KAB. BANDUNG, – Dalam upaya memperkuat gerakan literasi di tingkat tapak, kegiatan Kelas Penggerak Literasi sukses digelar pada Sabtu (8/8) di Aula Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Acara yang diinisiasi oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Auliyaa bekerja sama dengan Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini diikuti oleh 45 peserta terpillih dari kalangan penggiat dan penggerak literasi.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Dr. Herawati, S.S., M.A. Dalam kedudukannya, Dr. Herawati juga berperan penting sebagai verifikator bagi calon penerima Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Literasi (Banpem Komlit), termasuk TBM Auliyaa yang menjadi salah satu penerima manfaat dan penggerak utama program ini.
Dalam sambutannya, Dr. Herawati menekankan betapa krusialnya keberlanjutan gerakan literasi yang terintegrasi di tiga linimasa utama kehidupan masyarakat.
“Gerakan literasi tidak bisa berjalan secara parsial. Penting sekali bagi kita untuk menggerakkan literasi di tiga lini utama, yaitu Sekolah, Masyarakat, dan Keluarga. Hal ini sejalan dengan ajaran Tri Pusat Pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara, di mana ketiga lingkungan tersebut harus saling bertautan dan mendukung demi lahirnya generasi yang literat, kritis, dan berkarakter,” ujar Dr. Herawati.
Menghadirkan Narasumber dan Pegiat Literasi Berpengalaman
Berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, Kelas Penggerak Literasi menghadirkan empat narasumber kompeten yang memberikan pembekalan materi, strategi pengelolaan TBM, serta penguatan wawasan literasi, yaitu:
- Santi Susilawati, M.Pd. (Pegiat Literasi & Kepala Sekolah PKBM Bina Cipta)
- Dr. Abdul Holik, M.M.Pd. (Pegiat Literasi & Akademisi)
- Aam Siti Aminah, A.Md. (Demisioner Ketua Forum TBM Jawa Barat & Relima)
- Ida Susanti, S.Pd.I. (Pendiri TBM Auliyaa & Ketua FTBM Kabupaten Bandung)
Seluruh peserta yang hadir mendapatkan fasilitas peningkatan kapasitas berupa ilmu praktis, jejaring relasi antarpegat literasi, sertifikat pelatihan, makan siang, kudapan, serta uang transportasi.

Melalui penyelenggaraan Kelas Penggerak Literasi ini, diharapkan para penggerak literasi di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bandung, semakin solid, kreatif, serta mampu menghidupkan TBM sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang inklusif dan berdampak luas.
































Discussion about this post