• Latest
Mahasiswa Sekarang Adalah Puisi Yang Minder Di Atas Cinta

Mahasiswa Sekarang Adalah Puisi Yang Minder Di Atas Cinta

27 May 2022
Agung Supirno Minta Pemkot Cirebon Beri Anggaran Khusus untuk Pembangunan RW 8 Wanacala

Agung Supirno Minta Pemkot Cirebon Beri Anggaran Khusus untuk Pembangunan RW 8 Wanacala

18 August 2026

Pencegahan dan Penanganan Stunting Sejak Masa Remaja

18 August 2026
ADVERTISEMENT
Warga Jagasatru Timur Minta Magrib Mengaji Diaktifkan Kembali

Warga Jagasatru Timur Minta Magrib Mengaji Diaktifkan Kembali

18 August 2026
DPD LDII KBB Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Lapangan Pemda KBB

DPD LDII KBB Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Lapangan Pemda KBB

18 August 2026
KPKNL dan Kreditur Palm Mas Asri Diduga Langgar Putusan Pengadilan PKPU

KPKNL dan Kreditur Palm Mas Asri Diduga Langgar Putusan Pengadilan PKPU

15 August 2026
Selesaikan Sengketa Kartu Kredit, BCA Cirebon dan LPK-RI Tegaskan Pentingnya Pelindungan Hak Nasabah

Selesaikan Sengketa Kartu Kredit, BCA Cirebon dan LPK-RI Tegaskan Pentingnya Pelindungan Hak Nasabah

13 August 2026
Waspada Pidana Kredit Macet! Astra Credit Companies Ingatkan Pentingnya Memahami Perjanjian Pembiayaan

Waspada Pidana Kredit Macet! Astra Credit Companies Ingatkan Pentingnya Memahami Perjanjian Pembiayaan

12 August 2026
Kawal Dugaan Penistaan Agama Dalam Promosi Miras di Ancol, LBH PERSIS Resmi Dampingi PP HIMA PERSIS Laporkan Brand New Port ke Polda Metro Jaya

Kawal Dugaan Penistaan Agama Dalam Promosi Miras di Ancol, LBH PERSIS Resmi Dampingi PP HIMA PERSIS Laporkan Brand New Port ke Polda Metro Jaya

12 August 2026
10 Hari Kerja, Dirut PD Pasar Siapkan Berbagai Program Inovatif

10 Hari Kerja, Dirut PD Pasar Siapkan Berbagai Program Inovatif

12 August 2026
TRIKARSA Fest 2026 Jadi Wadah Kolaborasi, Optimalkan Ekonomi Daerah

TRIKARSA Fest 2026 Jadi Wadah Kolaborasi, Optimalkan Ekonomi Daerah

12 August 2026
Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

Pindah Sementara ke Grage City Hub, Wakil Wali Kota Cirebon: Makin Erat dan Semangat Layani Warga

11 August 2026
​Kantor Setda Kota Cirebon Pindah Sementara ke Grage City Hub, Dorong Sinergi Pemkot dan Swasta

Kantor Setda Resmi Pindah Sementara ke Grage City Hub

11 August 2026
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
Saturday, August 22 2026
  • Login
  • Register
portalnusa.id
Advertisement
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Waspada Pidana Kredit Macet! Astra Credit Companies Ingatkan Pentingnya Memahami Perjanjian Pembiayaan

    Waspada Pidana Kredit Macet! Astra Credit Companies Ingatkan Pentingnya Memahami Perjanjian Pembiayaan

    10 Hari Kerja, Dirut PD Pasar Siapkan Berbagai Program Inovatif

    10 Hari Kerja, Dirut PD Pasar Siapkan Berbagai Program Inovatif

    TRIKARSA Fest 2026 Jadi Wadah Kolaborasi, Optimalkan Ekonomi Daerah

    TRIKARSA Fest 2026 Jadi Wadah Kolaborasi, Optimalkan Ekonomi Daerah

    Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

    Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Waspada Pidana Kredit Macet! Astra Credit Companies Ingatkan Pentingnya Memahami Perjanjian Pembiayaan

    Waspada Pidana Kredit Macet! Astra Credit Companies Ingatkan Pentingnya Memahami Perjanjian Pembiayaan

    10 Hari Kerja, Dirut PD Pasar Siapkan Berbagai Program Inovatif

    10 Hari Kerja, Dirut PD Pasar Siapkan Berbagai Program Inovatif

    TRIKARSA Fest 2026 Jadi Wadah Kolaborasi, Optimalkan Ekonomi Daerah

    TRIKARSA Fest 2026 Jadi Wadah Kolaborasi, Optimalkan Ekonomi Daerah

    Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

    Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
portalnusa.id
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
Home Opini

