• Latest
Helena Dewi Justicia: Pejuang Keadilan

Pelangi Sesudah Hujan

11 June 2022
Miris, Dinas Yang Dibutuhkan Masyarakat, Minim Fasilitas. Dewan Desak Pemkot Optimalkan Sarpras Damkar

Miris, Dinas Yang Dibutuhkan Masyarakat, Minim Fasilitas. Dewan Desak Pemkot Optimalkan Sarpras Damkar

25 May 2026
Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

25 May 2026
ADVERTISEMENT
Sukses Jaga Ketertiban Perayaan Persib, KNPI Cirebon Apresiasi Kapolres AKBP Eko Iskandar

Sukses Jaga Ketertiban Perayaan Persib, KNPI Cirebon Apresiasi Kapolres AKBP Eko Iskandar

24 May 2026
Aston Villa Juara Europa League!

Aston Villa Juara Europa League!

23 May 2026
Tak Cuma Gelar Pangan Murah, Pemkot Cirebon Juga Bagi-bagi Paket Protein Cegah Stunting

Tak Cuma Gelar Pangan Murah, Pemkot Cirebon Juga Bagi-bagi Paket Protein Cegah Stunting

23 May 2026
Kawal Konvoi Kemenangan Persib, Kapolres Cirebon Kota Imbau Bobotoh Jaga Ketertiban

Kawal Konvoi Kemenangan Persib, Kapolres Cirebon Kota Imbau Bobotoh Jaga Ketertiban

23 May 2026
Sinergi Pemkot Cirebon dan Media, Effendi Edo Tekankan Pentingnya Kolaborasi Berkelanjutan

Sinergi Pemkot Cirebon dan Media, Effendi Edo Tekankan Pentingnya Kolaborasi Berkelanjutan

23 May 2026
Aksi PSDK das Citarum dan Walhi Jabar dalam Resistence Climbing for Citarum [Istimewa]

PSDK dan Walhi Gelar Aksi Sambut Hari Citarum 2026

22 May 2026
Harga Aspal Naik Imbas Situasi Global, Volume Perbaikan Jalan di Kota Cirebon Terancam Berkurang

Harga Aspal Naik Imbas Situasi Global, Volume Perbaikan Jalan di Kota Cirebon Terancam Berkurang

22 May 2026
Profil Kang Amran Relima Kabupaten Bandung

Profil Kang Amran Relima Kabupaten Bandung

21 May 2026
Polisi Tewas di Kantor Polisi: Bukan Perkara Pidana Biasa

Polisi Tewas di Kantor Polisi: Bukan Perkara Pidana Biasa

21 May 2026
Nilai Tak Berdasar Hukum, Dosen Unbari Surati Dikti terkait Penunjukan Pj Rektor

Nilai Tak Berdasar Hukum, Dosen Unbari Surati Dikti terkait Penunjukan Pj Rektor

21 May 2026
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
Wednesday, June 3 2026
  • Login
  • Register
portalnusa.id
Advertisement
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

    Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

    Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi, Relima Bertambah Jadi 360 Orang di 322 Wilayah

    Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi, Relima Bertambah Jadi 360 Orang di 322 Wilayah

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Belum Juga Setahun, Pengaduan Masyarakat ke OJK Cirebon Sudah 900 Aduan

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

    Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

    Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi, Relima Bertambah Jadi 360 Orang di 322 Wilayah

    Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi, Relima Bertambah Jadi 360 Orang di 322 Wilayah

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Belum Juga Setahun, Pengaduan Masyarakat ke OJK Cirebon Sudah 900 Aduan

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
portalnusa.id
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
Home Perbincangan

Pelangi Sesudah Hujan

Doddi Ahmad Fauji by Doddi Ahmad Fauji
11 June 2022
in Perbincangan
0
Foto Dok Pri

Foto Dok Pri

Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Twitter

Tulisan di bawah, dikirim oleh penyair Eka Budianta melalui japri WA, sebagai obituari untuk mengenang aktivis lingkungan cum psikolog Helena Dewi Justicia, yang mangkat pada 6 Juni 2022, dalam usia 50 tahun. Kepedulian terhadap lingkungan, menjadi tugas semua manusia, yang bebas dari sekat SARA. Redaksi memandang perlu memberikan penghargaan kepada aktivis lingkungan, maka karena itu, tulisan Eka Budianta dari japri WA, diperpanjang gaungnya, dengan dimuatkan di portalnusa.id

Sebelum tulisan ini, jurdik.id juga melakukan pemuatan dari esai atau wawancara, yang bertema melestarikan lingkungan hidup. Selamat membaca.


