PANGALENGAN – Relawan PMI Pangalengan kembali menggelar kegiatan donor darah di Aula Kecamatan Pangalengan sebagai upaya memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap aksi kemanusiaan. Kegiatan yang berlangsung dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat ini diikuti oleh 108 pendaftar, namun setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan, dan sebanyak 72 orang yang memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya.
Koordinator kegiatan, H. Nana Rukmana, juga selaku Ketua PMI Pangalengan, mengatakan bahwa donor darah di wilayah Pangalengan telah menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap tiga bulan. Bahkan di tingkat desa, yakni Desa Lamajang, Desa Margaluyu, serta di wilayah proyek yakni IKPT Magma Proyek kegiatan serupa telah berlangsung secara konsisten.
“Donor darah di Pangalengan sudah rutin dilaksanakan setiap tiga bulan. Di Desa Lamajang, Desa Margaluyu dan di IKPT Magma Proyek juga sudah berjalan dengan baik. Harapan kami, seluruh 14 desa di Kecamatan Pangalengan dapat menyelenggarakan donor darah secara bergiliran sehingga setiap bulan selalu ada kegiatan donor darah di wilayah Pangalengan,” ujar H. Nana.
Menurutnya, penyelenggaraan donor darah tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar. Dengan anggaran sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, kegiatan donor darah sudah dapat dilaksanakan, asalkan tersedia sedikitnya 60 hingga 100 orang pendaftar.
Ia menjelaskan, semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam donor darah, semakin besar pula manfaat yang akan dirasakan warga Pangalengan ketika membutuhkan darah.
“Kalau masyarakat Pangalengan aktif mendonorkan darahnya, insyaallah warga Pangalengan tidak akan mengalami kesulitan saat membutuhkan darah di PMI Kabupaten Bandung,” tambahnya.
Bagi para peserta, donor darah bukan hanya bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah seorang peserta donor, Lina, mengaku rutin mengikuti donor darah karena merasakan manfaatnya secara langsung.
“Saya mengikuti donor darah untuk menjaga kesehatan. Setelah donor, tubuh akan memproduksi darah baru sehingga badan terasa lebih segar. Menurut saya, ini juga menjadi salah satu rahasia agar tetap sehat dan awet muda,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut turut hadir Amran Halim, S.S, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI Kabupaten Bandung. Kehadirannya merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi antara gerakan literasi dan kegiatan kemanusiaan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat donor darah.
Amran menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat donor darah, khususnya bagi pendonor itu sendiri. Karena itu, pihaknya berkomitmen menghadirkan kampanye literasi yang mudah dipahami masyarakat.
“Dalam tugas kami membumikan literasi di Kabupaten Bandung, kami akan mengembangkan media kampanye mengenai pentingnya donor darah, termasuk menjelaskan manfaat donor darah bagi pendonor. Ke depan kami juga akan mendorong kolaborasi agar kegiatan donor darah dapat diselenggarakan di desa-desa di Kecamatan Pangalengan,” katanya.
Melalui kolaborasi antara Relawan PMI Pangalengan, pemerintah, dan Relima Perpustakaan Nasional RI, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah terus meningkat. Selain membantu menyelamatkan nyawa sesama, donor darah juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang dapat dilakukan secara rutin oleh masyarakat.






























Discussion about this post