• Latest
Satu Hati Satu Tujuan

Satu Hati Satu Tujuan

28 June 2022
Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

Pindah Sementara ke Grage City Hub, Wakil Wali Kota Cirebon: Makin Erat dan Semangat Layani Warga

11 August 2026
​Kantor Setda Kota Cirebon Pindah Sementara ke Grage City Hub, Dorong Sinergi Pemkot dan Swasta

Kantor Setda Resmi Pindah Sementara ke Grage City Hub

11 August 2026
ADVERTISEMENT
Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

11 August 2026
Petugas PKH sedang mengunjungi KPM

Bansos Gagal Cair, 923 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi Terindikasi Judi Online

11 August 2026

Gedung Lama Direnovasi, Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda Mulai Berkantor di GCM

11 August 2026
Kasus Korupsi Kredit BPR Bank Cirebon: Kejari Terima Pelimpahan 3 Tersangka dan Barang Bukti

Kasus Korupsi Kredit BPR Bank Cirebon: Kejari Terima Pelimpahan 3 Tersangka dan Barang Bukti

10 August 2026
Kinerja BNI Menguat, Laba Capai Rp10,8 Triliun, PPOP Tembus Rp18,5 Triliun

Kinerja BNI Menguat, Laba Capai Rp10,8 Triliun, PPOP Tembus Rp18,5 Triliun

9 August 2026
Fantastis! Temuan BPK di SMAN 1 Batujajar Capai Rp.161,18 Juta, Koalisi Minta Pengusutan Tuntas

Fantastis! Temuan BPK di SMAN 1 Batujajar Capai Rp.161,18 Juta, Koalisi Minta Pengusutan Tuntas

9 August 2026
Perkuat Ekosistem Literasi, “Kelas Penggerak Literasi” Resmi Dibuka Kepala Balai Bahasa Jabar

Perkuat Ekosistem Literasi, “Kelas Penggerak Literasi” Resmi Dibuka Kepala Balai Bahasa Jabar

8 August 2026
Peringati HUT Ketum Bahlil, Golkar Kota Cirebon Berikan Santunan Anak Yatim-Piatu

Peringati HUT Ketum Bahlil, Golkar Kota Cirebon Berikan Santunan Anak Yatim-Piatu

7 August 2026
Sambut Harlah ke-25, Demokrat Gelar GPM

Sambut Harlah ke-25, Demokrat Gelar GPM

7 August 2026
Workshop di Bandung Dorong Pemanfaatan AI yang Bertanggung Jawab untuk Riset dan Advokasi Kebijakan

Workshop di Bandung Dorong Pemanfaatan AI yang Bertanggung Jawab untuk Riset dan Advokasi Kebijakan

5 August 2026
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
Tuesday, August 11 2026
  • Login
  • Register
portalnusa.id
Advertisement
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

    Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

    Perkuat Ekosistem Literasi, “Kelas Penggerak Literasi” Resmi Dibuka Kepala Balai Bahasa Jabar

    Perkuat Ekosistem Literasi, “Kelas Penggerak Literasi” Resmi Dibuka Kepala Balai Bahasa Jabar

    Dinilai Saling Lempar Tanggung Jawab, Layanan BCA Cirebon Diadukan ke OJK

    Dinilai Saling Lempar Tanggung Jawab, Layanan BCA Cirebon Diadukan ke OJK

    Renovasi Gedung Setda Kota Cirebon Difokuskan pada Perkuatan Struktur Basement dan Lantai I

    Sinergi OJK, Pemda, dan Perbankan Perkuat Ekosistem Garam Kabupaten Cirebon

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

    Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

    Perkuat Ekosistem Literasi, “Kelas Penggerak Literasi” Resmi Dibuka Kepala Balai Bahasa Jabar

    Perkuat Ekosistem Literasi, “Kelas Penggerak Literasi” Resmi Dibuka Kepala Balai Bahasa Jabar

    Dinilai Saling Lempar Tanggung Jawab, Layanan BCA Cirebon Diadukan ke OJK

    Dinilai Saling Lempar Tanggung Jawab, Layanan BCA Cirebon Diadukan ke OJK

    Renovasi Gedung Setda Kota Cirebon Difokuskan pada Perkuatan Struktur Basement dan Lantai I

    Sinergi OJK, Pemda, dan Perbankan Perkuat Ekosistem Garam Kabupaten Cirebon

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Lomba Perpustakaan Kelurahan Jabar: Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon Tembus 8 Besar

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Masuk 8 Besar Jabar, Kelurahan Sunyaragi Unggulkan Sejumlah Inovasi Literasi pada Lomba Perpustakaan

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
portalnusa.id
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
Home Opini

Satu Hati Satu Tujuan

Doddi Ahmad Fauji by Doddi Ahmad Fauji
28 June 2022
in Opini
0
Foto diambil dari minews.com

Foto diambil dari minews.com

Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Twitter

Teks Doddi Ahmad Fauji

Mempertahankan keutuhan Nusantara, mengandung mankna, harus mempersatukan hati untuk mencapai satu tujuan bersama, salah satunya adalah kesejahteraan rakyat!

