Portalnusa.id – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Daddy Rohanady, menyoroti kinerja dan tata kelola Terminal Ciledug, Kabupaten Cirebon yang berada di bawah pengelolaan UPTD PPP LLAJ Wilayah IV Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, kondisi terminal yang dinilai belum optimal tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) serius bagi pihak pengelola.
Daddy Rohanady yang juga merupakan perwakilan daerah pemilihan (Dapil) yang mencakup Kabupaten Cirebon, mengungkapkan bahwa kondisi terminal yang sepi aktivitas dapat diatasi dengan menyusun sistem ekosistem perhubungan yang lebih terstruktur.
Ia menyarankan agar kendaraan elf dan angkot menjadi “pengumpan” penumpang ke terminal, sedangkan kendaraan bus dapat langsung mengakses Tol Ciledug.
“Kendaraan umum seperti elf dan angkot ini yang harusnya mengantarkan penumpang ke terminal. Seperti dari wilayah Sindanglaut, Karangsembung, Babakan, Pasaleman, Losari dan sekitarnya. Nah, kendaraan Bus nya langsung masuk Tol Ciledug, agar terminal jadi hidup,” jelas Daddy.
Selain masalah aktivitas angkutan, anggota Komisi IV ini juga mengingat kembali konsep awal pembangunan Terminal Ciledug yang menyertakan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dulu ada rencana untuk menyediakan kios-kios bagi pelaku UMKM di dalam area terminal, yang hingga kini belum terealisasi secara optimal meskipun fasilitas tersebut dibiayai dari anggaran negara.
“Karena ini Dapil saya, maka saya sangat bersyukur dan senang sekali jika terwujudnya pemberdayaan UMKM..’ imbuhnya.
Daddy berharap Terminal Ciledug dapat menciptakan ekosistem yang komprehensif terkait dengan fungsi terminal sebagai pusat transportasi publik. Mulai dari pemberdayaan UMKM, pengaturan rute kendaraan elf dan angkot yang masuk ke dalam terminal, hingga penertiban yang dilakukan secara terencana, sehingga terminal dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Cirebon Timur.
“Semestinya keberadaan terminal dapat dioptimalkan pemanfaatannya sehingga berdaya guna dan berhasil guna untuk semua,” tegasnya.
Selain itu, kondisi jalan hotmix di depan area terminal juga menjadi bagian dari PR yang harus segera diselesaikan. Daddy berjanji akan mengajukan permintaan kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat maupun Kabupaten Cirebon untuk segera melakukan perbaikan, menyatakan bahwa kerusakan jalan tersebut seharusnya telah ditangani sejak dini.
“Melihat persoalan yang ada, yang paling utama adalah lebih kepada kekurangan optimalisasi pemanfaatan UMKM. Mau tukang kopi ataupun tukang Mie instan terserah, yang penting pemberdayaan lebih kepada UMKM. Jangan sampai yang terjadi disitu ada usaha-usaha besar, kan disitu sebetulnya bukan untuk itu. Idealisnya juga jalan diberesin,” jelas Daddy.
Dengan adanya perhatian dari anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, masyarakat berharap langkah konkret untuk optimalisasi pemanfaatan dan perbaikan kondisi Terminal Ciledug dapat segera diimplementasikan, sehingga fasilitas yang telah menghabiskan anggaran negara cukup besar ini benar-benar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
































Discussion about this post