Portalnusa.id – Jarum jam baru saja melewati tengah malam ketika keheningan di kawasan, Gang Lapang Bola, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB mendadak pecah oleh deru mesin sepeda motor yang saling bersahutan.
Bukan deru biasa, melainkan ketukan kecemasan yang kerap menghantui sudut-sudut kota saat malam mencapai puncaknya.Di bawah temaram lampu jalan, sekelompok remaja berkumpul.Namun, di tangan mereka bukan lagi buku atau gawai untuk belajar, melainkan kilatan besi dingin berujung tajam.
Malam itu, Kesambi nyaris menjadi saksi bisu pertumpahan darah antarkelompok remaja. Beruntung, jajaran kepolisian dari Satuan Samapta Polres Cirebon Kota bertindak cepat sebelum genderang perang jalanan itu benar-benar ditabuh. Detik-Detik Penggerebekan Bergerak berdasarkan laporan cepat dari masyarakat yang merasa resah, Tim Patro Sat Sampat Polre Cirebon Kota bersama Polsek Kesambi langsung mengepung titik kumpul para remaja tersebut. Suasana yang semula penuh ketegangan provokasi langsung berubah menjadi kepanikan massal saat sirine polisi meraung. Beberapa remaja mencoba memacu motornya sekencang mungkin, menerobos kegelapan gang-gang sempit, sementara yang lain tertegun tak berkutik saat moncong senjata tajam mereka justru berakhir di tanah. Kasat Samapta Polres Cirebon Kota AKP Joni menjelaskan bahwa patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi berbagai bentuk gangguan kamtibmas, termasuk aksi tawuran remaja dan kejahatan jalanan yang kerap meresahkan masyarakat, terutama pada jam-jam rawan menjelang dini hari. “Saat petugas tiba di lokasi, sekelompok pemuda tersebut langsung berusaha melarikan diri dan berpencar ke beberapa arah untuk menghindari pengejaran polisi. Petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut hingga ke sejumlah titik di wilayah Kota Cirebon,” ujarnya. Dalam proses pengejaran, salah satu terduga pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor kehilangan keseimbangan dan terjatuh, sehingga petugas berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam rencana aksi tawuran tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Cirebon Kota. Dari operasi cepat tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah remaja yang diduga kuat hendak menggelar aksi tawuran bersenjata. Bersama mereka, turut disita berbagai jenis senjata tajam mulai dari celurit berukuran panjang hingga parang modifikasi yang siap memakan korban. ”Kami tidak akan memberikan ruang bagi tindakan premanisme dan kenakalan remaja yang mengancam keselamatan warga,” tegas Joni. Di Balik Jeruji Ironi: Mengapa Mereka Memilih Jalanan? Melihat deretan remaja yang tertunduk lesu di kantor polisi, muncul sebuah pertanyaan besar yang terus berulang: Apa yang mereka cari di jalanan pada jam-jam di mana seharusnya mereka sedang terlelap?Fenomena tawuran di Cirebon dan sekitarnya kini bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa. Ini telah bergeser menjadi ajang pembuktian eksistensi yang keliru, sering kali dipicu oleh saling tantang di media sosial.
Validasi kelompok, adrenalin yang salah tempat, serta minimnya pengawasan menjadi bahan bakar utama yang terus menyalakan api tawuran ini. Bagi warga Kesambi, malam-malam seperti ini adalah kecemasan yang nyata.






























Discussion about this post