Portalnusa.id – Tumpukan sampah liar yang telah lama mengganggu pengguna jalan di ruas jalan Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, akhirnya berhasil diangkut oleh tim “Saber Sapu Bersih Sampah Liar” Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Selasa (27/01/2026).
Keberadaan sampah liar tersebut sebelumnya banyak menjadi sorotan keluhan dari masyarakat akibat dampak negatif yang ditimbulkannya.
Pengguna jalan yang sering melintas di lokasi tersebut, Rudi, mengaku bahwa sampah liar tidak hanya mengeluarkan aroma yang kurang sedap, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna kendaraan roda dua.
“Saat hujan turun, sampah jenis plastik atau lainnya sering terbawa ke jalan utama. Hal ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan pengendara roda dua terjatuh,” ujarnya.
Plt. Camat Astanajapura, Deni Syafruddin, mengatakan, dalam upaya untuk mengatasi permasalahan sampah khususnya sampah liar yang masih menjadi isu krusial. Ia menekankan pentingnya penerapan Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah secara tegas oleh seluruh pemerintah desa di wilayahnya.
Menurut Deni, Perdes pengelolaan sampah merupakan instrumen penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan adanya aturan yang jelas dan penegakan yang konsisten, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dapat meningkat. Sehingga tidak terjadi lagi tumpukan sampah liar yang menggunung.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab Pemkab semata melainkan butuh peran Pemerintah Desa, dan masyarakat. Karena persoalan sampah menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih, sehat, dan nyaman,” tandasnya.
Deni menegaskan, di dalam Perdes sudah di muat Reward bagi yang menangkap pembuang sampah sembarangan dan punisment bagi yang membuang sampah sembarangan
” Jadi perlunya peran serta masyarakat untuk saling mengawasi dan mengingatkan
Karena Closed Circuit Television (CCTV) terbaik adalah masyarakat itu sendiri, ” ungkapnya.
Terpisah kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, menyatakan bahwa penanganan sampah liar tidak dapat menjadi tanggung jawab tunggal instansi pemerintah saja.
“Upaya membersihkan sampah liar akan sia-sia jika tidak didukung oleh sinergitas semua pihak, mulai dari Pemerintah Desa hingga masyarakat itu sendiri,” tegasnya.
Menurut Dede, kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor utama penyebab timbunan sampah liar selalu muncul kembali setiap hari.
“Kami sering menemukan kondisi seperti ini, pagi kami angkut, sore hari sampah sudah menumpuk lagi di lokasi yang sama,” ucapnya dengan prihatin.
Untuk mengatasi permasalahan sampah liar yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon, DLH melalui tim “Saber Sapu Bersih Sampah Liar” terus melakukan upaya maksimal dalam pembersihan. Setiap harinya, paling tidak 6 armada kendaraan pembersih sampah beserta 24 kru dikerahkan untuk menyisir dan membersihkan lokasi-lokasi yang rawan terjadinya tumpukan sampah liar.
“Selain pembersihan di jalan Kanci, hari ini tim juga melakukan kegiatan pembersihan di jalur Kanci Mertapada yang berada di wilayah yang sama.” ujarnya.
Dede menambahkan bahwa kurangnya sinergi dari pihak Pemerintah Desa dalam meningkatkan kesadaran bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan semakin menambah beban kerja bagi tim pembersih.
BK DPRD Kota Cirebon Jadwalkan Pemanggilan Saksi HSG pada 19 Mei Mendatang
Portalnusa.id – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Cirebon terus bergerak maraton dalam menangani kasus pelaporan yang menyeret Wakil Ketua DPRD,...

































Discussion about this post