• Latest

Trikotomi Analisis Semiotik Puisi Pulo Lasman Simanjuntak Berjudul ‘Sepi Kapan Mencair ‘

11 February 2025
Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

8 May 2026
Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

8 May 2026
ADVERTISEMENT
Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

6 May 2026

Edo–Farida Tak Harmonis. PKB Ingatkan Pentingnya Etika Politik

6 May 2026

Giliran HSG dan Kuasa Hukumnya Dimintai Keterangan Oleh BK

6 May 2026
Tinjau KDMP di Ciledug, Dandim Cirebon, Genjot Ekonomi dan Standarisasi Harga

Tinjau KDMP di Ciledug, Dandim Cirebon, Genjot Ekonomi dan Standarisasi Harga

5 May 2026
Paguyuban Pelangi Cirebon Berharap Rotasi ASN Jadi Langkah Awal Perbaikan Pelayanan Publik

Paguyuban Pelangi Cirebon Berharap Rotasi ASN Jadi Langkah Awal Perbaikan Pelayanan Publik

5 May 2026

PKB Kota Cirebon Angkat Bicara Soal Polemik Rotasi Jabatan

5 May 2026
BK DPRD Kota Cirebon Periksa Pelapor Kasus Dugaan Asusila, Abdul Wahid: Kami Bekerja Sesuai Prosedur

BK DPRD Kota Cirebon Periksa Pelapor Kasus Dugaan Asusila, Abdul Wahid: Kami Bekerja Sesuai Prosedur

5 May 2026
Melalui Lima Program Unggulan, Baznas Kota Cirebon Salurkan Bantuan Untuk Warga

Melalui Lima Program Unggulan, Baznas Kota Cirebon Salurkan Bantuan Untuk Warga

5 May 2026
Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

5 May 2026

Usai Jalani Ukom, Iing Daiman Resmi Dilantik Jadi Sekda

4 May 2026
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
Tuesday, May 12 2026
  • Login
  • Register
portalnusa.id
Advertisement
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Belum Juga Setahun, Pengaduan Masyarakat ke OJK Cirebon Sudah 900 Aduan

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Pemkot Cirebon Perkuat Program “Genting” Melalui Kolaborasi Orang Tua Asuh Stunting

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Belum Juga Setahun, Pengaduan Masyarakat ke OJK Cirebon Sudah 900 Aduan

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Pemkot Cirebon Perkuat Program “Genting” Melalui Kolaborasi Orang Tua Asuh Stunting

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
portalnusa.id
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
Home Sastra Esai

Trikotomi Analisis Semiotik Puisi Pulo Lasman Simanjuntak Berjudul ‘Sepi Kapan Mencair ‘

Redaksi PortalNusa by Redaksi PortalNusa
11 February 2025
in Esai, Puisi, Sastra
0
Ilustrasi Sepi. Judul gambar: Render 3d Bangku Sepi Di Bawah Lentera Saat Hujan Musim Gugur Di Taman Latar Belakang (Sumber: pngtree.com)

Ilustrasi Sepi. Judul gambar: Render 3d Bangku Sepi Di Bawah Lentera Saat Hujan Musim Gugur Di Taman Latar Belakang (Sumber: pngtree.com)

Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Twitter

Oleh: Narudin Pituin*

Puisi Karya: Pulo Lasman Simanjuntak

SEPI KAPAN MENCAIR

sunyi merayap
sepi tiarap
hening berharap
hidup nyaris kiamat

aku bertanya lagi,
tetapi pertanyaanku yang membeku
membentur jidat para pejabat
tak mau lagi berjabat erat

ketika berita kusebar
makin berkarat
ketika siaran kudendangkan
makin melarat

dengarlah,
oi, para pewarta
oi, para pujangga
di ujung otot usia menua
di muara ibu negeri
hijrah tumpah ruah

sepi
kapan mencair
akankah sampai
tiba
nyawa kita turun ke liang bumi
orang-orang mati
tak punya lagi
pengharapan
kepastian

Jakarta, Rabu, 31/1/2024

Dalam buku saya berjudul Sintesemiotik: Teori dan Praktik (2023) saya menguraikan apa itu “trikotomi analisis semiotik” yang merupakan bentuk alternatif kritik puisi dari metode Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis [CDA])—pernah saya mengajar mata kuliah CDA.

