• Latest

Kampus Mengajar: Benarkah Sebuah Solusi?

15 May 2022
Pascapengerukan Sungai Cipadu, Pemkot Cirebon Ingatkan Kunci Utama Ada di Tangan Warga

Pascapengerukan Sungai Cipadu, Pemkot Cirebon Ingatkan Kunci Utama Ada di Tangan Warga

15 October 2026
Proyeksi Pemilu 2029: Parpol Kota Cirebon Diminta Bersiap Hadapi Potensi Pecah Dapil

Proyeksi Pemilu 2029: Parpol Kota Cirebon Diminta Bersiap Hadapi Potensi Pecah Dapil

14 October 2026
ADVERTISEMENT
Sejumlah Dokter Spesialis RS Gunung Jati Ngadu ke Komisi III, Minta Manajemen RS Dibenahi

Sejumlah Dokter Spesialis RS Gunung Jati Ngadu ke Komisi III, Minta Manajemen RS Dibenahi

14 October 2026
RSUD Gunung Jati Pastikan Layanan Medis Darurat Tetap Jalan di Tengah Rencana Skema Pembiayaan Baru

RSUD Gunung Jati Pastikan Layanan Medis Darurat Tetap Jalan di Tengah Rencana Skema Pembiayaan Baru

13 October 2026
Raih Prestasi di Tingkat Jawa Barat dan Nasional, Personel Polres Cirebon Kota Jadi Sumber Inspirasi Institusi

Raih Prestasi di Tingkat Jawa Barat dan Nasional, Personel Polres Cirebon Kota Jadi Sumber Inspirasi Institusi

12 October 2026
Stasiun Cirebon Kini Miliki Smart Toilet Berstandar Modern

Stasiun Cirebon Kini Miliki Smart Toilet Berstandar Modern

12 October 2026
Sebelum Musim Hujan, Pemkot Cirebon Gencar Perbaiki Drainase

Sebelum Musim Hujan, Pemkot Cirebon Gencar Perbaiki Drainase

12 October 2026
Wali Kota Cirebon Tinjau Progres Normalisasi Saluran Yang Sampai Ke Bawah Rel KA

Wali Kota Cirebon Tinjau Progres Normalisasi Saluran Yang Sampai Ke Bawah Rel KA

12 October 2026
Manfaatkan Lahan Pekarangan Kosong, Warga Ciremai Giri Perdana Panen Cabai

Manfaatkan Lahan Pekarangan Kosong, Warga Ciremai Giri Perdana Panen Cabai

12 October 2026
Pemkot Cirebon Kejar Target Layanan Dasar dan Proteksi Pekerja Rentan Usai Rakor Gubernur

Pemkot Cirebon Kejar Target Layanan Dasar dan Proteksi Pekerja Rentan Usai Rakor Gubernur

8 October 2026
Jelang Porprov XV, Kota Cirebon Matangkan Skema Akomodasi dan Mitigasi Atlet

Jelang Porprov XV, Kota Cirebon Matangkan Skema Akomodasi dan Mitigasi Atlet

8 October 2026
Raih Target 100% Penyebaran Rel, KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Teknologi Flash Butt Welding demi Keselamatan

Raih Target 100% Penyebaran Rel, KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Teknologi Flash Butt Welding demi Keselamatan

8 October 2026
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
Saturday, October 17 2026
  • Login
  • Register
portalnusa.id
Advertisement
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Stasiun Cirebon Kini Miliki Smart Toilet Berstandar Modern

    Stasiun Cirebon Kini Miliki Smart Toilet Berstandar Modern

    Raih Target 100% Penyebaran Rel, KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Teknologi Flash Butt Welding demi Keselamatan

    Raih Target 100% Penyebaran Rel, KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Teknologi Flash Butt Welding demi Keselamatan

    ​Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkot Cirebon Dorong Pengendalian Inflasi dan Ekosistem Digital