Oleh Eka Budianta

Misa pelepasan jenasah Helena Dewi Justicia diadakan di Gereja Maria Bunda Karmel (MBK), Paroki Tomang, Jakarta Barat.  Romo Valentinus Untung Polo Maing O’Carm berkata, “Tidak ada habisnya bicara tentang Ibu Helena.”  Dalam homili hari itu, Rabu 8 Juni 2022, Pastor juga menyatakan bahwa Helena seperti Bunda Maria yang tetap tabah mendampingi puteranya disalib. Sebab percaya bahwa setelah hujan (penderitaan) langit akan cerah.

Sungguh benar sekali. Helena wafat Senin 6 Juni pagi-pagi dan dikremasi di Oasis Lestari dua hari berikutnya.   Hari pertama kami tidak bisa langsung ke Rumah Duka, tapi mengikuti misa requiem secara daring, bersama sekitar 70 orang peserta.  Bila ditambah yang hadir langsung mungkin 150 orang, berlangsung khidmat dan mengharukan. Hari berikutnya, Selasa malam ada misa tutup peti, saya juga mengikuti secara daring.  Baru hari ketiga, saya dan Melani – istri saya,  hadir dalam misa luring di gereja MBK yang megah itu.

Selama hidupnya, hanya beberapa kali saya bertemu Helena.  Meskipun begitu, saya merasa punya catatan istimewa dan harus ditulis.  Maka saya kontak teman yang mengelola media daring, TempusDei, bernama Emanuel Dapa Loka. “Saya tidak mengenal secara pribadi.  Hanya sering dengar Namanya. Ikut berdoa untuk keselamatan jiwanya,” jawab aktifis dari Sumba itu.  Lalu saya kirim tautan yang memuat karya-karya Helena dari laman Pengarang Bersatoe.Com.

Saya tambahkan “Layak dibuat obituari untuk TempusDei” dengan emotikon sebuah hati. Ternyata Emanuel menjawab, “Saya tidak punya cukup bahan, kalau Bapak Eka punya bahan, tolong dituliskan.”  Setelah mengikuti ibadah requiem secara daring itu, saya kirimkan obituari singkat. Diterima dengan senang hati oleh Emanuel, dengan komentar “Mbak Helena seorang pencerah.” Isi selengkapnya berikut ini:

MENGENANG HELENA DEWI JUSTICIA

Posting terakhir Helena Dewi Justicia, Jumat 11 Maret 2022 tentang Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) yang sangat bersejarah.  Helena mengingatkan Supersemar ditanda-tangani oleh Bung Karno.  Begitu tulisnya di Laman Perpustakaan St. Andreas tempatnya bertugas sebagai pustakawati.   Berikutnya dia tambahkan, hari itu umat Katolik berpantang makan daging. “Sama dengan pasien kanker,” katanya.

Setelah itu dia tidak menulis lagi, akibat koma sampai Senin, 6 Juni 2022 diberitakan wafat pukul 04 pagi, dalam usia 50 tahun.  Siapakah Helena?  Pertama kali bertemu dalam Lokakarya Lingkungan di Malang, saya terpana.  Dia narasumber tetap tenang menghadapi serangan “penyelundup” yang jelas-jelas datang untuk mengacau pertemuan itu.  Saya juga pembicara, satu panel bersama Helena.  Bedanya saya sangat panik dan ketakutan saat 3 atau 4 orang berteriak-teriak menganggap kami mengekor program pemerintah.