Metode trikotomi analisis semiotik dimulai dari analisis sintaksis, lalu analisis semantik, dan terakhir analisis pragmatik.

Dalam praktiknya, pada analisis pragmatik akan pelbagai tingkat kedalaman dan keluasannya, bergantung pada kualitas puisinya.

Teori yang lengkap silakan baca buku yang saya tulis di atas.

Secara ringkas, sintaksis ialah tata kata, semantik tata makna, dan pragmatik tata komunikasi.

Perhatikan puisi karya Pulo Lasman Simanjuntak di atas yang berjudul “Sepi Kapan Mencair”.

Judul puisi ini secara sintaksis telah melakukan inversi (pembalikan posisi kata). Seharusnya jika itu berupa kalimat tanya, ditulis “Kapan sepi mencair?” dengan tambahan tanda tanya (?).

Akan tetapi, kalimat itu disusun terbalik dan tanpa tanda tanya.

Secara semantik, artinya, tak perlu dipertanyakan lagi—atau memang sepi ini sesuatu yang sudah dipahami oleh semua pihak, secara pragmatik, yang disapa oleh Pulo Lasman Simanjuntak

Baca bait 1:
sunyi merayap
sepi tiarap
hening berharap
hidup nyaris kiamat

Secara sintaksis kalimat di atas termasuk kalimat dengan tata bahasa yang tertib dengan subjek dan predikat yang jelas.

Hanya secara semantik, sunyi, sepi, dan hening memiliki perbedaan maknawi.

Sunyi lebih kepada audio, sepi lebih kepada visual, dan hening lebih kepada kondisional.

Selera sintaksis dan semantik Pulo Lasman Simanjuntak bagus di sini dalam bungkus personifikasi (gaya bahasa pengorangan), yakni sunyi bisa merayap, sepi bisa tiarap, dan hening bisa berharap.

Akan tetapi, baris “hidup nyaris kiamat” semacam kalimat negasi dari seluruh personifikasi itu atau malah kalimat afirmasi dari seluruh majas pengorangan itu, yang dalam hal ini, hidup hampir hancur itu akibat enumerasi sunyi, sepi, dan hening yang diberi nyawa oleh Pulo Lasman Simanjuntak dengan bunyi huruf “p” yang menekan napas yang terasa pengap, ap—ap—ap, karena tak memberi jalan keluar udara dari mulut akibat kedua bibir terkatup rapat.

Secara pragmatik, tentu saja kita pihak pembaca di sapa secara umum dalam bait puisi 1 ini—kita semacam objek penderita dari seluruh atribut yang Pulo Lasman Simanjuntak suguhkan.

Baca bait 2:

aku bertanya lagi,
tetapi pertanyaanku yang membeku
membentur jidat para pejabat
tak mau lagi berjabat erat

Secara sintaksis bait ini biasa strukturnya, secara semantik, mengapa tiba-tiba muncul objek para pejabat yang tak mau lagi berjabat erat.

Pulo Lasman Simanjuntak di sini tak memberikan cahaya kepada kita mengapa para pejabat itu tak mau lagi berjabat erat.

Secara pragmatik, kita bertanya-tanya mencari alasannya pada bait berikutnya.

Baca bait 3:

ketika berita kusebar
makin berkarat
ketika siaran kudendangkan
makin melarat

Secara sintaksis bait ini pun dengan struktur yang biasa. Secara semantik, ada pihak yang dirugikan di sini dengan kata-kata tak bagus “berkarat” dan “melarat”.

Secara pragmatik apa atau siapa yang semakin berkarat, apa atau siapa yang semakin melarat?

Subjek dalam puisi Pulo Lasman Simanjuntak bersifat kompleks.

Jika kita tak cermat membaca puisinya, subjek dalam puisi ini akan kita tebak sekenanya.

