Portalnusa.id – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Digital yang diselenggarakan di Majelis Bani Asy-Syafi’iyah pada Rabu (7/1/2026).
Kegiatan ini mengusung tema pentingnya komunikasi efektif bagi generasi emas dalam membangun kemandirian berwirausaha di era digital.
Dalam sambutannya, Siti Farida menyampaikan bahwa transformasi teknologi saat ini tidak dapat dihindari, sehingga masyarakat dituntut untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi berani mengambil peran sebagai pelaku utama dalam ekonomi digital. Ia menegaskan bahwa kemandirian ekonomi sebuah kota dimulai dari kemandirian setiap individunya.
“Komunikasi efektif adalah fondasi dari segala bentuk usaha. Di dunia maya, cara kita bertutur, mempresentasikan produk, dan membangun kepercayaan adalah kunci keberhasilan,” ujar Siti Farida di hadapan para peserta.
Beliau juga menambahkan bahwa kecanggihan perangkat teknologi harus diimbangi dengan kecakapan dalam menyampaikan pesan yang santun, jujur, dan inovatif.
Pemerintah Kota Cirebon memberikan apresiasi tinggi kepada PKBM Surapandan atas inisiatif kolaboratif ini. Siti Farida berharap pelatihan ini menjadi momentum bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan digital sekaligus mengasah kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.
“Semoga langkah kecil kita hari ini memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon,” pungkasnya sebelum secara resmi membuka acara.
Sementara itu Ketua Yayasan Bani Asy-Syafi’iyah, Tuti Alawiyah menyampaikan bahwa lembaga pendidikan nonformal ini baru berdiri sejak Oktober lalu. Meski tergolong baru, antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam mengikuti program-program yang dijalankan.
“Tujuannya untuk memberikan motivasi kepada warga belajar agar tumbuh semangat kemandirian secara ekonomi,” ujarnya dalam sesi wawancara setelah pembukaan acara.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Kelurahan Argasunya, Kalijaga, hingga peserta dari luar kecamatan lainnya.
Selain fokus pada kewirausahaan, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi bagi anak-anak putus sekolah atau Anak Tidak Sekolah (ATS) agar kembali mendapatkan akses pendidikan.
Melalui pelatihan ini, pihak penyelenggara berharap para peserta tidak hanya mahir menggunakan gawai, tetapi juga mampu mengimplementasikan teknologi digital secara positif dan maksimal untuk peluang usaha.
“Harapannya, mereka bisa mengimplementasikan penggunaan digital secara positif, jadi tidak hanya untuk hal yang kurang bermanfaat, tetapi bagaimana cara menggunakannya secara maksimal (untuk berwirausaha),”katanya.
DPRD Sukabumi Mulai Pembahasan Tiga Raperda Prakarsa, Jadwalkan Finalisasi LPJ APBD 2025
PortalNusa.ID, Sukabumi - DPRD Kabupaten Sukabumi mulai mengakselerasi pembahasan sejumlah agenda legislasi daerah setelah menggelar Rapat Paripurna Ke-7 Tahun Sidang...




































Discussion about this post