Mahasiswa Sekarang Adalah Puisi Yang Minder Di Atas Cinta

Redaksi PortalNusa by Redaksi PortalNusa
27 May 2022
in Opini
0
Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Twitter

Arip Senjaya

Sudah lama saya dengar cerita dari orang-orang yang pernah mengalami langsung bahwa ada keluarga-keluarga di Jawa yang membebaskan anggota-anggota keluarganya dalam memilih agama sebagaimana negara sendiri membebaskan rakyatnya untuk memilih agama apa pun. Semua agama itu baik. Keluarga-keluarga tersebut—seperti negara ini—seakan tidak ikut campur dalam urusan kebebasan beragama. Itu benar-benar pilihan bebas.

Lantas saya bertanya-tanya kepada diri sendiri apakah keluarga-keluarga ini, juga negara ini, mengizinkan siapa pun untuk menentukan metode penelitian sastra dengan bebas?

Kadang-kadang saya mendengar—entah benar entah tidak—bahwa di kampus tertentu di zaman saya kuliah S1 dulu para mahasiswa tidak boleh meneliti sastra berisi pemikiran kiri. Kiri itu apa, jangankan mahasiswa, banyak dosen pun tidak tahu kecuali mencurigai istilah tersebut, tanpa pernah ada kajian-kajian ilmiah bidang ini.

Mungkin “kiri” itu Rusia karena berada di sebelah kiri Eropa dan juga disebabkan Amerika yang kita sebut “Barat”, dan Rusia adalah komunis, dan komunis itu anti-Tuhan, antiagama. Tapi jika itu diserap dari bahasa Inggris left tentu dalam bahasa aslinya ia tidak bermakna negatif, sedangkan di negara kita kanan itu selalu bermakna kebaikan dan kiri itu selalu bermakna keburukan. Bersalaman dengan tangan kanan, makan dengan tangan kanan, menulis sebaiknya dengan kanan, hormat dengan tangan kanan, memberi uang dengan tangan kanan, menunjuk sesuatu dengan tangan kanan; tapi cebok dengan tangan kiri, dan segala hal yang semestinya kita kerjakan dengan tangan kanan lalu dilakukan dengan tangan kiri akan disebut tidak etis, tidak bermoral, tidak baik, negatif.

Cebok dengan tangan kanan akhirnya disebut jorok. Bukan ceboknya, tapi kanan itu terhormat.
Jadi, istilah “kiri” itu istilah yang belum apa-apa sudah bermuatan negatif karena berkaitan dengan budaya kita sendiri memahami kata tersebut. Jika kita mengenangkan puisi “Kampung” Subagio Sastrowardoyo, tampaknya apa yang dikatakan Subagio sebagai Di mana curiga lebih mendalam dari cinta dan percaya itu benar-benar nyata dalam tradisi memahami istilah di lembaga-lembaga akademik.

Mencurigai apa pun tanpa mempelajarinya dalam hemat saya malah kampungan, terlebih jika hal ini terjadi di lembaga-lembaga akademik.
Tapi memang kenyataannya begitu. Dalam puisi tersebut Subagio bilang bahwa:
…
hawa di sini sudah pengap oleh
pikiran-pikiran beku

Hidup di negeri ini seperti di dalam kampung
di mana setiap orang ingin bikin peraturan
…
Di mana setiap orang ingin bersuara
dan berbincang tentang susila, politik dan agama
seperti soal-soal yang dikuasai

Maka barang siapa di masa Reformasi masih saja pencuriga, sungguh ia termasuk dalam kelompok manusia kampungan Orde Baru, tak peduli itu dosen, tak peduli itu guru, tak peduli itu mahasiswa, tak peduli itu pengarang, tak peduli itu agamawan, tak peduli itu aktivis, tak peduli itu rektor kampus ternama.

Masa awal Reformasi

Nah, mari kita bicara tentang seorang aktivis yang paling saya kenali. Namanya Dadan Saputra. Di masa Orba itu belum lama tumbang, ia ternyata harus mengganti skripsinya dengan skripsi baru karena ia ketahuan menggunakan pendekatan Kritik Sastra Marxis. Itu artinya, pilihan ilmu jauh lebih tidak bebas daripada pilihan agama sebagaimana yang di bagian awal sekali saya contohkan, ilmu ternyata lebih sakral dan lebih ketat daripada agama, ilmu jauh lebih bercokol daripada Orde Baru itu sendiri. Pilihan ilmu seakan mengandung konsekuensi bahaya bagi negara, kemanusiaan, ketuhanan, secara serempak tetapi pilihan agama tidak. Saya sampai sering berpikir jangan-jangan cara kita beragama itu tidak menyadari agama sebagai ilmu! Kalau pilihan agama bebas, kenapa pilihan ilmu tidak? Benarkah negara mengatur para dosen pembimbing agar membuat batas-batas bagi kebebasan akademik mahasiswa atau dosen-dosen macam itu berimajinasi tentang batasan-batasan tersebut?

