Portalnusa.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon tidak hanya mengejar percepatan pengerjaan fisik pada proyek perbaikan Jalan Kartini, tetapi juga memastikan standar kualitas konstruksi tetap terpelihara dengan ketat. Meski pengerjaan diproyeksikan selesai jauh lebih cepat dari durasi kontrak, uji teknis tetap dilakukan sebelum tahap penggelaran aspal utama.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kota Cirebon, Rachman, menegaskan bahwa kepastian mutu menjadi prioritas utama. Sebelum melanjutkan penggelaran aspal lapis Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC), pihak pelaksana telah menempuh tahapan trial compact atau uji pemadatan material.
“Tahapannya trial compact dilakukan untuk memastikan metode dan tingkat pemadatan material. Penggelaran akan segera dilanjutkan kalau hasil trial compact-nya sudah ada,” ujar Rachman pada Selasa (22/9).
Langkah pengujian ini menjadi bukti ketelitian dalam pengerjaan jalan utama tersebut, meskipun secara durasi, proyek ini mengalami percepatan yang signifikan. Alokasi waktu dalam kontrak awal yang mencapai 90 hari diperkirakan bakal tuntas hanya dalam hitungan minggu.
“Terkait target penyelesaian, kita perkirakan pekerjaan di lapangan dapat rampung lebih cepat dibandingkan durasi kontrak 90 hari. Kalau prediksi awal sekitar 60 hari, tapi melihat progresnya, kemungkinan dalam satu hingga dua minggu ke depan jalan tersebut sudah selesai,” terangnya.
Proyek perbaikan Jalan Kartini ini terlaksana melalui alokasi bantuan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Dalam skema ini, Pemkot Cirebon bertanggung jawab menyusun perencanaan awal, sedangkan proses lelang kontraktor hingga pengawasan fisik dijalankan oleh Dinas Bina Marga Pemprov Jabar.
“Jalan Kartini itu sebetulnya salah satu ruas jalan milik Pemerintah Kota Cirebon. Kebetulan alhamdulillah saat ini mendapatkan bantuan untuk perbaikan dari dana Provinsi Jawa Barat. Jadi kewajiban kami Pemkot Cirebon hanya menyiapkan perencanaan, dan nanti kalau sudah selesai, diserahterimakan asetnya kembali ke Pemkot Cirebon,” pangkas Rachman.
Melalui kombinasi pengawasan mutu yang ketat dan percepatan durasi pengerjaan, Pemkot Cirebon optimistis kenyamanan serta keamanan para pengguna jalan dapat segera terwujud tanpa mengorbankan kualitas fasilitas publik.

































Discussion about this post