BANDUNG — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin merambah berbagai bidang kehidupan. Kondisi tersebut mendorong Perkumpulan Inisiatif bersama sejumlah pihak menggelar workshop bertajuk “Pemanfaatan AI untuk Riset dan Advokasi Kebijakan: Strategi Menyusun Proposal, Publikasi, Artikel dan Policy Brief”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom 3 Grand Mercure Setiabudi Bandung, Rabu (5/8/2026), mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.
Workshop ini menjadi ruang pembelajaran dan diskusi mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan riset, penyusunan publikasi, penulisan artikel hingga pembuatan policy brief, dengan tetap memperhatikan aspek tanggung jawab dalam penggunaannya.
Dalam pidato pembukaannya, Sapei Rusin, Ketua Dewan Perkumpulan Inisiatif, mengatakan kegiatan workshop diselenggarakan sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab di berbagai bidang, khususnya riset, publikasi dan advokasi kebijakan.
Menurut Sapei, perkembangan AI saat ini sudah semakin dekat dengan kehidupan manusia. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran mengenai tanggung jawab dalam pemanfaatannya.
“AI sudah mulai menguasai kehidupan manusia. Oleh sebab itu, pemanfaatannya harus dilakukan secara bertanggung jawab,” ujar Sapei Rusin dalam pidato pembukaannya.
Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi AI tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemudahan dan efisiensi, tetapi juga harus menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Oleh sebab itu, kita berkumpul di sini, sebagai satu kekuatan untuk menciptakan perbaikan dan perubahan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat,” lanjutnya.
Hetifah Sjaifudian Jadi Keynote Speaker
Workshop tersebut menghadirkan Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, Ketua Komisi X DPR RI, sebagai keynote speaker.
Kehadiran Hetifah menjadi bagian penting dalam diskusi mengenai pemanfaatan teknologi AI, terutama dalam kaitannya dengan riset, kebijakan publik dan kebutuhan penyusunan rekomendasi kebijakan yang berbasis data.
Sementara itu, sesi sambutan diisi Dr. Ir. H. Mohammad Taufiq Budi Santoso, M.Sc.Sc.D., Kepala Balitbang Provinsi Jawa Barat.
Dua narasumber yang tercantum dalam agenda kegiatan yakni Prof. Dr. Hanif Fakhruroja, S.Si., M.T. dari Pusat Mekatronika Cerdas-BRIN dan Dudi Sugandi, M.I.Kom., praktisi Creative AI.
Adapun jalannya diskusi dimoderatori Nana Sukarna dari Perkumpulan Inisiatif.
Komposisi pembicara tersebut mempertemukan unsur legislatif, lembaga riset, pemerintah daerah, akademisi serta praktisi AI. Kolaborasi lintas sektor itu diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai peluang sekaligus tantangan pemanfaatan AI.
AI untuk Memperkuat Riset dan Advokasi Kebijakan
Pemanfaatan AI dalam riset dan penulisan saat ini menawarkan berbagai peluang, mulai dari membantu pencarian dan pengolahan informasi, mendukung penyusunan kerangka tulisan, hingga membantu proses analisis dan penyajian data.
Namun, kemudahan tersebut juga menuntut penggunanya tetap kritis. AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan proses verifikasi, pertimbangan etis, pengalaman lapangan maupun tanggung jawab intelektual seorang peneliti, penulis ataupun pembuat kebijakan.
Dalam konteks advokasi kebijakan, kemampuan memanfaatkan AI secara tepat juga dapat membantu organisasi masyarakat sipil, akademisi maupun pemangku kepentingan dalam mengolah temuan riset menjadi dokumen yang mudah dipahami, termasuk artikel dan policy brief.
Karena itu, pesan yang disampaikan Sapei Rusin mengenai penggunaan AI secara bertanggung jawab menjadi relevan di tengah semakin cepatnya perkembangan teknologi tersebut.
Workshop ini sekaligus menunjukkan pentingnya membangun kapasitas masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi mampu memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan pengetahuan, memperkuat argumentasi berbasis data dan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan mengangkat isu AI, riset dan advokasi kebijakan dalam satu forum, kegiatan di Bandung tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mendorong pemanfaatannya bagi perbaikan dan perubahan sosial, khususnya di Jawa Barat.

































Discussion about this post