PortalNusa.Id, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali gelar rapat koordinasi terkait implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (19/10).
Selain Menpora, hadir pula kementerian yang menjadi bagian dari anggota strukutur tim koordinasi pusat. Adapun tujuan dilaksanakan rakor ini adalah melihat hal apa saja yang telah dilakukan serta mempercepat target dari DBON.
“Untuk itu dalam rakor ini perlu melihat apa saja yang telah dilakukan, apa saja yang telah dicapai, apa persoalan yang dihadapi untuk bersama-sama mencari solusinya,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy.
Menurut Menko PMK Muhadjir Effendy, tim koordinasi DBON di seluruh daerah harus diperkuat. Hal ini guna mempercepat dari target yang diusung. Sehingga impian untuk berada di peringkat 5 besar Olimpiade 2044 bisa terwujud.
“Perlu dibentuk tim-tim koordinasi DBON di seluruh daerah untuk mempercepat target DBON. Kemudian juga pembinaan atlet usia muda harus dilakukan secara komprehensif, dari aspek pelatihan, pemenuhan gizi, dan pendidikan keterampilan,” ujar Menko Muhadjir.
Pada Kesempatan tersebut, Menpora Amali menyampaikan dalam DBON ini terdapat 10 sentra pembinaan atlet. Adapun ke-10 daerah tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, NTB, Kalimantan Timur dan Papua. Ia mengingatkan bahwa DBON akan tercapai jika dilakukan secara konsisten.
“Jadi Desain Besar Olahraga Nasional atau DBON ini akan tercapai jika kita melakukannya secara konsisten. Target besarnya adalah Olimpiade,” kata Menpora Amali.
Menpora Amali menyampaikan, peta jalan tahap pertama yakni 2021-2024 difokuskan kepada pembangunan fondasi penyelenggaraan DBON melalui penguatan regulasi, penyusunan norma, standar, prosedur hingga kriteria.
“Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan partisipasi dan kebugaran masyarakat. Kemudian penyelenggaraan festival dan kompetisi olahraga secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan internasional,” ujar Menpora Amali.
Di samping itu, Menpora Amali menyampaikan harus juga tersedianya tenaga keolahragaan yang berkualitas. Selanjutnya adalah tata kelola pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional harus sistematis, sinergi dan akuntabel.
“Sinergitas kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait harus dilakukan dalam mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga,” pungkas Menpora Amali.


































Discussion about this post