Helena tenang sekali, terus mencatat usul-usul yang masuk, tanpa menghiraukan teriakan-teriakan para pengacau.  Setelah merasa diabaikan, para pengacau itu meninggalkan ruangan. Lokakarya dapat diselamatkan.  Kesan mendalam itu perlu dicatat sebagai prestasi penting bagi perempuan kelahiran Malang, 3 Februari 1972.  Saya baru maklum karena ternyata dia lulusan S-2 Psikologi Sosial dari Universitas Indonesia.

“Helena itu sangat cerdas. Rumahnya seperti gudang buku,” kata Bambang Sasmita Utomo pakdenya. “Helena memang pejuang literasi yang menghimpun buku dari berbagai sumber untuk dikirimkan ke daerah-daerah terpencil.” Sebelum pindah ke Jakarta, Helena menyelesaikan S-1 di Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jember, Jawa Timur.  Selama beberapa tahun, Helena tinggal di rumah kakak dari ibunya itu.

Ayah Helena adalah J.A. Noertjahjo, pensiunan wartawan Kompas dan pejuang kemanusiaan dari kota Malang.  Dari ayahnya Helena mewarisi bakat mengamati lingkungan dengan seksama dan menyukai sejarah.  Helena suka mencatat teladan para pahlawan, termasuk R.A. Kartini dan para misionaris yang bekerja di berbagai daerah.  “Dalam penderitaan Bersama, akan tercapai saling pemahaman,” tulisnya dalam laporan bertajuk Pandemi Bukan Berarti Terhentinya Empati.

Sebagai penulis, Helena sering meliput kegiatan rohani termasuk ke pulau-pulau di Nusa Tenggara.  Dalam esainya terakhir tentang perayaan Natal 2021, Helena mencatat, “Umat Katolik dipanggil untuk lebih memperhatikan dan membantu mereka yang kecil, lemah, miskin, sakit, tersingkir dan difabel.”

Helena meninggalkan suami bernama Deuxiemanto yang bekerja di sebuah penerbit terkenal.  Adiknya, bernama Indra Nurpatria meneruskan Facebook Helena selama tidak sadar sejak bulan Maret lalu.  Atas nama keluarga, Indra berterima kasih untuk doa dan perhatian para rohaniwan serta teman-teman Helena.  Jenasah aktifis literasi yang sangat berbakat itu akan dikremasi hari Rabu, 8 Juni 2022 di Oasis Lestari, Tangerang.

Semoga ketenangan dan kesungguhan Helena menjadi inspirasi bagi generasi penerus.  Selamat beristirahat dalam damai abadi.  Teladanmu tidak akan kami lupakan. (Tayang di www.tempusdei.id pukul 22:36 Senin, 6 Juni 2022)

KANKER DARAH DAN KEHENDAK ALLAH

Beruntung dalam misa virtual itu saya “bertemu” dengan Pakdenya Helena, yaitu Bapak Bambang Sasmita Utama.  Setelah misa bisa saya telpon sebentar, untuk menanyakan tanggal lahir dan lainnya.  Tetapi, karena buru-buru,  “obituari singkat” tulisan saya itu jauh dari lengkap.  Setelah diunggah dalam ke dalam beberapa grup WA, sejumlah pertanyaan bermunculan.

“Helena sakit apa?”  tanya Shierly Novalita Yappy, teman  penulis dan dosen di Surabaya.

“Siapa itu Helena?” tukas Cik Bie Tien tokoh yang saya segani di Grup WA Alumni Ikesa (Ikatan Keluarga Santo Albertus) – SMAK Dempo, Malang.

“Mengapa tidak dituturkan penyebab kematiannya?” selidik Doddi Ahmad Fauzi, pejuang literasi yang terkenal di Jawa Barat.

Selain lebih dari seratus ungkapan turut berduka-cita, saya mendapat banyak pertanyaan serupa.

Waduh!  Ternyata saya tidak menyinggung sakitnya sama sekali.  Mungkin saya memang tidak tahu – selain mendengar bahwa sudah lama dia menderita karena kanker darah.  Mungkin juga saya ingin menghindari kenyataan bahwa Helena sudah dalam keadaan koma cukup lama.  Hemat saya, kisah penderitaannya tidak perlu diperpanjang.  Saya hanya ingin mengenang hidupnya yang patut diteladani dan disyukuri.