    Kerahkan Linmas hingga Satgas, Pemkot Cirebon Ketat Awasi Bantaran Sungai Sukalila dan Kalibaru

    ​Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkot Cirebon Dorong Pengendalian Inflasi dan Ekosistem Digital

    ​Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkot Cirebon Dorong Pengendalian Inflasi dan Ekosistem Digital

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    YUSEF MULDIYANA: TEATERAWAN SEJATI

    YUSEF MULDIYANA: TEATERAWAN SEJATI

    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Stasiun Cirebon Kini Miliki Smart Toilet Berstandar Modern

    Stasiun Cirebon Kini Miliki Smart Toilet Berstandar Modern

    Raih Target 100% Penyebaran Rel, KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Teknologi Flash Butt Welding demi Keselamatan

    Raih Target 100% Penyebaran Rel, KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Teknologi Flash Butt Welding demi Keselamatan

    ​Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkot Cirebon Dorong Pengendalian Inflasi dan Ekosistem Digital

    Kerahkan Linmas hingga Satgas, Pemkot Cirebon Ketat Awasi Bantaran Sungai Sukalila dan Kalibaru

    ​Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkot Cirebon Dorong Pengendalian Inflasi dan Ekosistem Digital

    ​Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkot Cirebon Dorong Pengendalian Inflasi dan Ekosistem Digital

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    YUSEF MULDIYANA: TEATERAWAN SEJATI

    YUSEF MULDIYANA: TEATERAWAN SEJATI

    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
portalnusa.id
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
Home Opini

Kampus Mengajar: Benarkah Sebuah Solusi?

Redaksi PortalNusa by Redaksi PortalNusa
15 May 2022
in Opini, Sosial Budaya
0
Ilustrasi: Program Kampus Mengajar Kemendikbudristek RI.

Ilustrasi: Program Kampus Mengajar Kemendikbudristek RI.

Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Twitter

Oleh: Nida Nurhamidah

Libur semester, mungkin orang-orang mulai bersantai sambil berpikir bagaimana berjalannya semester depan. Tak terkecuali juga aku yang bimbang dengan rencanaku di semester depan. Salah satu postingan Instagram membuatku berpikir untuk mengikuti program merdeka belajar – kampus merdeka yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim. Kampus merdeka? Apa itu MBKM? Kalau dicari di google, Kampus Merdeka, merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil.

Sekilas bagiku, tidak ada yang buruk dari program kampus merdeka. Bahkan, aku mendukung program ini karena mahasiswa diberikan kebebasan untuk mempelajari hal yang mungkin mereka pelajari (mungkin ini yang kumaknai sebagai esensi merdeka), mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyelam sambil minum air, belajar sekaligus mempraktikan ilmu yang didapat dengan magang, pemerintah bagus juga ya memfasilitasi mahasiswa untuk mendapat kompetensi yang tepat untuk di dunia kerja. Belum lagi, peserta Kampus merdeka mendapat berbagai keuntungan seperti konversi SKS, biaya hidup, dan bantuan UKT.

Ada 8 program merdeka belajar – kampus merdeka, yaitu : 1) Pertukaran Pelajar, 2) Magang/Praktik Kerja, 3) Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan 4) Penelitian/Riset, 5) Proyek Kemanusiaan, 6) Kegiatan Wirausaha, 7) Studi/Proyek Independen, 8) Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik.

Salah satu program merdeka belajar yang menarik perhatianku adalah kampus mengajar. Apa itu kampus mengajar? Kampus Mengajar adalah program yang memberi kesempatan bagi para mahasiswa untuk membantu guru dan kepala sekolah level SD dan SMP dalam menggelar kegiatan pembelajaran yang terdampak pandemi. Program ini dijalankan selama 1 semester. Secara spesifik, terdapat beberapa keuntungan kampus mengajar yaitu konversi mata kuliah 20 SKS, biaya hidup 1,2 juta perbulan, dan bantuan UKT 2,4 juta. Kampus mengajar pun memiliki harapan agar dapat menciptakan Pendidikan yang lebih baik.

