Portalnusa.id – Banyak yang belum mengetahui bahwa bangunan gedung yang digunakan kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Cirebon dulunya Rumah Sakit Bersalin pada era Belanda.
Disebut bekas peninggalan Belanda terlihat dari struktur bangunan yang identik dengan era kolonial Belanda saat itu. Bahkan bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya
Karena sebagai bangunan cagar budaya, rencana Bakesbangpol merenovasi gedung harus melalui kajian terlebih dahulu oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB)
Kepala Bakesbangpol Kota Cirebon Buntoro menyampaikan, bangunan yang dulunya rumah sakit bersalin pada era jaman Belanda ini perlu direnovasi, rencana renovasi sudah diusulkan, sebelum direnovasi perlu dilakukan kajian terlebih dahulu TACB.
“Kami sudah pernah mengusulkan untuk direnovasi, karena bangunan ini masuk kategori bangunan cagar budaya, untuk rencana renovasi perlu ada kajian dari tim cagar budaya, tidak sembarangan renovasi,”kata Buntoro di ruangan kerjanya, Rabu (24/12/2025).
Buntoro mengungkapkan, tahun 2021 Bakesbangpol menempati bangunan tersebut, sejak ditempati, pihaknya langsung memperbaiki beberapa ornamen bangunan yang bisa diperbaiki sementara.
“Ketika kita ingin tingkatkan renovasi ternyata harus melalui tim cagar budaya dan harus ada analisa dari tim cagar budaya, mangkanya kami sementara hanya melakukan perawatan saja, untuk renovasi total belum dapat dilaksanakan secepatnya,”katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati yang berkunjung ke kantor Bakesbangpol, baru mengetahui bahwa ada bangunan cagar budaya yang digunakan oleh Bakesbangpol.
“Baru tahu ternyata ada peninggalan Belanda yang kita gunakan sebagai kantor, memang setelah melihat langsung perlu ada renovasi, karena ini masuk bangunan cagar budaya perlu melalui tahapan kajian dari tim ahli cagar budaya,”katanya.
Farida memastikan, agar rencana renovasi dapat dilakukan optimal, Pemkot Cirebon akan mendorong terlebih dahulu untuk melakukan kajian dengan TACB.
“Ya kami, sangat mendukung rencana renovasi ini, yang harus kita utamakan kajian cagar budaya dulu, yang nantinya, bangunan ini perlu ada perubahan enggak, kalau perlu yang direnovasi, kalau tidak cukup melakukan perawatan,”katanya.
Selain itu, Farida juga mengungkapkan bahwa di area tersebut ada situs budaya berupa makam cina tepatnya di halaman belakang kantor Bakesbangpol.
“Saya baru tahu di halaman belakang Bakesbangpol ada situs makam cina, situs ini juga perlu kita rawat dengan baik,”katanya.




































Discussion about this post