Portalnusa.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus berupaya menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayahnya. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 serta Pemberian Soft Skill bagi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Cirebon Iing Daiman menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin antara Pemkot Cirebon, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Dinas Tenaga Kerja, serta para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.
“Hari ini kita bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja, dan stakeholder terkait menyelenggarakan Pelatihan Vokasi Batch 3 Nasional. Tentunya kami dari Pemerintah Kota Cirebon mengapresiasi sinergi dan kolaborasi ini,” ujar Iing Daiman.
Iing menjelaskan bahwa isu ketenagakerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Cirebon. Oleh karena itu, program pelatihan ini menjadi ikhtiar nyata pemerintah untuk memfasilitasi para pencari kerja agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja maupun dunia usaha.
“Terkait dengan ketenagakerjaan, ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bahwa Pemerintah Kota Cirebon sangat concern untuk memfasilitasi, mengurangi, atau menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka yang sampai saat ini masih di posisi 6,42 persen. Tentunya ini bagi Pemkot Cirebon adalah salah satu ikhtiar untuk para calon pencari kerja, membekali mereka dari sisi kompetensi dan lain sebagainya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Iing menyebutkan bahwa para peserta pelatihan ini merupakan warga yang terdata berasal dari Kota Cirebon dan telah melewati proses seleksi ketat.
Ia juga menekankan bahwa konsep pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk mengarahkan peserta menjadi pekerja di perusahaan, melainkan juga membekali mereka agar mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Konsepnya tidak hanya mencari peluang kerja, tapi juga bagaimana menciptakan peluang kerja, seperti menjadi tenaga kerja mandiri, misalkan wirausaha dan lain sebagainya,” pungkas Iing.
Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Cirebon terus berupaya memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran melalui serangkaian program pelatihan keterampilan (skill training).
Kepala Disnaker Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, menyampaikan bahwa pihak kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar semakin banyak warga Kota Cirebon yang siap bekerja maupun wirausaha.
“Bagaimana caranya supaya lebih banyak lagi orang di Kota Cirebon untuk bisa bekerja atau berusaha,” ujar Ma’ruf Nuryasa
Ma’ruf menjelaskan, pada pelatihan batch sebelumnya (batch 2), Disnaker telah membuka dua kelas keahlian, yakni digital marketing dan teknisi handphone. Sedangkan untuk gelombang pelatihan terbaru (batch 3) yang saat ini dibuka, terdapat penambahan hingga lima jurusan pelatihan.
“Nanti yang baru dibuka yang sekarang itu ada lima. Selain digital marketing dan teknisi handphone, ada operator sewing (menjahit), barista (peramu kopi), dan satu lagi roti dan kue,” terangnya.
Program pelatihan ini tidak sekadar memberikan keterampilan soft skill maupun hard skill, melainkan dirancang agar selaras (link and match) dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Disnaker berharap para alumni pelatihan dapat langsung terserap di pasar kerja atau membuka lapangan usaha sendiri.
“Goal-nya, tujuan yang lebih ini dari pelatihan itu bagaimana kita bisa link and match dengan kebutuhan dunia kerja sebetulnya. Jadi kami berharap tidak berhenti hanya di pelatihan, bagaimana caranya peserta ini nanti juga bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja,” kata Ma’ruf.
Untuk memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja, Disnaker Kota Cirebon juga melibatkan calon pemberi kerja secara langsung selama proses pelatihan. Langkah ini dilakukan melalui kunjungan industri hingga pengajaran materi oleh pihak perusahaan.
“Makanya mulai sekarang kami mencoba di setiap program pelatihan itu ada kunjungan industri dan juga ada pemberian materi dari perusahaan (calon pemberi kerja), supaya nanti bisa tahu dan lebih ada link and match antara pencari kerja dengan pemberi kerja,” tambahnya.
Terkait proses pendaftaran dan seleksi, Ma’ruf menjelaskan bahwa seluruh informasi dibuka secara transparan kepada masyarakat melalui berbagai media resmi.
Pencari kerja yang berminat dapat mendaftarkan diri secara daring melalui akun Siap Kerja. Setelah itu, para pendaftar akan melewati beberapa tahapan seleksi.
“Teman-teman peserta itu nanti bisa daftar melalui akun Siap Kerja. Nanti ada tahapan asesmen dan wawancara dengan tim kami dari Disnaker,” pungkasnya.






























Discussion about this post