Namun, setelah berpikir dua kali untuk mendaftar, ada satu hal yang mengganggu pikiranku.

“Kenapa ya bayarannya cukup besar sekitar 1,2 juta untuk kita yang belum bisa dikatakan tenaga profesional dan belum lulus kuliah? Lalu bagaimana dengan nasib para guru honorer dengan carut marut system Pendidikan Indonesia saat ini?”

“Kenapa ya semua jurusan bisa mengikuti kampus mengajar dan bisa mendapat konversi? Bagaimana jika ada jurusan non Pendidikan mengajar pelajaran yang tidak sesuai dengannya, dan dia tidak mendalami jurusannya secara utuh?”

“Kenapa ya programnya seakan akan menyiapkan tenaga siap kerja, bukan meningkatkan kualitas keilmuannya?”

“Apakah benar program ini merupakan representasi dari tri dharma perguruan tinggi karena secara langsung mengabdi pada masyarakat?”

Ada banyak pertanyaan yang pada akhirnya saya harus menuliskan jawabannya disini barangkali teman-teman juga berpikir demikian. Mungkin ini yang akan menjadi jawabannya, atau mari kita diskusikan :

1. Kenapa ya gajinya cukup besar sekitar 1,2 juta untuk kita yang belum bisa dikatakan tenaga profesional dan belum lulus kuliah? Lalu bagaimana dengan nasib guru honorer?

Setiap batch-nya, anggaran kampus merdeka selalu naik. Sekitar 1 Triliun digelontorkan untuk mendanai program kampus merdeka batch 2 dan ditambah 1,4 triliun pada program mengajar dan MSIB di tahun 2022.

“Lebih dari 70% mahasiswa yang disurvei itu memilih MSIB atau magang. Itu favorit sekali dan setelah itu Kampus Mengajar. Program MBKM ini menjadi jembatan emas untuk memberikan koneksi kurikulum pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri,”

Ketika kita lihat lagi, bagaimana dengan cara pemerintah membenahi guru honorer? Apakah pemerintah rela menggelontorkan anggaran yang sedemikian besarnya untuk perkembangan guru honorer?

2. Kenapa ya semua jurusan bisa mengikuti kampus mengajar dan bisa mendapat konversi? Bagaimana jika ada jurusan non Pendidikan mengajar pelajaran yang tidak sesuai dengannya, dan dia tidak mendalami jurusannya secara utuh?

Oh nyatanya, regulasi konversi SKS belum sempurna. 20 SKS belum tentu terkonversi semua hal tersebut bergantung dengan prodinya.

Benar, untuk jurusanku sendiri Pendidikan khusus, konversi SKS masih menjadi polemik, dosen pun mempertanyakan bagaimana keutuhan pemahaman mahasiswa mengenai jurusannya Ketika mengajar hal yang secara general. Hal tersebut disiasati dengan mengontrak kuliah sekaligus menjalankan kampus mengajar.

Hal ini berkaitan dengan kompetensi lulusan jurusan tersebut, bagaimana jika lulusan jurusan tersebut tidak memenuhi kompetensi karena sudah terkonversi? Banyaknya studi yang bisa diambil oleh membuat bimbang arah jalur studi dan kurang mendalami studi yang diambil.

3. Kenapa ya programnya seakan akan menyiapkan tenaga siap kerja, bukan meningkatkan kualitas keilmuannya?

Adanya kebijakan kampus merdeka sudah sangat jelas memiliki orientasi pada pasar bebas. Mahasiswa dicetak sebagai tenaga kerja siap kerja, bukan meningkatkan kualitas keilmuan tersebut. Bisa saja, universitas dipilih bukan untuk memajukan ilmu pengetahuan namun sebagai batu loncatan untuk menciptakan karier yang cemerlang.