Dalam kasus Dadan, mungkin karena dosen pembimbingnya masih produk Orba, sehingga kita mungkin bisa mengatakan mereka belum move on dari mentalitas Orba itu sendiri. Mereka memasuki Reformasi dengan mental Orba. Bahwa sekarang ternyata masih juga ada dosen-dosen macam itu, bahkan rektor-rektornya pun beberapa macam itu, problem kita berarti bukan Orba atau bukan Orba, tetapi kampungan atau tidak kampungan, sehingga kita harus kembali membenarkan puisi “Kampung” Subagio saja.

Lagi pula, kalau kita kembali kepada isu sastra kiri tadi, memang begitu banyak produk sastra yang kekiri-kirian, disadari atau tidak oleh pengarangnya. Karenanya pilihan Dadan tepat jika memakai pendekatan Marxis untuk membicarakan sastra yang mengandung semangat kiri. Cara pandang Marxis juga bisa berlaku pada produk-produk sastra yang berlawanan dengan semangat kiri sehingga produk riset menjadi kritik terhadapnya.

Namun sayang sekali di masa awal Reformasi itu sastra kiri seakan suatu sastra haram (tapi sastra yang bertolak belakang dengan semangat kiri tidak disebut sastra halal). Sastra kiri seakan atheis dan atheisme itu suatu problem moral yang menghantui lembaga akademik sebagai representasi negara. Padahal tentu saja peneliti muda tingkat skripsi macam Dadan Saputra saat itu boleh jadi jauh lebih beragama daripada dosen pembimbingnya sendiri, dan kalaupun tidak tetap harus dihargai selaku anak muda yang sedang mencari kebenaran. Secara kebetulan saya mengenal Dadan dan ia tak pernah meninggalkan ibadah-ibadah wajibnya, bahkan ia sering juga mengerjakan ibadah sunat seperti puasa sunat Senin-Kamis. Ia bisa dipercaya dan karenanya ribuan mahasiswa mengikuti dia turun ke jalan di minggu-minggu penting penggulingan Rezim Bapak Pembangunan itu.

Menurut saya pilihan ilmu tidak harus sama dengan pilihan agama sehingga ideologi seseorang tidak identik dengan agama atau ilmunya juga. Mungkin yang terjadi dalam kasus Dadan adalah suatu asimilasi spiritual: Marxisme di satu sisi dan Islam di sisi lainnya memang beririsan dalam hal-hal tertentu sehingga pilihan pendekatan Kritik Sastra Marxis adalah kebebasan ideologis dalam arti asimilasi tersebut. Bukankah orang-orang Indonesia sudah sejak lama pandai melakukan asimilasi dalam berbagai hal? Agama, seni, budaya, filsafat, pendidikan, segalanya merupakan hasil-hasil asimilasi, tidak ada lagi yang murni, atau mungkin juga disebut hasil-hasil dialektika.
Berkaca pada contoh pengalaman Dadan, pada saat itu saya sering berpikir jangan-jangan negara adalah pembimbing utama sebenarnya para mahasiswa. Mana ada di zaman kami orang bisa bebas membaca novel-novel Pramoedya Ananta Toer. Jangankan meneliti, membaca pun terasa haram bagai haramnya menghirup heroin. Dan ketika Reformasi kami masuki, keadaan belum benar-benar berubah. Yang kemudian menjadi otoritas memang bukan lagi simbol macam Presiden, tetapi moral berbulu ilmu! Dan moral itu sendiri tak lebih dari standar nilai sepihak pembimbing yang “mengatasnamakan negara”—sadar atau tidak—dan seakan-akan itulah ilmu, padahal benar-benar moral dan sebagai moral itu adalah moral kampungan.

Moral yang tidak kampungan tentu melalui tahapan pengkajian dan tidak berlaku sepihak.
Apa buktinya? Di masa yang sudah seharusnya kita mencicipi kebebasan akademik, malah skripsi-skripsi itu benjadi bangun datar, tidak terlihat grafik peningkatan kebebasan mahasiswa dalam memahami dunia. Buku-buku Pramoedya kini dapat dimiliki dengan bebas, tapi mereka sedikit saja yang membacanya. Prestasi akademik lalu dinyatakan dengan nilai IPK (Indeks Prestasi Akademik). Sungguh, nilai IPK itu omong-kosong, tak lebih dari simbol untuk keberhasilan yang tidak menunjukkan kebebasan sama sekali.