Sekira tahun 2004, saya berkesempatan mengunjungi Kabupaten Marauke bersama rombongan pejabat dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Rombongan disambut oleh pidato Bupati Merauke kala itu, Johanes Gluba Gebze, yang biasa dipanggil Pak Jon.

Pidato Pak Jon, kurang lebih seperti ini.

Wajah kami mungkin mirip patung yang belum rampung diukir, tapi kami punya senyuman untuk menyambut tamu-tamu yang datang dari Jakarta. Selamat datang di Kabupaten Merauke. Anda tidak akan disambut oleh upacara yang meriah, tidak akan menginap di gedung yang mentereng, karena semua itu tidak kami miliki. Tapi Anda bisa melihat laut Arafuru yang menggetarkan, matahari yang bulat penuh, dan langit yang cemerlang tanpa awan.

Betapa girang hati kami telah dikunjungi oleh para pejabat dari Jakarta. Dengan kunjungan ini, kami merasa disapa sebagai anak-anak Nusantara. Tetapi meskipun tanpa kunjungan, kami akan bersetia menjaga dapur Nusantara yang berada di kawasan paling timur.

Bila Sabang adalah beranda rumah, dan Jakarta adalah ruang tamu, maka Merauke ini adalah dapur. Jadi kami adalah orang dapur yang harus memberi suluh supaya tungku Nusantara tetap menyala.

Bila kita hendak becermin ke alam, di mana matahari terbit dari timur, maka semestinya pula menempatkan Merauke itu sebagai serambi. Kami hidup lebih dulu dua jam dari penduduk Jakarta, sebab matahari lebih awal terbit dua jam di sini. Tapi itu hanya sebuah kemestian yang sulit dijalankan. Sebab bila hendak dijalankan, berarti kita harus mengubah lagu Dari Sabang Sampai Merauke menjadi Dari Merauke Sampai Sabang.

Pidato Pak Jon sungguh luar biasa: out of box from my mind.

Pada pidatonya itu, antara eufimisme, ironi, pengharapan, dan permohonan menyatu-padu dalam kalimat-kalimat yang filosofis. Mari renungkan kalimat ini, “Mungkin wajah kami mirip patung yang belum rampung diukir, tapi kami punya senyuman untuk menyambut tamu-tamu yang datang dari Jakarta.”

Sebuah eufimisme yang alamiah, sekaligus sindiran yang menukik.

Di kawasan perbatasan, yang semestinya menjadi beranda rumah tangga Nusantara, memang banyak ditamui hal-hal yang ironis. Kawasan perbatasan Indonesia di Merauke, tidak nampak seperti beranda yang megah dari sebuah negara besar. Apa yang ada di sana, adalah alamiah belaka.

Tetapi harus diakui, pada masa Pak Jon memimpin, kota Merauke nampak asri, bersih dan tertata. Para penduduk menggunakan helm saat berkendaraan, bukan karena takut polisi, tapi taat aturan. Toh di kota Kabupaten Merauke, tidak banyak ditemui polisi lalu lintas. Agak berbeda dengan Kota jayapura yang mirip Jakarta atau Bandung, di Merauke tidak nampak sampah-sampah mengotori jalanan.

Seperti kata Pak Jon, penduduk Merauke memang ramah senyuman. Entah ini telah diinstruksikan, atau memang telah menjadi laku keseharian. Tapi menurut orang tua dulu, bangsa Nusantara memang murah senyum. Apalagi di daerah pegunungan seperti Periangan, penduduknya selalu ramah kepada siapapun. Itulah sebabnya psikolog MA Brower mengatakan, Priangan diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum.
Indonesia

 memang tidak memiliki musim salju yang membuat manusia jadi cemberut karena menahankan dingin. Negeri kita adalah kolam susu, tongkat batu jadi tanaman. Kekayaan alam negeri kita sangat melimpah. Kondisi geografis yang subur ini telah mendidik penghuninya jadi murah senyum.

Tetapi di kota-kota besar sekarang ini, di mana manusia terhimpit di hutan beton, keramahan itu seperti tercerabut serempak. Manusia menjadi hampa dan seperti robot. Demi bertahan hidup yang cukup berat, uang akhirnya menjadi Tuhan. Mungkinkah semangat kebangsaan bisa diminta dari mereka yang menyembah rupiah sebagai Tuhan?