Pertama, secara tidak sadar, saya telah mengabaikan kaidah jurnalistik 5 W + 1 H (Who, what, where, when, why dan how) – Siapa, apa, di mana, kapan, mengapa dan bagaimana itu!  Kalau ini ujian jelas “laporan” saya tidak bisa dibenarkan.  Padahal, menulis obituari – adalah tugas yang sangat menentukan kalua mau lulus dari sekolah jurnalistik. Belakangan, setelah kremasi selesai, baru saya sempat tanyakan kepada sumber yang paling saya percaya, yaitu Bapak J.A. Noertjahjo.

“Wah! Ceritanya Panjang,” jawab ayah Helena, yang juga sobat ayah mertua saya Paulus Johari Pranaya (1919-2004). “Sejak akhir 2019, Helena terkena lymphoma.  Tumor atau kanker darah itu bersarang di otaknya.  Awalnya Helena tidak mau dioperasi, sampai satu tahun ia menjalani terapi herbal.  Putri kami itu lebih percaya pada kehendak Allah.  Baru setelah diyakinkan oleh seorang Rohaniwan bahwa pengobatan dan teknologi modern pun sesuai dengan ajaran agama dan kehendak Tuhan, Helena bersedia diopname.”

Memang ceritanya dramatis dan prosesnya panjang.  Suatu hari Helena sempat pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit, sehingga bisa dipindai kondisi otaknya. Maklum, sekitar satu tahun Helena lebih suka berobat secara tradisional. Dokternya  bilang bahwa tumornya menjadi tiga kali lebih besar dibandingkan pada saat bertemu pertama.  “Sekarang Helena sendiri yang menentukan.  Bukan suami, bukan ayah, bukan juga pastor,” begitu kata Johanes Agustinus Noertjahjo menirukan dokter terkenal yang memeriksa putrinya.

Setelah itu, Helena mendapat perawatan yang lebih serius, terutama karena sering pingsan.   “Terakhir kali tidak sadarkan diri mulai Kamis Putih 14 April 2022.” Begitu kata Pak Noer yang setelah Helena meninggal, bertekad pindah ke Jakarta dan menjual rumahnya di Malang.

Kedua, saya juga tidak menjelaskan siapa Helena, apa kompetensinya dan mengapa kita perlu mengenalnya.  Seolah-olah saya merasa semua sudah mengenal Helena.  Dari pagi buta, selang dua jam setelah dikabarkan wafat sekitar pukul empat, sudah muncul tulisan dari Sutriyono  Robert, aktifis Komunitas Deo Gratias. Dia menceritakan persahabatan Helena dengan seorang Rohaniwan di Purwokerto yaitu Romo Blasius Slamet Lasmunadi, Pr.

“Ketika Rm Slamet meninggal pada Agustus 2010, Mbak Helena datang melayat di Purwokerto,” tulis Sutriyono.  Sungguh luar biasa karena persahabatan yang hanya berlangsung secara virtual, melalui Facebook, berakhir indah, ketika salah seorang meninggal dunia. Sahabat sejati itu hadir untuk memberi penghormatan terakhir.  Kesungguhan hati seorang Helena semakin saya sadari, ketika mendengar kotbah, “Ibu Helena seperti Bunda Maria yang tetap tabah melihat Yesus, putranya, tergantung di kayu salib.”

Ketiga, saya seharusnya menjelaskan mengapa saya dan Helena sebagai narasumber mendapat gangguan berupa cemooh dalam lokakarya lingkungan di Malang.  Sebenarnya saya ingin melupakan saja pengalaman yang kurang menyenangkan itu.  Kita tahu, Helena dikenal sebagai editor dan fotografer yang sangat kompeten.  Dia menjadi konsultan dan penulis untuk berbagai penerbitan jurnal dan buku.  Lebih dari itu, ternyata ia sangat presisten dan konsisten. Keteguhan dan ketenangannya ketika diolok-olok (diurak, istilah di Malang) patut dicatat, diteladani dan dikagumi.

