Portalnusa.id – Program Sapa Warga yang biasa dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Cirebon dipastikan berhenti pada tahun 2026.
Keputusan ini diambil menyusul adanya langkah efisiensi dan keterbatasan anggaran daerah.
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, di sela-sela kesibukannya pada Senin (29/6/2026).
“Ya, karena keterkaitan anggaran, jadi kita Sapa Warga Juga dihentikan,” ujar Effendi Edo.
Meskipun program tatap muka langsung dalam format lama dihentikan, Edo menegaskan bahwa pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat tidak akan terputus.
Pemerintah Kota Cirebon akan memaksimalkan peran camat dan lurah setempat guna menjembatani aspirasi warga.
Selain itu, Pemkot Cirebon melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (DKIS) tengah menyiapkan inovasi baru berupa pemanfaatan teknologi digital bergerak.
Inovasi ini akan menggantikan format lama program Sapa Warga agar interaksi tetap berjalan efektif namun efisien.
“Tapi tetap kan kita melalui camat dan lurahnya kita lakukan. Bahkan kita ada inovasi baru, kalaupun Sapa Warga saya tidak bisa lakukan seperti kemarin, itu kan ada mobil keliling nanti. Mobil keliling videotron. Ada kegiatan apa pun nanti saya bisa bicara di sana, bisa langsung interaksi dengan warga. Itu solusinya,” jelasnya.
Melalui fasilitas mobil videotron keliling ini, Wali Kota dapat menyapa dan berdialog dengan warga secara virtual (melalui zoom), baik dari kantor maupun saat sedang berada di luar kota.
Format baru ini dirancang sesederhana mungkin untuk memangkas biaya operasional yang besar, seperti pengondisian acara resmi yang mengundang banyak pihak.
“Yang tadinya kan kita ada acara resmi di sana, menghadirkan A, B, C, D, mungkin nanti kita sesederhana mungkin tapi kita tetap komunikasi dengan warga bisa kita lakukan,” tambah Effendi.
Terkait teknis pelaksanaan dan jadwal operasional mobil videotron keliling tersebut, Wali Kota menyerahkan sepenuhnya kepada DKIS untuk merumuskan programnya.































Discussion about this post