Baca bait 4:

dengarlah,
oi, para pewarta
oi, para pujangga
di ujung otot usia menua
di muara ibu negeri
hijrah tumpah ruah

Secara sintaksis di bait ini digunakanlah kalimat-kalimat imperatif dengan kata pengantar sapaan atau seruan “oi”—bukankah lucu kata “oi” yang berupa diftong yang memaksa mulut kita yang mengucapkannya mengerucut ini?

Seakan-akan kata seru “oi” itu berupa “ironi akustik”—penanda yang dalam Semiotika Ferdinand de Saussure disebut secara literal “citra akustik”—secara semantik, ironi terhadap yang diseru itu, yakni para pewarta dan para pujangga—yang kebetulan Pulo.Lasman Simanjuntak sendiri berprofesi sebagai pewarta sekaligus pujangga.

Bukankah ini semacam kritik terhadap diri Pulo Lasman Simanjuntak sendiri?

Atau justru ironi ini bersifat divergen, tak konvergen dengan nada suara yang agak keras dan tinggi “oi” bukan “woi”—menyisipkan huruf “w” hanya membuat kata seru “oi” terdengar mesra, bukan sebaliknya keras dan luhur.

Perhatikan dua baris berikut. Ada gelap berselimut di sini.

di muara ibu negeri
hijrah tumpah ruah

Secara sintaksis kata “hijrah” sebagai subjek dan “tumpah ruah” sebagai predikat.

Apa yang dimaksud Pulo Lasman Simanjuntak
dengan “hijrah yang tumpah ruah”?

Apakah kata benda abstrak “hijrah” bisa tumpah ruah?

Hijrah dapat diartikan sebagai perpindahan. Apa kini yang dimaksud perpindahan tumpah ruah?

Seakan-akan Pulo Lasman Simanjuntak menghilangkan subjek khusus di sini agar kita pihak pembaca merasa sulit untuk menerka maknanya secara semantik.

Dan tambahan pula, rujukan pragmatik dari dua baris ini pun sukar ditangkap, kecuali suatu hijrah itu dimaknai sebagai sesuatu yang negatif atau tak mengenakkan.

Baca bait 5, penutup:

sepi
kapan mencair
akankah sampai
tiba
nyawa kita turun ke liang bumi
orang-orang mati
tak punya lagi
pengharapan
kepastian

Secara sintaksis tak ada yang aneh dalam bait ini. Secara semantik apa fungsi Pulo Lasman Simanjuntak bertanya “sepi kapan mencair”?

Secara pragmatik pun apa maksud ketika sepi berhasil mencair, maka problem teratasi.

Kendatipun demikian, sepi kapan mencair ini terdengar metaforis—kiasan yang diciptakan oleh Pulo Lasman Simanjuntak —hanya saja, kiasan yang diciptakan olehnya ini bersifat pribadi, ada simbol pribadi di sini yang membuat pihak pembaca sukar memaknainya.

Setidak-tidaknya, jika para pejabat di atas ditegur oleh Pulo Lasman Simanjuntak, itu berarti aku-lirik atau ia tengah meminta agar para pejabat itu berbuat sesuatu agar mengatasi problem hidup berbangsa ini—seakan-akan Pulo Lasman Simanjuntak satu-satunya rakyat Indonesia yang paling menyedihkan dalam puisi ini, yang diperlakukan secara tidak adil.

Demikianlah pembacaan semiotik saya terhadap puisi di atas.

Pulo Lasman Simanjuntak penyair yang gemar mengutak-atik metafora—dengan kata-kata yang ia pungut di mana saja dalam ruang pikirannya.

Namun, seleksi kata itu haruslah pula diimbangi dengan kombinasi kata yang teliti dan apik seperti disarankan oleh Semiotikus Roman Jakobson dalam esai terkenalnya.

Paling tidak, jika sepi tak mau mencair, kita pihak pembaca telah mencair dengan membaca analisis puisi di atas.

Jakarta, Minggu 9 Februari 2025


*Sastrawan, Penerjemah, dan Kritikus.