Kepada masyarakat Merauke yang masih alamiah, semangat kebangsaan akan mudah disemai. Setiap anak bangsa akan menjadi prajurit sejak di dalam hatinya masing-masing. Tidak perlu dirayu, tak usah dipaksa, mereka akan memberikan hatinya, tentu dengan catatan seperi kata Pak Jon, “kami merasa disapa sebagai anak-anak Nusantara.”

Bila kehidupan ini akan berjalan statis, tak perlu diragukan, bahwa penduduk Merauke akan bersetia menjadi suluh Nusantara di dapur yang paling Timur. Sayangnya, roda kehidupan begitu dinamis, dan perubahan terjadi dengan eskalasi makin cepat. Lambat-laun namun pasti, semua yang alamiah akan tergerus oleh kemajuan, dan menjadikan mereka sebagai budak-budak penyembah Tuhan yang bernama rupiah. Bila kata Tuhan mereka berkhianatlah kepada Nusantara, maka sebagai budak, mereka akan berkhianat. Itulah yang terjadi di Jakarta. Korupsi adalah perbuatan yang berkhianat kepada rakyat Nusantara.

Rasanya, masih lama wajah Merauke akan berubah. Tanah yang lapang, masih seluas mata memandang. Tiada pabrik yang mengepulkan asap hitam. Tiada kopaja atau mikrolet yang menyeburkan karbon mono oksida. Langit nampak biru-kelabu bahkan tanpa awan. Dan di hutan-hutan, semut hitam masih memberikan pelajaran yang berharga tentang makna persatuan. Di Merauke saya melihat semut-semut hitam membangun sarang dari tanah, hingga muncul ke permukaan. Sarang semut itu tingginya bisa mencapai 11 meter. Semut-semut hitam itu telah mengajarkan kepada penduduk di Merauke, bahwa kebersamaan dan persatuan bisa mewujudkan sesuatu yang sulit masuk akal.

Di daerah perbatasan Indonesia – Papua Nugini, atau di kawasan tugu titik 5200 KM, gairah hidup yang alamiah juga masih terasa kental. Penduduk Indonesia yang berada di kawasan perbatasan itu, dengan penduduk Papua Nugini yang juga berada di kawasan perbatasan itu, hidup rukun layaknya saudara, dan memang pada kenyatannya banyak di antara mereka adalah saudara sedarah, saudara sesuku, yaitu Suku Marind. Jika alam tidak berubah, dan dinamika politik tidak porak-poranda, mereka akan terus hidup damai seperti itu, meskipun beda kewarganegaraan.

Barangkali, ya barangkali, penduduk Merauke masih lebih beruntung dari penduduk Papua Nugini bila dibandingkan dengan ketersediaan bahan pangan. Kenyataannya, suku Marind dan suku-suku lain yang berasal dari Papua Nugini, tiap sore datang ke wilayah RI melalui jalan perbatasan setapak kaki. Dengan sepeda ontel, mereka datang ke wilayah RI dengan membawa hasil buruan dan hasil alam. Mereka membawa cula, tanduk, kulit, dan lain-lain, untuk dijual kepada penduduk RI. Lalu mereka pulang dengan membawa gula, kopi, garam, ikan asin, minyak, rokok, batu batrey, dan barang-barang lain untuk kebutuhan hidup.

Mereka masuk ke wilayah perbatasan RI tanpa pemeriksaan yang ketat. Memang ada selembar surat dokumen yang harus mereka keluarkan, dan polisi di perbatasan memeriksanya, lalu mengijinkan mereka masuk. Di kawasan perbatasan ini, tidak ada pagar, tidak ada benteng yang mentereng. Yang ada hanya tugu Titik 5200 KM, yaitu penanda titik terjauh kawasan RI dihitung dari tugu Titik 0 KM yang ada di Kota Sabang. Satu lagi tugu yang ada di sana, adalah tugu yang menjadi perbatasan RI – PNG.
Pertahanan RI

 di kawasan perbatasan itu, bukanlah serdadu, tapi “hati” penduduk. Namun muncul pertanyaan, sampai kapankah mereka memberikan “hati” untuk Nusantara?

Bila kita cermati sebuah surat terbuka yang dikirimkan via milis, miris rasanya. Tidak bisa dimungkiri, ada riak-riak separatisme di Tanah Air ini. Simak saja penggalan tulisan di milis http://groups.yahoo.com/group/Komunitas_Papua/message/548 yang berbunyi:

“Dengan menjalankan peran Anda sebagai agen Bupati, berarti Anda sedang dicongar seperti sapi oleh orang-orang non Papua di Merauke untuk memperkuat sistem sosial, politik, ekonomi, hukum, administratif, dan ideologi yang sepenuhnya dirancang dan diterapkan oleh pemerintah kolonial Indonesia untuk mengindonesiakan kami orang Papua Barat… “

Bupati yang dimaksud dalam surat milis itu, tiada lain adalah Pak Jon yang kata-katanya terdengar filsuf itu. Jika saya sebagai orang luar Papua terpukau mendengar pidato penyambutan yang disampaikan Pak Jon, justru orang Papua sendiri ada yang menilai Pak Jon adalah perpanjangan tangan kolonial RI. Tentu, bibit-bibit seperatisme seperti ini tidak bisa dibiarkan dan dianggap gampangan. Harus diselesaikan sebijaksana mungkin, dan sebenarnya pembesar di republik ini tahu, tindakan apa yang harus diambil.

