Portalnusa.id – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon terus berkomitmen dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Cirebon.
Upaya kali ini, KPA Kota Cirebon mengajak seluruh komponen dari perusahaan, sekolah, dan perguruan tinggi untuk aktif dalam melakukan upaya penurunan kasus HIV/AIDS di Kota Cirebon.
Ketua KPA Kota Cirebon Sri Maryati mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan, perlakuan seks beresiko di tiga komponen ini bisa saja terjadi.
“Untuk perusahaan, masih sedikit perusahaan yang peduli terhadap penanganan dan pencegahan HIV/AIDS begitu pun juga di setiap sekolah dan perguruan tinggi,”katanya seusai Acara Sosialisasi Hasil Survei Sikap dan Perilaku HIV/AIDS pada remaja usia 10-24 tahun dan karyawan perusahaan, Kamis (27/11/2025) di ruangan Prabayaksa, Setda Kota Cirebon.
Berdasarkan hasil survei, untuk perilaku HIV/AIDS pada usia remaja, rata-rata, karena pergaulan ataupun pengaruh dari lingkungan, bisa saja lingkungan keluarga.
“Untuk itu pihak sekolah, harus ikut andil dalam pengawasan ini, kami akan kerjasama,”katanya.
Di Kota Cirebon Sri, menyebutkan, tidak sedikit perilaku seksual beresiko yang dilakukan para remaja dikarenakan faktor ekonomi bahkan diketahui oleh orang tuanya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut KPA juga menyoroti perilaku seksual sesama jenis laki-laki suka laki-laki (LSL). Sri menyebutkan penularan dari laki-laki seks dengan laki-laki di Kota Cirebon jumlahnya 46 kasus.
“Jadi artinya bahwa komunitas laki-laki seks dengan laki-laki di Kota Cirebon juga ada bahkan menyumbangkan kasus HIV-AIDS sampai 46 kasus pada tahun ini jumlah kasus penularan HIV-AIDS dari komunitas LSL ini lebih tinggi, sampai dengan Oktober saja sudah 46 kasus,”katanya.
Kendati demikian, kasus penularan HIV-AIDS di Kota Cirebon terus mengalami penurunan sejak tahun 2024 sampai 2025 ini.
Sri menyebutkan, dibandingkan tiga tahun sebelumnya, tahun 2020 sampai dengan 2023 kasus HIV-AIDS di Kota Cirebon mencapai 300 kasus.
“Sebenarnya kasus HIV-AIDS di Kota Cirebon ini terus menurun,di tahun 2020 sampai 2023 itu diangka nya di 300, tapi 2024 173, nah sekarang sampai bulan oktober kemarin kasusnya menjadi 136 jadi sesuatu yang menggembirakan bagi Pemerintah Kota Cirebon dan Dinas Kesehatan beserta seluruh elemen yang memang bersama-sama melakukan upaya penanggulangan HIV secara komprehensif dan masif seperti itu,”katanya.



































Discussion about this post