Portalnusa.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan Literasi Finansial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Kantor OJK Cirebon, Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo, dimulai pada Senin (20/7/2026).
Mengusung tema “Cerdas Mengelola Keuangan, Sehat Menjalani Kehidupan, Produktif Memberikan Pelayanan Tahun 2026”, program ini dirancang khusus untuk membekali para abdi negara agar lebih bijak dalam mengatur pos keuangan pribadi, sekaligus memperkuat benteng pertahanan dari berbagai risiko keuangan modern.
Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai manajemen keuangan bagi pegawai. Pada tahap awal, peserta yang dihadirkan merupakan figur kunci (key process area) dalam ekosistem keuangan perangkat daerah.“Hari ini yang dihadirkan adalah para Sekretaris Dinas/Badan serta Pembuat Daftar Gaji (BP) di setiap perangkat daerah,” ujar Budi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Budi memaparkan, salah satu output krusial dari pelatihan ini adalah kedewasaan regulasi di internal instansi. Dengan pembekalan ini, para sekretaris dan pengelola gaji diharapkan mampu merumuskan konsep kebijakan yang matang bagi pimpinan saat memberikan rekomendasi atau izin pinjaman pribadi bagi ASN.
Mengingat kompleksitas tantangan keuangan saat ini, BKPSDM menerapkan metode Training of Trainers (TOT). Para peserta diwajibkan menyusun rencana aksi untuk mereplikasi program serupa di instansi masing-masing.
“Kami berharap instansi memiliki dasar yang kuat sebelum memberikan izin peminjaman pribadi bagi ASN. Output dari kegiatan ini adalah rencana aksi agar edukasi ini nantinya bisa menyentuh mayoritas ASN di Kota Cirebon,” tegas Budi.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nyata program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Cirebon. Upaya ini menjadi sangat relevan mengingat capaian luar biasa yang dimiliki oleh Kota Udang tersebut.“Kota Cirebon ini merupakan salah satu kota dengan indeks IKAT (Indeks Keuangan Akses Daerah) yang tertinggi di Jawa Barat. Paling tinggi, nomor satu, bahkan mengalahkan Kota Bandung,” ungkap Agus.
Namun, tingginya akses keuangan tersebut harus diselaraskan dengan tingkat literasi atau pemahaman yang baik. Agus berharap melalui edukasi ini, para ASN dapat terhindar dari segala bentuk aktivitas keuangan ilegal serta mampu melakukan perencanaan keuangan dengan matang.
“Mereka harus paham betul ketika membelanjakan uang kepada instrumen keuangan yang memang diawasi OJK, serta mampu membedakan mana yang keinginan dan mana yang kebutuhan,” tambah Agus.
Dalam menyampaikan materi, OJK Cirebon sengaja memilih pendekatan berbasis studi kasus atau storytelling dengan mengangkat kisah nyata yang pernah terjadi di Indonesia, seperti kasus investasi bodong CSI di masa lalu hingga investasi berkedok budidaya lebah madu di wilayah Kuningan.Fenomena tersebut diharapkan menjadi alarm pengingat bagi para ASN agar tidak mudah tergiur janji manis keuntungan tinggi yang ilegal.Lebih lanjut, Agus mewanti-wanti dan berupaya keras agar para ASN tidak terseret ke dalam lingkaran judi online.
Sebab, kegagalan dalam merencanakan keuangan personal dinilai linier dengan penurunan kualitas pelayanan publik. Hal ini diperkuat oleh data BKPSDM yang menunjukkan bahwa penurunan produktivitas ASN kerap dipicu oleh masalah finansial yang berantakan.
“Dampaknya langsung ke performa pekerjaan. Seperti yang disampaikan Pak Kepala BKPSDM, ketika perencanaan keuangan itu gagal, maka produktivitas akan menurun. Dan dampaknya banyak yang kemudian perlu dievaluasi secara menyeluruh,” jelas Agus.
Ke depan, OJK Cirebon berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi strategis ini ke sektor lainnya, termasuk sektor pendidikan seperti guru dan dosen.
Para pendidik dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi untuk menyebarluaskan prinsip dasar 2L (Legal dan Logis) dalam berinvestasi kepada masyarakat luas.
































Discussion about this post