Sebagai mantan pemimpin redaksi majalah lingkungan Pancaroba (1994-1999) saya mempunyai standar klasik yang sama dengan Helena. Setiap tulisan perlu memberikan pesan yang jelas dan solusi.  Setiap foto yang dimuat sebagai ilustrasi diusahakan menyentuh, indah dan menginspirasi.  Hingga awal tahun 2000-an, komunikasi lingkungan berusaha memberi kesadaran secara lembut.  Tidak mungkin dan tidak boleh kita memuat foto yang jorok, semisal tukang sampah menyantap makanan yang sudah dibuang.

Dengan menyarankan kebenaran yang klasik dan romantis itu saya dan Helena jelas bisa dikecam terlalu idealis dan tidak realistis.  Tetapi demikianlah yang kami yakini benar, perlu ditindak-lanjuti dan dikembangkan.  Pada saat lokakarya itu, contoh-contoh terbaik sangat diperlukan dan dipromosikan sebagai ‘best practices’.    Sayangnya, hal itu dimanfaatkan oleh para ‘pengacau’ untuk menyerang kami sebagai pemrasaran.  Sekarang saya bersyukur justru pada saat yang kritis telah didampingi seorang master psikologi sosial yang handal, pejuang literasi yang teguh.

“Dalam tekanan penyakit, Mbak Helena memperlihatkan kemenangan pergumulan spiritual,” tulis Sutriyono Robert yang secara spontan mengunggahnya di FaceBook sekejap setelah Helena wafat. “Tak ada sedu sedan.  Tak ada ratapan dalam catatan-catatan yang rajin beliau tulis dan pasang di FB.  Di sela itu, Mbak Helena mengelola perpustakaan dan juga membantu menerima sumbangan buku dan menyalurkan kembali ke komunitas yang membutuhkan di pelosok negeri.”

Seperti saya duga, wafatnya Helena menyentuh banyak orang dan menjadi berita di media daring termasuk Sesawi.Net.  Di sebuah laman lain, seorang penyair bernama Simply da Flores dari Harmony Institute menulis puisi berjudul Sebatang Lilin Literasi. “Helena itu lilin literasi / sebuah lilin dalam gulita / patrikan amal makna cinta / dalam karya sahaja nyata,” tulisnya.

Sama seperti ayahnya, saya juga tidak habis heran betapa banyak kegiatan puteri yang dilahirkan oleh Ibu Theresia Maria Endang Tri Martati ini.  Seluruh ibadahnya, mulai dari requiem, tutup peti hingga pelepasannya berlangsung khidmat.  Dari banyaknya pelayat yang hadir saya baru tahu bahwa Helena sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan rohani.

Sesaat sebelum jenasahnya berangkat menuju kremasi, hujan turun lebat.  Sesudahnya tentu langit menjadi cerah.  Pasti, Helena meninggalkan pelangi yang indah di hati banyak orang. ***

*) Eka Budianta, lahir di Ngimbang, Lamongan, 1 Februari 1956, alumnus Leadership for Environment And Development (LEAD International) dengan studi lapangan di Costa Rica,Okinawa – Jepang, dan Zimbabwe, Afrika Tengah. Mengenal Helena Dewi Justicia sebagai aktifis literasi dan promotor cinta lingkungan.

Iklan Iklan Iklan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Helena Dewi Justicia: Pejuang Keadilan

Next Post

Dalam Acara Pertunjukan Seni Budaya Cirebon, Kepala Disbudpar Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak

Doddi Ahmad Fauji

Doddi Ahmad Fauji

The Al Berto, Former Wartawan at Media Indonesia 1998 - 2005, Manajer Marketing Majalah Arti, Pemimpin Redaksi at Sanggar Literasi SituSeni Mediatif, Wartawan Senior PortalNusa.Id dan Jurdik.Id

Related Posts

Miris, Dinas Yang Dibutuhkan Masyarakat, Minim Fasilitas. Dewan Desak Pemkot Optimalkan Sarpras Damkar

Miris, Dinas Yang Dibutuhkan Masyarakat, Minim Fasilitas. Dewan Desak Pemkot Optimalkan Sarpras Damkar

by Redaksi PortalNusa
25 May 2026
0
3

Portalnusa.id – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana Dinas...

