh kendala teknis setelah tenaga pengajar utama berpindah tempat tinggal. Akibatnya, kebiasaan positif anak-anak berkumpul dan belajar di masjid dari kurun waktu usai Maghrib hingga Isya mendadak vakum.
Sekretaris RW 08 Jagasatru Timur, Andi Suandi, menekankan bahwa warga sangat berharap adanya solusi konkret berupa penyediaan guru ngaji baru agar pembinaan moral anak-anak dapat kembali berjalan lancar.
“Sudah mau satu tahun berhenti, warga kami minta agar ada solusi, dan anak-anak bisa mengaji lagi. Kami minta ada pengajar lagi, supaya anak-anak bisa lanjut ngaji,” kata Andi.
Menanggapi kendala tersebut, Imam Yahya berkomitmen untuk segera menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pengurus DKM setempat guna merumuskan skema penyelesaian masalah, termasuk pengadaan tenaga pengajar pengganti.
“Ini keinginan masyarakat, keinginan para orang tua langsung, jadi saya akan ngobrol dengan DKM-nya, saya akan tanya apa persoalan dan kendalanya, lalu kita cari solusinya. Yang terpenting, anak-anak ini harus kembali mengaji,” pungkas Imam.

































Discussion about this post