• Latest
Ruang Berbeda Itu Bernama Pancasila

Ruang Berbeda Itu Bernama Pancasila

4 June 2022

Kendalikan Inflasi, Pemkot Cirebon dan Bank Indonesia Luncurkan Mobil Pangan Keliling

12 June 2026

Dolar Menguat, BI Cirebon Siapkan Berbagai Instrumen Jaga Stabilisasi Rupiah

12 June 2026
ADVERTISEMENT
BKPSDM Kota Cirebon Usulkan 105 Formasi Calon Pegawai Baru untuk Tahun 2026

BKPSDM Kota Cirebon Usulkan 105 Formasi Calon Pegawai Baru untuk Tahun 2026

11 June 2026
Pemkot Cirebon Matangkan Perbaikan Rutilahu

SPPG Berhenti Beroperasi Sementara, Sekda Kota Cirebon: Bagian dari Evaluasi dan Aturan

11 June 2026
Rangkaian Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 Bakal Lebih Meriah dan Kolaboratif

Rangkaian Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 Bakal Lebih Meriah dan Kolaboratif

11 June 2026
Pimpin DPC PKB Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati Siap Panaskan Mesin Partai

Pimpin DPC PKB Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati Siap Panaskan Mesin Partai

11 June 2026

Pemkot dan DPRD Kota Cirebon Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Sinkronisasi Regulasi

10 June 2026
Komisi I DPRD Kota Cirebon Soroti Sistem Manajemen Talenta ASN, Banyak Pegawai Mengeluh

Komisi I DPRD Kota Cirebon Soroti Sistem Manajemen Talenta ASN, Banyak Pegawai Mengeluh

10 June 2026
Pemkot Cirebon Matangkan Perbaikan Rutilahu

TPP ASN Kota Cirebon Terancam Ditunda

10 June 2026
Pemkot Cirebon Matangkan Perbaikan Rutilahu

Pemkot Cirebon Matangkan Perbaikan Rutilahu

10 June 2026
Perkuat Stabilitas Rupiah, Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Perkuat Stabilitas Rupiah, Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

9 June 2026
Pemkot Cirebon Buka-bukaan Soal Postur APBD dan Tantangan Pembayaran Gaji ke-13 ASN

Pemkot Cirebon Buka-bukaan Soal Postur APBD dan Tantangan Pembayaran Gaji ke-13 ASN

8 June 2026
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
Saturday, June 13 2026
  • Login
  • Register
portalnusa.id
Advertisement
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup

    Kendalikan Inflasi, Pemkot Cirebon dan Bank Indonesia Luncurkan Mobil Pangan Keliling

    Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

    Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

    Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi, Relima Bertambah Jadi 360 Orang di 322 Wilayah

    Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi, Relima Bertambah Jadi 360 Orang di 322 Wilayah

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup

    Kendalikan Inflasi, Pemkot Cirebon dan Bank Indonesia Luncurkan Mobil Pangan Keliling

    Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

    Perkuat Konektivitas Internasional, Biznet Implementasikan Teknologi Ciena 400G di Jalur Kabel Bawah Laut

    Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi, Relima Bertambah Jadi 360 Orang di 322 Wilayah

    Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi, Relima Bertambah Jadi 360 Orang di 322 Wilayah

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    Awas Modus Filter Wajah, OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Uniku Jaga Kerahasiaan 

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
portalnusa.id
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
Home Opini

Ruang Berbeda Itu Bernama Pancasila

M. Fadli Agusta by M. Fadli Agusta
4 June 2022
in Opini, Sejarah
0
Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Twitter

Oleh: M. Fadli Agusta

Bulan Juni 1945 tercatat sebagai hari bersejarah bagi Indonesia. Kita kenal sebagai Hari Lahir Pancasila, tepat pada tanggal 1 Juni. Bermula dari tanggal 29 Mei 1945. Muncul pertanyaan dari ketua BPUPKI, Dr. Radjiman Wedyoningrat pada Bung Karno, M. Yamin, Dr. Supomo. Pertanyaan itu adalah “apa dasar negara Indonesia jika kelak merdeka?”

