PortalNusa.ID | Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) terus memperkuat gerakan literasi nasional melalui program Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Dalam kegiatan Peluncuran Relima yang digelar secara daring melalui Zoom pada Senin (18/5), sebanyak 796 peserta mengikuti kegiatan yang melibatkan Relima dari 322 wilayah di Indonesia.
Kepala Perpustakaan Nasional RI, E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa Perpusnas memiliki tugas besar dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat Indonesia melalui penguatan literasi nasional. Menurutnya, saat ini kecerdasan masyarakat tidak hanya diukur dari pendidikan formal, tetapi juga dari kecakapan literasi masyarakat.
“Kecakapan literasi adalah wujud dan cita-cita Perpusnas dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun tingkat literasi masyarakat kita masih kurang memuaskan, rata-rata masih berada di angka 44 hingga 48,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri setelah 81 tahun Indonesia merdeka. Karena itu, berbagai program literasi terus diperkuat agar budaya membaca masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Dalam pemaparannya, Perpusnas juga mengungkapkan bahwa lembaga tersebut mengalami efisiensi anggaran hingga 48 persen. Akibat keterbatasan tersebut, sejumlah program harus diefisiensikan, termasuk ditiadakannya bantuan 1.000 buku pada tahun ini.
Meski demikian, Perpusnas berharap buku-buku bantuan dari Perpusnas yang sebelumnya telah disalurkan ke masyarakat tetap dapat dimanfaatkan secara optimal melalui peran aktif Relima di berbagai daerah.
“Relima menjadi aktivator terhadap bantuan buku Perpusnas yang sudah ada di masyarakat agar benar-benar dimanfaatkan,” kata Aminudin.
Karena dinilai memiliki peran strategis, jumlah Relima tahun ini meningkat dari sebelumnya 180 orang menjadi 360 orang yang tersebar di 322 wilayah di Indonesia.
Perpusnas juga menegaskan bahwa para Relima tidak terlalu dibebani tugas administrasi, melainkan didorong lebih kreatif dalam menjalankan aktivitas literasi di lapangan.
“Honor Relima memang jauh dari UMR, tetapi saya yakin para Relima bukan mengejar honornya, melainkan bentuk pengabdian,” ujarnya.
Selain dinas perpustakaan daerah, Perpusnas menyebut pemerintah daerah, sekolah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga pihak swasta yang peduli literasi menjadi mitra penting dalam mendukung gerakan literasi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut turut dibahas penerapan otomasi perpustakaan melalui aplikasi INLISLite serta pengembangan laporan pelaksanaan program literasi di daerah.
Menutup kegiatan, dilakukan foto bersama dan membuat video yel-yel Relima 2026. “Relima 2026: Bergerak Bersama, Berdampak Bersama”.































Discussion about this post