Nilai Tak Berdasar Hukum, Dosen Unbari Surati Dikti terkait Penunjukan Pj Rektor

Nilai Tak Berdasar Hukum, Dosen Unbari Surati Dikti terkait Penunjukan Pj Rektor

by Redaksi PortalNusa
21 May 2026
0
7

JAMBI - Polemik kepemimpinan di Universitas Batanghari (Unbari) Jambi kembali memanas setelah muncul penunjukan Penjabat (Pj) Rektor baru oleh Yayasan...

Aditya Ansor Alsunah dan Coretan Pena Publishing

Aditya Ansor Alsunah dan Coretan Pena Publishing

by Rudi Subagja
20 May 2026
0
16

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan sebuah gerakan yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, budaya,...

Next Post
Dalam Acara Pertunjukan Seni Budaya Cirebon, Kepala Disbudpar Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak

Dalam Acara Pertunjukan Seni Budaya Cirebon, Kepala Disbudpar Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak

Antara Mbah Surip, Eril, dan Kyai Fritz

Antara Mbah Surip, Eril, dan Kyai Fritz

Sekolah di Madrasah Diniyah Itu Wajib, Ini Kata FKDT Cidolog

Sekolah di Madrasah Diniyah Itu Wajib, Ini Kata FKDT Cidolog

Kasatlantas Polres Ciko, Tepis Penilangan Penggunaan Sendal Jepit

Kasatlantas Polres Ciko, Tepis Penilangan Penggunaan Sendal Jepit

Discussion about this post

Advertorial

https://youtu.be/jk4SPl9IYFs

Trending

  • Helena Dewi Justicia: Pejuang Keadilan

    Pelangi Sesudah Hujan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Helena Dewi Justicia: Pejuang Keadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cek Kesiapan Asean Paragames, Menpora Gelar Rapat Koordinasi Dengan Wali Kota Solo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAD Parkir Tidak Sesuai Target, Kadishub: Banyak Yang Harus Diperbaiki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terima Surat Edaran KemenPAN-RB, BPKSDM Kota Cirebon Diminta Pemetaan Tenaga Honorer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Miris, Dinas Yang Dibutuhkan Masyarakat, Minim Fasilitas. Dewan Desak Pemkot Optimalkan Sarpras Damkar

Miris, Dinas Yang Dibutuhkan Masyarakat, Minim Fasilitas. Dewan Desak Pemkot Optimalkan Sarpras Damkar

25 May 2026
3
Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

25 May 2026
5
Sukses Jaga Ketertiban Perayaan Persib, KNPI Cirebon Apresiasi Kapolres AKBP Eko Iskandar

Sukses Jaga Ketertiban Perayaan Persib, KNPI Cirebon Apresiasi Kapolres AKBP Eko Iskandar

24 May 2026
9
Aston Villa Juara Europa League!

Aston Villa Juara Europa League!

23 May 2026
4

RSS PortalNusa Youtube

  • Warga pengguna jalan, mengeluhkan rusaknya jalan di Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, Jabar. 5 July 2025
  • Warga Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, meminta jalan diperbaiki agar mendongak perekonomian. 6 May 2025
  • Komplain Oppo F11 23 April 2025
  • Penampakan angin puting beliung di Desa Bugis Kab. Indramayu, Minggu 16/03/25 sore. 17 March 2025
  • Puluhan Rumah di Desa Bugis, Kab. Indramayu hancur diterjang angin puting beliung, sore 16/03/25 17 March 2025
  • Viral lagu "Bayar Bayar Bayar", Band Punk Sukatani cabut lagu dan minta maaf pada Polri. 21 February 2025
  • Bahlil Buat Gaduh Penjualan Gas Subsidi, Seekor Ular Okupasi Gudang Agen Gas LPG di Kab. Mamuju 4 February 2025
  • Dosen ASN Gaduh karena Disebut Bukan Pegawai 4 February 2025
  • Kondisi Warga Kp. Sidang Hayu, Desa Curugluhur, Kec. Sagaranten, Sukabumi pasca banjir bandang 4/12 9 December 2024
  • Aspirasi Masyarakat terdampak banjir Sukabumi 04/12, 9 December 2024
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?