PortalNusa.ID, Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi tengah mengebut penyusunan Peraturan Daerah (Perda) untuk pencegahan dan penanganan kawasan kumuh. Regulasi ini ditargetkan tuntas tahun ini sebagai payung hukum tiga fokus utama: pencegahan, penanganan, dan pemeliharaan kawasan bebas kumuh.
Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, mengatakan pencegahan dilakukan agar permukiman tidak berpotensi menjadi kumuh. Penanganan difokuskan pada wilayah yang sudah masuk kategori kumuh, sementara pemeliharaan bertujuan menjaga agar kawasan bebas kumuh tidak kembali terdegradasi.
“Selama ini kita sudah mengelola kawasan kumuh, tapi belum ada landasan hukum khusus. Padahal penanganan kumuh melibatkan banyak sektor, mulai dari pertanahan, izin bangunan, hingga pendanaan,” kata Frendy kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jumat (8/8/2025).
Menurutnya, kajian hukum dan naskah akademik telah rampung sejak tahun lalu. Pembahasan dengan DPRD pun sudah dilakukan dan kini tinggal menunggu tahap harmonisasi dengan Biro Hukum Pemprov Jawa Barat. “Perda ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pembangunan Kawasan Permukiman,” ujarnya.
Frendy menjelaskan, setiap lima tahun Wali Kota menerbitkan SK Kumuh sebagai penetapan resmi luas kawasan kumuh, yang seharusnya menjadi turunan dari Perda. SK terakhir pada 2021 mencatat 263 hektare kawasan kumuh, angka yang sama dengan verifikasi Pemprov Jabar.
Hingga akhir 2024, luas kawasan kumuh di Sukabumi turun menjadi 160 hektare di tujuh kecamatan. Dua kelurahan, yakni Gunungparang dan Citamiang, telah dinyatakan bebas kumuh.
Dengan keterbatasan APBD, Pemkot memanfaatkan dukungan dari provinsi dan pusat. Tahun ini, Sukabumi mengantongi Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp11 miliar untuk penanganan kawasan kumuh terpadu, yang saat ini sudah memasuki tahap mobilisasi material.
Frendy mengingatkan, perumahan yang ditinggalkan pengembang berpotensi menjadi kawasan kumuh sehingga perlu diantisipasi. “Dengan adanya Perda ini, kita akan lebih tenang dan percaya diri dalam penanganan kawasan kumuh. Targetnya selesai tahun ini,” tandasnya.

































Discussion about this post