Bukan tanpa alasan dan sebab, pertanyaan filosofis dan visioner tersebut dilontarkan. Pertanyaan yang kelak melahirkan dasar negara Indonesia. Mengingat kondisi Indonesia saat itu masih di bawah penjajahan Jepang.

Terbentuknya BPUPKI sendiri pada tanggal 1 Maret 1945 merupakan bukti konkret PM Jepang Koiso yang menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia. Hal itu terjadi setelah Letnan Jenderal Kumakici Harada terdesak. Saipan telah jatuh dan tentara angkatan Jepang dipukul mundur oleh sekutu disejumlah wilayah Papua Nugini: Kep. Solomon dan Kep. Marshall.

Kembali pada pertanyaan ketua BPUPKI di atas. Muh Yamin dan Dr.Supomo turut mengemukakan pendapatnya pada Bung Karno. Mereka menggelar rapat dua hari berturut turut membahas dasar negara. Hingga pada  tanggal 1 Juni 1945, dalam pidatonya yang terkenal “Lahirnya Pancasila”. Bung Karno berkata … namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas, atau dasar dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan bangsa Indonesia, kekal dan abadi.

Sumber: Akurat.co

Proses lahirnya Pancasila tidak serta merta berjalan mulus tanpa ada pertentangan. Berbagai dinamika antara kelompok Islam dan kelompok Nasionalis saling silang berbeda pendapat. Salah satunya penempatan sila ketuhanan pada urutan kelima sampai penggunaan kata Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Adalah KH Wahid Hasyim yang mewakili Nahdalatul ulama, Abdoel Kahar Muzakir mewakili Muhammadiyah, dan Agus Salim mewakili Sarekat Islam, mereka mewakili kelompok agamis. Bung Karno, Bung Hatta, Achmad Subarjo, Muhammad Yamin, Abikusno Tjokrosujoso, dan A.A. Maramis dari kelompok nasionalis (Panitia Sembilan).

Mereka mencapai kompromis sepakat menghasilkan rumusan tepatnya tanggal 22 Juni 1945 yang kita kenal dengan Piagam Jakarta. salah satu sila yang disepakati dan menuai perdebatan setelah proklamasi adalah Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. 

Sehari setelah kemerdekaan, ketika mulai masuk pada perumusan dasar ideologi bangsa dan negara, Bung Hatta mendapatkan laporan, bahwa kelompok Non muslim di kawasan Timur Indonesia merasa diperlakukan diskriminatif dengan adanya piagam Jakarta. Mereka mengusulkan menghilangkan tujuh kata tersebut.

Dipimpin oleh Bung Hatta kemudian diadakanlah pertemuan kecil antara KH. Wahid Hasyim, Ki Bagoes Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Teuku Hassan. Sehingga dapat mempermudah mendapat titik temu menghilangkan tujuh kata sila pertama.

Proses pertemuan tersebut tidaklah mudah, setelah KH. Wahid Hasyim melunak. Ki Bagoes masih bersikukuh dengan pendapatnya. Bahwa kata menjalankan Syariat tidak perlu dihilangkan. Terbayang betapa peliknya kondisi saat para pendiri bangsa memikirkan ideologi negara untuk tegaknya bangsa ini.

Tak henti disitu melalui pendekatan lebih mendalam, bersumber dari Buku Api Sejarah karya Ahmad Mansur Suryanegara Jilid ke 2, menceritakan Mr. Kasman Singodimedjo mencoba merayu Ki Bagoes Hadikusumo dengan Bahasa Jawa yang halus ia berkata “… Kyai, kemarin proklamasi kemerdekaan telah terjadi. Hari ini harus cepat-cepat ditetapkan undang-undang dasar… kalau bangsa Indonesia, terutama pemimpinnya cekcok bagaimana?”

