Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan sebuah gerakan yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, budaya, dan masa depan. Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, semangat literasi terus tumbuh melalui berbagai komunitas dan inisiatif lokal. Salah satu wujud nyata dari gerakan tersebut adalah lahirnya Coretan Pena Publishing, sebuah penerbit dan percetakan buku yang resmi berdiri pada 3 Februari 2024. Penerbit ini didirikan oleh seorang anak muda sekaligus penulis, Aditya Ansor Alsunah, yang sejak lama memiliki dedikasi terhadap dunia literasi.
Coretan Pena Publishing hadir sebagai wadah bagi para penulis, pelajar, dan penggemar literasi untuk mewujudkan karya-karya unggulan mereka menjadi buku yang berkualitas. Sejak tahun 2018, penerbit ini awalnya tumbuh dari komunitas penulis Coretan Pena, yang aktif mengadakan diskusi, pelatihan menulis, dan penerbitan karya sederhana. Berbekal pengalaman tersebut, kini Coretan Pena berkembang menjadi penerbit profesional yang siap mendampingi penulis dalam setiap tahap proses kreatif, mulai dari penyuntingan naskah, desain sampul, tata letak, hingga distribusi buku.
“Selain itu, Coretan Pena Publishing berperan sebagai ruang kolaborasi. Kami membuka kesempatan bagi penulis muda maupun senior untuk bergabung, berbagi pengalaman, dan saling mendukung dalam menghasilkan karya. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi di daerah,” jawab Aditya.
Dedikasi terhadap kualitas menjadi prinsip utama Coretan Pena Publishing. Ia percaya bahwa setiap tulisan memiliki potensi untuk menginspirasi, menggerakkan, dan memberi pengaruh positif bagi pembaca. Oleh karena itu, setiap karya yang diterbitkan olehnya melalui Coretan Pena Publishing tidak hanya dipandang sebagai produk cetak, tetapi sebagai bagian dari perjalanan literasi masyarakat Garut. Dengan komitmen ini, Aditya berupaya menjadikan setiap buku sebagai jembatan antara ide penulis dan kebutuhan pembaca.

































Discussion about this post