PortalNusa.ID, Sukabumi – Anggota DPR RI, Zainul Munasichin, menegaskan kembali pentingnya Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa. Pesan itu ia sampaikan saat memimpin Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Laska Hotel, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/11/2025).
Acara tersebut menghadirkan Kepala Desa Girimukti Akung Samsudin, tokoh pemuda Ramdan Zaelani, para guru, kelompok tani, serta tokoh masyarakat. Namun seluruh rangkaian kegiatan berpusat pada pemaparan Zainul yang menyoroti urgensi memperkuat persatuan di tengah keragaman sosial masyarakat Indonesia.
Dalam paparannya, Zainul menekankan bahwa Indonesia tidak hanya besar secara wilayah, tetapi juga kaya akan perbedaan suku, budaya, dan agama. Kondisi itu, katanya, membutuhkan fondasi nilai yang kuat agar keberagaman tidak berubah menjadi sumber konflik.
“Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—adalah penyangga persatuan kita. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap empat pilar ini, keberagaman bisa menjadi celah perpecahan,” tegas Zainul.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan era digital saat ini membuat masyarakat mudah terpapar informasi yang memicu perpecahan. Karena itu, ia melihat sosialisasi empat pilar sebagai langkah penting untuk memperkokoh identitas nasional dan mencegah disintegrasi bangsa.
“Persatuan hanya dapat terjaga jika masyarakat memahami nilai dasar berbangsa. Ini bukan hanya materi sosialisasi, tetapi pedoman hidup yang harus diamalkan,” ujarnya.
Ia mengajak peserta yang hadir—termasuk kelompok tani, tokoh pemuda, dan para guru—untuk menjadi agen penyebaran nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing. Menurut Zainul, peran mereka sangat penting dalam memperkuat kebersamaan di tingkat akar rumput.
“Keberagaman harus dikelola dengan sikap saling menghargai. Jika empat pilar dijadikan rujukan, maka setiap perbedaan justru menjadi kekuatan bangsa,” tambahnya.
Kepala Desa Girimukti Akung Samsudin dan tokoh pemuda Ramdan Zaelani memberikan apresiasi atas komitmen Zainul yang secara konsisten turun langsung ke masyarakat untuk memperkuat pemahaman kebangsaan.
Di akhir kegiatan, Zainul kembali menegaskan bahwa tugas menjaga persatuan adalah tanggung jawab bersama, namun dimulai dari pemahaman yang benar terhadap Empat Pilar.
“Bangsa ini akan tetap kuat jika kita bersatu. Dan persatuan itu hanya mungkin terwujud bila Empat Pilar kita pahami, kita jaga, dan kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)



































Discussion about this post