Akhinya pendekatan tersebut membuahkan hasil, Ki Bagoes Hadikoesomo pun luluh dengan syarat kata Ketuhanan ditambahkan dengan “yang Maha Esa”. Sekelumit peristiwa sejarah yang terjadi tersebut, merupakan bagian dari  lahirnya Dasar Negara yakni Pancasila dan Undang — Undang dasar 1945, sehari setelah proklamasi tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945, 10 Ramadhan 1945.

Pasca Merdeka, tidak serta merta Indonesia bisa segera menjalankan pemerintahan yang mulus. Sejarah menguji bahwa Ideologi Pancasila tetap kokoh sesuai dengan yang digaungkan bung Karno. Berbagai macam situasi politik dan ancaman dari dalam maupun luar negeri. Mmengingat sebagian besar wilayah Indonesia masih dikuasai Jepang dan Belanda.

Berbagai peristiwa terjadi diantaranya Bandung Lautan Api, 10 November di Surabaya, aksi PKI, DI TI, RIS dan masih banyak peristiwa bersejarah lainnya. Seharusnya peristiwa bersejarah itu bisa membuat bangsa ini semakin dewasa dan matang menyikapi perubahan zaman. Sampai masuk era Orde Baru, era reformasi dan sekarang era kerja Kabinet Jokowi, Pancasila tetap kokoh tidak tergoyahkan.

Menilik dari sekilas sejarah di atas, di seputar lahirnya Pancasila dan Proklamasi kemerdekaan sampai dengan saat ini, ada pelajaran penting yang kita petik dengan konteks kekinian. Sepatutnya rakyat Indonesia sadar dan paham bahwa bangsa ini lahir dari perbedaan. Dasar negara ini pun dimulai dengan pemikiran serta perdebatan panjang seluruh komponen bangsa yang memang berbeda, baik agama, budaya dan sukunya. Dari perbedaan tersebut terdapat satu visi yang sama, yakni bersatu membangun negeri, berdaulat, adil dan makmur.

Sehingga, kita sebagai warga negara tidak perlu aneh, istilah kekinian baper, jika selalu terdapat perbedaan dalam menghadapi berbagai macam masalah kebangsaan yang terjadi pada saat ini. Ruang perbedaan itu seharusnya menjadikan para pemimpin negeri ini semakin bijaksana dalam mencari solusi terbaik bagi bangsa. Sebagaimana yang pernah dilakukan para founding father kita.

Karena memang Pancasila sendiri adalah ruang perbedaan. Bhineka Tunggal Ika, berbeda tetapi satu jua.

Sumber Bacaan :

Sejarah Nasional Indonesia Jilid 6, Zaman Jepang dan Republik, tim nasionaal penulisan sejarah Indonesia, Balai Pustaka

Api Sejarah Jilid 2, Ahmad Mansur Suryanegara

Capita Selecta Jilid 2, M. Natsir

Negara Pancasila Vis a Vis Negara Islam, Pemikiran Politik M. Natsir dan M. Isa Anshary, Penulis : Pepen Irfan Fauzan

Tags: Bhineka TUnggal IkaBPUPKIPancasila
Iklan Iklan Iklan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Biaya Haji Kurang Rp1,5 Triliun, Selly: Tidak Akan Bebani Calon Haji

Next Post

Teknik Jitu Memancing di Sungai dan Muara

M. Fadli Agusta

M. Fadli Agusta

Related Posts

Polisi Tewas di Kantor Polisi: Bukan Perkara Pidana Biasa

Polisi Tewas di Kantor Polisi: Bukan Perkara Pidana Biasa

by Redaksi PortalNusa
21 May 2026
0
5

“Kalau Nyawa Bisa Hilang di Dalam Institusi Penegak Hukum, Maka Publik Berhak Menuntut: Jangan Ada Fakta yang Disembunyikan, Jangan Ada...

