PortalNusa.ID, Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi kembali menggelar kegiatan Ngobrol Happy (Ngopi) Bareng Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi edisi ke-3. Kegiatan tersebut berlangsung di Kafe 35 Kota Sukabumi, Rabu (17/12/2025).
Dalam forum diskusi santai tersebut, sejumlah isu strategis menjadi topik pembahasan, mulai dari penataan kawasan publik, kebijakan pemerintah daerah, hingga persoalan ketertiban umum.
Salah satu isu yang mendapat perhatian peserta adalah kondisi Lapang Merdeka, khususnya terkait penataan aktivitas masyarakat dan penggunaan sound system yang dinilai mengganggu kenyamanan publik.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki kebijakan dan pelayanan publik.
Selain itu, Ayep juga mendorong keterlibatan generasi muda dan pegiat lingkungan untuk melakukan uji coba pengelolaan sampah berbasis RW.
“Kita coba satu RW dulu dari total 353 RW. Sampah diselesaikan di tingkat RW dan tidak lagi dibawa ke TPS. Jika berhasil, pola ini bisa direplikasi ke wilayah lain,” ujar Ayep.
Menurutnya, pengelolaan sampah di tingkat RW berpotensi mengurangi beban tempat pembuangan sementara (TPS) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
“Pendekatan berbasis partisipasi masyarakat perlu terus didorong agar menghasilkan solusi yang konkret,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota yang berlatar belakang pengusaha ini juga mengajak para konten kreator dan influencer yang hadir untuk ikut mempromosikan sisi positif Kota Sukabumi melalui karya kreatif di ruang digital.
Ayep menilai, peran konten kreator sangat strategis dalam mendukung sektor pariwisata dan membangun citra positif daerah.
“Kunjungan wisata ke Kota Sukabumi harus terus ditingkatkan, minimal dari daerah sekitar seperti Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor. Kreativitas digital harus membawa dampak yang konstruktif,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Ngopi ini, Pemkot Sukabumi berharap terjalin komunikasi yang lebih intensif, kolaboratif, dan berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan kota dapat ditangani secara bersama-sama demi mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih nyaman, tertata, dan berdaya saing.
































Discussion about this post