Nilai IPK yang baik dapat dimiliki dengan mudah saja: jangan sering bolos kuliah, dan katakan “maaf” jika terlambat masuk, titipkan tanda tangan kepada kawan jika terpaksa bolos; kerjakan tugas-tugas dan ujian pada waktu yang sudah ditetapkan; skripsi kerjakan dengan cepat, cepat itu prestasi; kalau perlu dekati dosen dengan lebih akrab; kalau perlu bawa hadiah-hadiah untuk dosen; intinya mahasiswa bisa bersandiwara untuk semua itu. Banyak juga dosen yang tahu dengan sandiwara-sandiwara moral itu, tapi mereka suka kok menonton sandiwara. Banyak dari mereka itu yang akan merasa seakan tamu kehormatan di sebuah gedung kesenian dusta kedisiplinan.

Kenapa di zaman saya banyak orang kuliah S1 hingga enam atau tujuh tahun? Karena ilmu itu bukan bangun datar, tapi sebuah dimensi yang membutuhkan ruang dan waktu untuk menyetel setiap sisinya agar tidak terlalu condong sana-condong sini. Mereka yang lama kuliah dan pembaca serius memang sering ada dalam kelabilan ruang, seakan setiap bagian yang dibacanya menjadi sudut baru, garis baru, lekukan baru, patahan baru, yang sulit ia kontrol sendiri, sehingga ia perlu waktu dan waktu. Tujuh tahun S1 pun rasanya belum cukup!

Kenapa di zaman sekarang prestasi akademik itu ukurannya cepat lulus? Karena ilmu tidak lagi labil, ilmu telah tegak sebagai segitiga sama sisi, segi empat yang presisi, lingkaran yang sempurna. Masya Allah!

Ketika ilmu dibiarkan dalam dirinya sendiri dan mahasiswa menghamba kepadanya, sudah jadilah ia agama yang lebih agama daripada agama-agama itu sendiri. Mahasiswa muslim yang saya kenal boleh tidak taat beribadah menurut selera masing-masing—kadang solat kadang tidak, puasa wajib dibatalkan alasan apa saja, tapi mereka tak akan sanggup melawan teori dan metode yang mereka tetapkan sendiri dan atas dukungan dosen pembimbingnya. Ilmu telah menjadi Tuhan yang paling menakutkan mereka.

Masuk akal kiranya di zaman saya ada gelombang demostrasi Reformasi yang akbar itu, karena ada geliat kebebasan akademik yang tidak mendapat tempat di dalam kelas sehingga ditransformasi ke arah kebebasan berpendapat. Jalan raya adalah mimbar akademik yang sebenarnya ketika ruang-ruang kelas di kampus-kampus kami berisi moral-moral sakral sepihak saja. Tidak mungkin sekarang ada demonstrasi besar-besaran lagi karena mahasiswa tidak belajar kebebasan dalam ilmu, tidak ada “ideologi-asimilatif-dialektik” macam Dadan Saputra yang saya contohkan di atas.

Untuk apa jalan raya bagi mahasiswa sekarang? Apakah mereka merasa tidak ada kebebasan akademik? Apakah mereka kini tak boleh membicarakan Karl Marx, Pramoedya, Utuy Tatang Sontani? Kata siapa? Sekarang kalian bebas membaca buku-buku yang dulu dilarang!

Karena itu kalian kini tak butuh jalan raya lagi!
Lalu datanglah masa belajar daring, ya, memang ini zaman yang pas buat ketakriduan pada kebebasan akademik lagi! Jangan-jangan puisi-puisi mimbar macam karya-karya W.S. Rendra tidak lagi punya gema buat angkatan kalian. Jangan-jangan ya… dan jangan tersinggung, kecuali kalian adalah para kampungan yang saya maksudkan itu.

Baik. Akhirnya harus saya akui berdasarkan perkembangan terkini, bahwa negara telah berhasil menjadi agama di atas agama, lembaga akademik di atas lembaga-lembaga akademik sebenarnya, pembimbing di atas pembimbing-pembimbing, dan telah menjadi puisi yang tidak merindukan mimbar kebebasan lagi seperti puisi-puisi kamar yang kehilangan negara dan minder di atas cinta.

Mana mungkin ada cinta tanpa kebebasan mencintai ilmu dan negara![]

Arip Senjaya, dosen sastra dan filsafat Untirta.