10 Tahun Hari Citarum: Evaluasi Total Pengelolaan DAS Citarum

10 Tahun Hari Citarum: Evaluasi Total Pengelolaan DAS Citarum

by M Ankawijaya
16 May 2026
0
3

Citarum Harum, sebuah program yang dicanangkan pemerintah untuk perbaikan DAS Citarum (Istimewa)

Peranan Wanita Sukabumi dalam Meningkatkan Indeks Prestasi Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Peranan Wanita Sukabumi dalam Meningkatkan Indeks Prestasi Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

by Redaksi PortalNusa
15 May 2026
0
85

Oleh: Ika Kartika, M.SiKomisaris PT. Aruna Evara Utama Dalam pembangunan daerah modern, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang...

Next Post
Teknik Jitu Memancing di Sungai dan Muara

Teknik Jitu Memancing di Sungai dan Muara

Penebangan Liar di Wilayah Wisata Guci Tegal

Penebangan Liar di Wilayah Wisata Guci Tegal

Dalam Bisnis, Bidang Pariwisata Paling Seksi

Dalam Bisnis, Bidang Pariwisata Paling Seksi

Satpam: Inilah Kiprah, Sejarah, dan Jenjang Kepangkatannya

Satpam: Inilah Kiprah, Sejarah, dan Jenjang Kepangkatannya

Discussion about this post

Advertorial

https://youtu.be/jk4SPl9IYFs

Trending

  • BKPSDM Kota Cirebon Usulkan 105 Formasi Calon Pegawai Baru untuk Tahun 2026

    BKPSDM Kota Cirebon Usulkan 105 Formasi Calon Pegawai Baru untuk Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kajari Baru Dedi Sutendy Ditantang Tuntaskan Temuan BPK Rp30,5 M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dolar Menguat, BI Cirebon Siapkan Berbagai Instrumen Jaga Stabilisasi Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kendalikan Inflasi, Pemkot Cirebon dan Bank Indonesia Luncurkan Mobil Pangan Keliling

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi I DPRD Kota Cirebon Soroti Sistem Manajemen Talenta ASN, Banyak Pegawai Mengeluh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Kendalikan Inflasi, Pemkot Cirebon dan Bank Indonesia Luncurkan Mobil Pangan Keliling

12 June 2026
7

Dolar Menguat, BI Cirebon Siapkan Berbagai Instrumen Jaga Stabilisasi Rupiah

12 June 2026
9
BKPSDM Kota Cirebon Usulkan 105 Formasi Calon Pegawai Baru untuk Tahun 2026

BKPSDM Kota Cirebon Usulkan 105 Formasi Calon Pegawai Baru untuk Tahun 2026

11 June 2026
19
Pemkot Cirebon Matangkan Perbaikan Rutilahu

SPPG Berhenti Beroperasi Sementara, Sekda Kota Cirebon: Bagian dari Evaluasi dan Aturan

11 June 2026
2

RSS PortalNusa Youtube

  • Warga pengguna jalan, mengeluhkan rusaknya jalan di Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, Jabar. 5 July 2025
  • Warga Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, meminta jalan diperbaiki agar mendongak perekonomian. 6 May 2025
  • Komplain Oppo F11 23 April 2025
  • Penampakan angin puting beliung di Desa Bugis Kab. Indramayu, Minggu 16/03/25 sore. 17 March 2025
  • Puluhan Rumah di Desa Bugis, Kab. Indramayu hancur diterjang angin puting beliung, sore 16/03/25 17 March 2025
  • Viral lagu "Bayar Bayar Bayar", Band Punk Sukatani cabut lagu dan minta maaf pada Polri. 21 February 2025
  • Bahlil Buat Gaduh Penjualan Gas Subsidi, Seekor Ular Okupasi Gudang Agen Gas LPG di Kab. Mamuju 4 February 2025
  • Dosen ASN Gaduh karena Disebut Bukan Pegawai 4 February 2025
  • Kondisi Warga Kp. Sidang Hayu, Desa Curugluhur, Kec. Sagaranten, Sukabumi pasca banjir bandang 4/12 9 December 2024
  • Aspirasi Masyarakat terdampak banjir Sukabumi 04/12, 9 December 2024
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?