Portalnusa.id – Wajah baru perekonomian di perbatasan Jawa Barat- Jawa Tengah kini tengah dipersiapkan. Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, terus menunjukkan progres signifikan. Memanfaatkan lahan strategis bekas terminal, proyek ini digadang-gadang akan menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Aktivitas pekerja konstruksi tampak jelas di kawasan bekas Terminal Losari. Di lokasi inilah, Pemerintah Desa Losari Kidul, sedang merealisasikan pembangunan gedung KDMP. Proyek yang menjadi bagian dari inisiatif nasional ini terus dikejar pengerjaannya guna memperkuat fondasi ekonomi di tingkat akar rumput.
Saat ini, progres pembangunan gedung tersebut telah mencapai kisaran angka 40 hingga 50 persen. Kehadiran gedung KDMP ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan warga melalui penguatan sektor ekonomi lokal yang lebih mandiri
Kuwu Desa Losari Kidul, Moh. Rakhmad, menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program ini. Salah satu bentuk komitmen nyata dari Pemerintah Desa (Pemdes) adalah penyediaan lahan seluas 600 meter persegi di lokasi yang dianggap paling premium di wilayah tersebut.
“Kami memanfaatkan lahan bekas Terminal Losari yang memang masa sewa lahannya sudah tidak diperpanjang lagi. Dengan luas 600 meter persegi, lokasi ini memenuhi batas minimal kebutuhan pembangunan gedung KDMP,” ujar Rakhmad saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (7/1/2026).
Pemilihan eks terminal tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Rakhmad, aspek geografis menjadi pertimbangan utama. Lokasi gedung berada tepat di persimpangan emas yang menghubungkan jalur Pantura dan akses utama Losari–Ciledug. Berada di pusat denyut nadi perekonomian, posisi ini diyakini akan mempercepat akselerasi bisnis koperasi.
“Kami sangat optimistis di lokasi ini KDMP Losari Kidul bisa berkembang pesat. Aksesibilitas adalah kunci, dan gedung ini berada di titik di mana mobilitas barang dan orang sangat tinggi,” tambahnya.
KDMP Losari Kidul tidak hanya akan berfungsi sebagai kantor administratif, tetapi juga sebagai pusat layanan multifungsi. Rakhmad menjelaskan, beberapa lini usaha prioritas telah disiapkan untuk merespons kebutuhan mendasar warga. Sektor-sektor tersebut meliputi layanan fasilitas kesehatan, penyediaan gerai sarana produksi pertanian, hingga gerai sembako atau ritel pangan.
Lebih lanjut, koperasi ini dirancang untuk menjadi wadah bagi berbagai kegiatan ekonomi produktif secara komprehensif.
“KDMP akan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang inklusif. Kami tidak hanya bicara soal perdagangan, tapi juga soal pemberdayaan.” kata Rakhmad.
Proyek yang saat ini progresnya berada di kisaran 40 hingga 50 persen ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar segera dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan, KDMP diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi dari level terbawah.
Transformasi eks Terminal Losari menjadi pusat koperasi ini menjadi preseden positif bagaimana aset desa yang pasif dapat dialihfungsikan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang produktif dan bernilai tambah tinggi bagi warga.
BK DPRD Kota Cirebon Jadwalkan Pemanggilan Saksi HSG pada 19 Mei Mendatang
Portalnusa.id – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Cirebon terus bergerak maraton dalam menangani kasus pelaporan yang menyeret Wakil Ketua DPRD,...

































Discussion about this post