Tags: ARIP SENJAYA
Iklan Iklan Iklan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anak Sulung Ridwan Kamil Alami Musibah

Next Post

Senyum Mujahid Syafi’i Ma’arif

Redaksi PortalNusa

Redaksi PortalNusa

Jendela Informasi Nusantara

Related Posts

Polisi Tewas di Kantor Polisi: Bukan Perkara Pidana Biasa

Polisi Tewas di Kantor Polisi: Bukan Perkara Pidana Biasa

by Redaksi PortalNusa
21 May 2026
0
10

“Kalau Nyawa Bisa Hilang di Dalam Institusi Penegak Hukum, Maka Publik Berhak Menuntut: Jangan Ada Fakta yang Disembunyikan, Jangan Ada...

10 Tahun Hari Citarum: Evaluasi Total Pengelolaan DAS Citarum

10 Tahun Hari Citarum: Evaluasi Total Pengelolaan DAS Citarum

by M Ankawijaya
16 May 2026
0
7

Citarum Harum, sebuah program yang dicanangkan pemerintah untuk perbaikan DAS Citarum (Istimewa)

Peranan Wanita Sukabumi dalam Meningkatkan Indeks Prestasi Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Peranan Wanita Sukabumi dalam Meningkatkan Indeks Prestasi Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

by Redaksi PortalNusa
15 May 2026
0
88

Oleh: Ika Kartika, M.SiKomisaris PT. Aruna Evara Utama Dalam pembangunan daerah modern, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang...

Next Post
Senyum Mujahid Syafi’i Ma’arif

Senyum Mujahid Syafi'i Ma'arif

Gerakan Non-Blok

Gerakan Non-Blok

Buku Digital: Facelift atau All New?

Buku Digital: Facelift atau All New?

Kemenpora Kirim 4 Pemuda Wakili Indonesia di Youth 7 Summit 2022

Kemenpora Kirim 4 Pemuda Wakili Indonesia di Youth 7 Summit 2022

Discussion about this post

Advertorial

https://youtu.be/jk4SPl9IYFs

Trending

  • Agung Supirno Minta Pemkot Cirebon Beri Anggaran Khusus untuk Pembangunan RW 8 Wanacala

    Agung Supirno Minta Pemkot Cirebon Beri Anggaran Khusus untuk Pembangunan RW 8 Wanacala

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPKNL dan Kreditur Palm Mas Asri Diduga Langgar Putusan Pengadilan PKPU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp395 Juta Dana BOSP SMAN 1 Parongpong Jadi Sorotan BPK, KMS Siapkan Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aditya Ansor Alsunah dan Coretan Pena Publishing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Agung Supirno Minta Pemkot Cirebon Beri Anggaran Khusus untuk Pembangunan RW 8 Wanacala

Agung Supirno Minta Pemkot Cirebon Beri Anggaran Khusus untuk Pembangunan RW 8 Wanacala

18 August 2026
15

Pencegahan dan Penanganan Stunting Sejak Masa Remaja

18 August 2026
4
Warga Jagasatru Timur Minta Magrib Mengaji Diaktifkan Kembali

Warga Jagasatru Timur Minta Magrib Mengaji Diaktifkan Kembali

18 August 2026
6
DPD LDII KBB Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Lapangan Pemda KBB

DPD LDII KBB Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Lapangan Pemda KBB

18 August 2026
3

RSS feed: PortalNusa Youtube PortalNusa Youtube

  • 6 Agustus 2026 6 August 2026
  • Kondisi Ciliwung bendungan Katulampa tadi siang seperti ini.."Waspada kemarau panjang " 23 July 2026
  • Datangi Dewan Pers, Mahmud Marhaba: PJS Resmi Menjadi Calon Konstituen Dewan Pers. 23 July 2026
  • Warga pengguna jalan, mengeluhkan rusaknya jalan di Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, Jabar. 5 July 2025
  • Warga Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, meminta jalan diperbaiki agar mendongak perekonomian. 6 May 2025
  • Komplain Oppo F11 23 April 2025
  • Penampakan angin puting beliung di Desa Bugis Kab. Indramayu, Minggu 16/03/25 sore. 17 March 2025
  • Puluhan Rumah di Desa Bugis, Kab. Indramayu hancur diterjang angin puting beliung, sore 16/03/25 17 March 2025
  • Viral lagu "Bayar Bayar Bayar", Band Punk Sukatani cabut lagu dan minta maaf pada Polri. 21 February 2025
  • Bahlil Buat Gaduh Penjualan Gas Subsidi, Seekor Ular Okupasi Gudang Agen Gas LPG di Kab. Mamuju 4 February 2025
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?