Apalah arti ilmu pengetahuan dan kebenaran?

4. Apakah benar program ini merupakan representasi dari tri dharma perguruan tinggi karena secara langsung mengabdi pada masyarakat?

Kampus merdeka tidak menjawab bagaimana problematika guru yang masih rendah kualitasnya. Jika dicocokkan dengan Tri Dharma perguruan tinggi, UU PT no 12 tahun 2012 menyatakan “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar yang membuat peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.” Kampus mengajar belum membahas upaya peningkatan Pendidikan yang masih problematik, hanya menjawab persoalan teknis seperti bagaimana mahasiswa membantu guru-guru, bukan untuk meningkatkan kualitas guru yang lebih jangka Panjang bertemu dengan murid-muridnya.

5. Apakah sudah sejalan dengan esensi tujuan dibangunnya universitas?

Universitas adalah perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sekelompok disiplin ilmu. Universitas dibangun sebagai tempat pengembangan intelektual. Ilmu pengetahuan diperdebatkan, diafirmasi, dan diuji keabsahannya secara kontinu. Peran tersebut yang kelak akan mendorong perkembangan ilmu pengetahuan sebagai prasyarat kemajuan suatu peradaban.

Universitas pun harus memiliki batas-batas otonomi tertentu. Otonomi ini berfungsi untuk menjaga universitas untuk bebas dari intervensi domain kekuasaan (hukum, negara, atau modal), yang menjadi tujuan awal universitas, otonomi yang menjamin kebebasan akademik, sehingga universitas mengembangkan pengetahuan sebagai upaya memperoleh kebenaran dan kemajuan peradaban.

Lalu bagaimana dengan kondisi universitas sekarang? Universitas kini tidak merepresentasikan tujuan mendasar kenapa ia ada. Universitas kehilangan otonominya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban dan justru malah terpengaruh oleh intervensi domain politik, korporasi, dan organisasi kapitalis. Ilmu pengetahuan kini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar bebas.

Biodata Penulis:

Nida Nurhamidah, berusia 21 tahun dan kini sedang menempuh kuliah di prodi Pendidikan Khusus UPI. Gadis yang sangat menyukai warna kuning ini, memiliki hobi mengukir kenangan, entah itu bersama teman-teman, keluarga, atau orang-orang di sekelilingnya. Ia tidak terlalu pandai dalam menulis, namun ia selalu mengusahakan terbaik untuk mengungkapkan apa yang sedang ia pikirkan.

Tags: Kampus MengajarKemendikbudristek RIMerdeka BelajarPendidikan Khusus UPI Bandung
Iklan Iklan Iklan
ADVERTISEMENT
Previous Post

KEMATIAN FILOSOFIS SHIREEN ABU AKLEH

Next Post

Hari Solidaritas Tubaba Untuk Shireen Abu Akleh

Redaksi PortalNusa

Redaksi PortalNusa

Jendela Informasi Nusantara

Related Posts

Hari Kunjungan Perpustakaan Dispusip Kabupaten Bandung Diisi Apresiasi dan Kolaborasi Literasi

by Amran H.
16 September 2026
0
29

PortalNusa.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bandung menggelar Hari Kunjungan Perpustakaan di kantor Dispusip Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu...

AKSI ESTETIK SENIMAN MENGGEDOR KESADARAN

AKSI ESTETIK SENIMAN MENGGEDOR KESADARAN

by Doddi Ahmad Fauji
29 August 2026
0
20

Bandung, | Menyikapi kondisi sosial kultur yang makin enigmatik, seperti jalan bercabang-cabang, namun semuanya tampak samar bahkan menakutkan, sejumlah seniman...

TBM Auliyaa Gelar Lokakarya Menulis Cerpen dari Banpem Komlit

by Amran H.
23 August 2026
0
33

BANDUNG — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Auliyaa menjadi satu-satunya penerima Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Literasi (Banpem Komlit) tahun anggaran 2026...