Tags: Analisis PuisiAnalisis SemiotikNurdin PituinPulo Lasman SimanjuntakTelaah Sastra
Previous Post

Renovasi Ruangan Kerja Wali Kota Cirebon Terpilih Sebelum Pelantikan Selesai

Next Post

Bersama Pemkot Cirebon, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon terpilih Petakan APBD 2025 Imbas Efesiensi Anggaran

Redaksi PortalNusa

Redaksi PortalNusa

Jendela Informasi Nusantara

Related Posts

Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

by Redaksi PortalNusa
3 May 2026
0
5

Portalnusa.id – Pemerintah Kota Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Grage City Mall, Minggu...

Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

by Redaksi PortalNusa
2 February 2026
0
12

Portalnusa.id – Majelis Seni dan Tradisi Kota Cirebon secara resmi mengajukan usulan kepada Pemerintah Kota untuk memberikan penghargaan kepada dua...

Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

by Redaksi PortalNusa
15 January 2026
0
21

Portalnusa.id – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai pencetak sumber daya manusia unggul dengan menyelenggarakan Wisuda ke-76...

Next Post
Bersama Pemkot Cirebon, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon terpilih Petakan APBD 2025 Imbas Efesiensi Anggaran

Bersama Pemkot Cirebon, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon terpilih Petakan APBD 2025 Imbas Efesiensi Anggaran

Gelar Musrembang RKPD, Kecamatan Lemahwungkuk Siap Jalankan Efesiensi Anggaran

Gelar Musrembang RKPD, Kecamatan Lemahwungkuk Siap Jalankan Efesiensi Anggaran

Terlihat Seperti Ruko. Kantor Kelurahan Lemahwungkuk Akan Dipindahkan

Terlihat Seperti Ruko. Kantor Kelurahan Lemahwungkuk Akan Dipindahkan

Muhammad Salman Farisyi, Penyandang Autis dengan Gaya Melukis Bunga Sakura Dikenal Sampai Ke Jepang dan Korea Selatan

Muhammad Salman Farisyi, Penyandang Autis dengan Gaya Melukis Bunga Sakura Dikenal Sampai Ke Jepang dan Korea Selatan

Discussion about this post

Advertorial

https://youtu.be/jk4SPl9IYFs

Trending

  • Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

    Gugatan Wika Tandean Dikabulkan, PN Sumber Vonis Frans Bayar Ganti Rugi Rp40 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Faktor Usia, Angkot Yang Beroperasi di Kota Cirebon Berkurang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selama 2024 Kunjungan Wisatawan ke Kota Cirebon 4,5 Juta Pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paguyuban Pelangi Cirebon Berharap Rotasi ASN Jadi Langkah Awal Perbaikan Pelayanan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

Herman Khaeron Pastikan Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun di Tengah Gejolak Global

8 May 2026
2
Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

Wali Kota Cirebon Pilih Bungkam Soal Isu Retaknya Hubungan dengan Wakil Wali Kota

8 May 2026
1
Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

6 May 2026
8

Edo–Farida Tak Harmonis. PKB Ingatkan Pentingnya Etika Politik

6 May 2026
1

RSS PortalNusa Youtube

  • Warga pengguna jalan, mengeluhkan rusaknya jalan di Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, Jabar. 5 July 2025
  • Warga Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, meminta jalan diperbaiki agar mendongak perekonomian. 6 May 2025
  • Komplain Oppo F11 23 April 2025
  • Penampakan angin puting beliung di Desa Bugis Kab. Indramayu, Minggu 16/03/25 sore. 17 March 2025
  • Puluhan Rumah di Desa Bugis, Kab. Indramayu hancur diterjang angin puting beliung, sore 16/03/25 17 March 2025
  • Viral lagu "Bayar Bayar Bayar", Band Punk Sukatani cabut lagu dan minta maaf pada Polri. 21 February 2025
  • Bahlil Buat Gaduh Penjualan Gas Subsidi, Seekor Ular Okupasi Gudang Agen Gas LPG di Kab. Mamuju 4 February 2025
  • Dosen ASN Gaduh karena Disebut Bukan Pegawai 4 February 2025
  • Kondisi Warga Kp. Sidang Hayu, Desa Curugluhur, Kec. Sagaranten, Sukabumi pasca banjir bandang 4/12 9 December 2024
  • Aspirasi Masyarakat terdampak banjir Sukabumi 04/12, 9 December 2024
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?