Portalnusa.id – Suasana berbeda terlihat di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon baru-baru ini. Area parkir perkantoran yang biasanya dipadati kendaraan bermotor, kini tampak lebih lengang.
Fenomena ini merupakan wujud nyata kepatuhan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota DPRD Kota Cirebon terhadap Surat Edaran (SE) Wali Kota Cirebon terkait pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.Pemandangan unik muncul saat sejumlah pejabat dan staf memilih meninggalkan kunci mobil dan motor mereka di rumah. Sebagai gantinya, mereka menempuh perjalanan menuju kantor dengan cara yang lebih aktif.
Bersepeda, menjadi pilihan favorit banyak pegawai untuk tetap bugar sebelum memulai pelayanan publik, seperti Kadis KUKMPP Kota Cirebon Iing Daiman.
Iing Daiman mengatakan, ini merupakan anjuran dari walikota Cirebon yang tertuang dalam surat edaran yang menganjurkan ASN untuk tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak. “Kami wajib mengikuti surat edaran dari walikota Cirebon dalam rangka efisiensi penggunaan BBM, listrik dan sebagainya,” katanya, Kamis (9/4/2026). Dirinya mengungkapkan, hampir seluruh ASN yang bekerja di DKUKMPP mengikuti kebijakan penghematan BBM tersebut. “Tadi ada yang naik angkutan umum, sepeda, jalan kaki, ada juga yang sekalian olahraga dia lari dari rumahnya, tapi bagi saya itu sesuatu yang membiasakan diri pola hidup sehat dan juga ikut berpartisipasi hemat energi,” ungkapnya. Beberapa ASN memilih berlari kecil (jogging) dari kediaman masing-masing. Dan Sebagian lainnya memanfaatkan angkutan kota sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal. Tidak hanya di lingkungan eksekutif, para anggota DPRD Kota Cirebon pun turut memberikan teladan. Langkah ini diapresiasi sebagai upaya kolektif untuk menekan polusi udara di Kota Udang sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat. ”Ini bukan sekadar menjalankan perintah surat edaran, tapi momentum bagi kita semua untuk lebih peduli pada kualitas udara Cirebon dan kesehatan diri sendiri,” ujar Anggota DPRD Kota Cirebon Agung Supirno.Penerapan SE Walikota ini diharapkan dapat mengurangi Emisi Karbon: Menurunkan tingkat polusi udara secara signifikan di area pusat kota.
Mengurangi volume kendaraan di jam-jam sibuk masuk dan pulang kantor. Efisiensi Energi, Menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi aksi musiman, tetapi bertransformasi menjadi budaya kerja baru yang lebih hijau dan energik bagi seluruh perangkat daerah di Kota Cirebon.
































Discussion about this post