Next Post
Hari Solidaritas Tubaba Untuk Shireen Abu Akleh

Hari Solidaritas Tubaba Untuk Shireen Abu Akleh

Mutasi Pimpinan di SDN 030 Citateun Bandung

Mutasi Pimpinan di SDN 030 Citateun Bandung

Kobar Api Kebangsaan

Kobar Api Kebangsaan

Keuntungan Berlanjut Meresensi Buku

Keuntungan Berlanjut Meresensi Buku

Discussion about this post

Advertorial

https://youtu.be/jk4SPl9IYFs

Trending

  • Pembenahan Sistem dan Transparansi Layanan Publik sebagai Langkah Membangun Integritas Sektor Pendidikan

    Pembenahan Sistem dan Transparansi Layanan Publik sebagai Langkah Membangun Integritas Sektor Pendidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pencalonan Kades Incumbent di Subang Dipertanyakan, Warga Geruduk Kantor Desa Lengkong Tuntut Kelengkapan Persyaratan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Gunung Jati Pastikan Layanan Medis Darurat Tetap Jalan di Tengah Rencana Skema Pembiayaan Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Raih Prestasi di Tingkat Jawa Barat dan Nasional, Personel Polres Cirebon Kota Jadi Sumber Inspirasi Institusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Raih Target 100% Penyebaran Rel, KAI Daop 3 Cirebon Terapkan Teknologi Flash Butt Welding demi Keselamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pascapengerukan Sungai Cipadu, Pemkot Cirebon Ingatkan Kunci Utama Ada di Tangan Warga

Pascapengerukan Sungai Cipadu, Pemkot Cirebon Ingatkan Kunci Utama Ada di Tangan Warga

15 October 2026
4
Proyeksi Pemilu 2029: Parpol Kota Cirebon Diminta Bersiap Hadapi Potensi Pecah Dapil

Proyeksi Pemilu 2029: Parpol Kota Cirebon Diminta Bersiap Hadapi Potensi Pecah Dapil

14 October 2026
5
Sejumlah Dokter Spesialis RS Gunung Jati Ngadu ke Komisi III, Minta Manajemen RS Dibenahi

Sejumlah Dokter Spesialis RS Gunung Jati Ngadu ke Komisi III, Minta Manajemen RS Dibenahi

14 October 2026
5
RSUD Gunung Jati Pastikan Layanan Medis Darurat Tetap Jalan di Tengah Rencana Skema Pembiayaan Baru

RSUD Gunung Jati Pastikan Layanan Medis Darurat Tetap Jalan di Tengah Rencana Skema Pembiayaan Baru

13 October 2026
8

RSS feed: PortalNusa Youtube PortalNusa Youtube

  • Shabira Farm, Peternakan Cacing di Kp. Padamukti, Desa Margamukti, Pangalengan, Kab. Bandung, Jabar. 9 October 2026
  • 6 Agustus 2026 6 August 2026
  • Kondisi Ciliwung bendungan Katulampa tadi siang seperti ini.."Waspada kemarau panjang " 23 July 2026
  • Datangi Dewan Pers, Mahmud Marhaba: PJS Resmi Menjadi Calon Konstituen Dewan Pers. 23 July 2026
  • Warga pengguna jalan, mengeluhkan rusaknya jalan di Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, Jabar. 5 July 2025
  • Warga Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, meminta jalan diperbaiki agar mendongak perekonomian. 6 May 2025
  • Komplain Oppo F11 23 April 2025
  • Penampakan angin puting beliung di Desa Bugis Kab. Indramayu, Minggu 16/03/25 sore. 17 March 2025
  • Puluhan Rumah di Desa Bugis, Kab. Indramayu hancur diterjang angin puting beliung, sore 16/03/25 17 March 2025
  • Viral lagu "Bayar Bayar Bayar", Band Punk Sukatani cabut lagu dan minta maaf pada Polri. 21 February 2025
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?