PortalNusa.id | Jakarta. Perhelatan SEA Games bagi Kemenpora sejatinya hanya dianggap batu loncatan menuju prestasi puncak yakni ASIAN Games dan Olimpiade. Hal ini tertuang dalam ambisi DBON yang mulai dipedomani sejak 2022 lalu. Namun tidak bagi SEA Games 2023 kali ini.
Presiden Joko Widodo pada saat pelepasan Kontingen Indonesia di Istana negara menyampaikan bahwa para atlet harus mampu meningkatkan pringkat dari ke-3 menjadi 1 atau 2. “Harus dicatat bahwa SEA Games Vietnam kemarin Indonesia hanya berada di peringkat ke-3, kali ini harus meningkat. Pilihannya hanya dua, jadi peringkat satu atau dua”, ujar Presiden dalam sambutannya di istana negara, 02/05.
Pernyataan tersebut tentu menjadi pelecut bagi seluruh cabang olahraga. Sesaat sebelumnya mereka telah dikukuhkan sebagai kontingen Indonesia oleh Menpora Dito di kantor Kemenpora. Sebanyak 31 Cabang Olahraga, dengan komposisi: 379 atlet putra, 220 atlet putri, 230 Official, dan 53 Headquarter.
Dengan beban target peringkat satu atau dua dari sebelas negara peserta, tentu tak mudah bagi Indonesia untuk merebut posisi diantara Thailand, Vietnam, dan Malaysia yang secara catatan prestasi berebut posisi tiga besar, dan Kamboja sebagai tuan rumah, tentu jangan dilupakan.
Meski demikian, target adalah acuan capaian. Menjadi doa dan lecutan bagi seluruh cabor untuk bisa mewujudkannya dengan perolehan medali harus lebih dari 70 Medali Emas. Meski sebagai batu loncatan prestasi menuju ASIAN Games dan Olimpic dalam DBON, sungguh SEA Games 2023 Kamboja ini sarat dengan rasa ambisi. Tiap cabor berebut posisi menjadi cabor DBON dalam menghadapi ASIAN Games mendatang.


































Discussion about this post