Puisi 01
Telah kusibak
gumpalan kabut
yang menyelimuti luka-mu
kuruntuhkan benteng
tempat-mu terkurung
Kusingkap selimut kemalasan-mu
Ini jemariku, genggamlah
dan dengarkan pengakuanku ini
aku berjanji sedalam laut seluas langit
hanya dan hanya karena-mu
puisi ini mengalir kutulis
mengidupkan ruh kemerdekaan-mu
Bandung, 17 Agustus 2022
PUISI 02
Setetes air mata
melesat dari kelopak mata-mu
tiba-tiba berhenti di gempil pipi
menjadi telaga diam dan sunyi
kuselami hingga dasarnya
gelap dan hanya ada malam
Seberapa pedih
luka menghantui-mu!
Sebutir peluru muntah dari mulut senjata
desingannya seperih nasib bangsa
yang diombang-ambing kaum durja
Aku beranjak menyeka tangis-mu
jadi tameng siap menghadang
peluru dan pedang yang menghunus-mu
saat lengah, saat jejantung
berdentang terlalu kencang
Bandung, 17 Agustus 2022




































Discussion about this post