Seperti dikutip Antara, tindakan yang harus diambil adalah seperti yang dikatakan Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu pada upacara pelantikannya.

Barnabas mengatakan, cara terbaik untuk menghambat upaya separatisme di Papua adalah

dengan meningkatkan kesejahteraan, memberantas kebodohan dan keterbelakangan agar rakyat Papua hidup sejajar dengan saudara-saudaranya di wilayah lain Indonesia.

“Pada jumpa pers sehari sebelum pelantikan, Senin (24/7/2006), kami telah menegaskan bahwa untuk menuntaskan separatisme di Papua maka jalan satu-satunya adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Jika rakyat sudah sejahtera maka mereka tidak akan bertindak macam-macam. Orang berteriak karena dia tidak sejahtera,” katanya.

RI bisa berharap penduduk Merauke tidak akan terhasut oleh provokasi-provokasi gencar yang disampaikan melalui online. Ada satu falsafah hidup yang patut dicermati dari merauke, yang falsafah itu sering mereka ucapkan, dan mereka tulisan di beberapa tempat yang cukup penting, di antaranya di salah satu gedung Mopah, Bandar Udara Merauke. Falsafah itu berbunyi: Izakod bekai izakod kai (Satu hati satu tujuan).

Bila sudah membicarakan tujuan, maka tentu kita harus berpaling pada preambule UUD 1945, yang menyebutkan tujuan daripada pendirian republik ini. Sekedar untuk mengingatkan, bila saja lupa kalimat-kalimat persis dari tujuan pendirian RI menurut preambule adalah seperti ini.

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada:

·  Ketuhanan Yang Maha Esa,

·  Kemanusiaan yang adil dan beradab,

·  Persatuan Indonesia, dan

·  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,

·  serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Tujuan di atas, tidak akan ditolak oleh akal sehat, oleh bangsa manapun. Tetapi seringkali, justru kita lupa bahwa untuk mempertahankan kedaulatan negeri ini, juga sekaligus harus dengan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Mungkinkah kemerdekaan dan perdamaian abadi bisa terwujud bila kita membentengi diri dengan moncong meriam, dengan kecurigaan dan kata-kata yang mengobarkan kebencian?

Kita tahu, misalnya, saat ada konfrontasi dengan Malaysia, kata-kata kasar berseliweran menghasut ke sana kemari, dan tidak menyelesaikan masalah, selain hanya mengobarkan kebencian. Contoh kalimat-kalaimat yang mengobarkan kebencian, saya kutipkan sebuah thread dari situs: www.topix.com/forum/world/malaysia/TRFL7585RARD320OQ.

“Gw bikin thread ini buat kalian khusus forumers dari INDONESIA (anjing malon gak usah ikut..!!). Di sini loe bebas mau maki2 apa saja ttg malingsial.. negaranya kah.. orang2 nya kah.. kebudayaannya kah… etc.. pokoknya loe di sini bebas mau tulis apapun! gak ada batasan bahasa halus & kasar disini!!. Ada similikity yang lebih mengedepankan diskusi yg sehat, tp jangan lupa juga bhw ada banyak juga forumers Indonesia yg sudah sedemikian muak dengan tingkah laku malingsial yg semakin ngelunjak dengan Indonesia. So, keluarkan semua kedongkolan loe disini..!!! DASAR MALON BANGSAT…!!!! Akur..?“

Bunyi thread di atas, bisa dimaklumi, karena tentu yang mereka ke depankan bukan semangat pembukaan UUD 1945. Tetapi permakluman tentu tidak cukup, dan kita tidak bisa berharap banyak untuk mempertahankan kedaulatan RI kepada mereka-mereka yang mudah tersulut. Dikiranya kita bisa menang bila perang melawan Malaysia yang didukung Inggris. Bung Karno sudah membuktikan, tidak mampu menggayang Malaysia. Yang ada, malah Bung Karno yang terjungkal. Ingat kata Bung Karno: Jas Merah (Jangan sekali-kali melupakan sejarah).

Satu hati satu tujuan, semoga bukan sekedar jargon, dan satu negara satu keadilan, semoga bukan utopia. 

Iklan Iklan Iklan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Italia dan Belanda

Next Post

Ratusan Pelaku Usaha Ikuti Bimtek LKPM

Doddi Ahmad Fauji

Doddi Ahmad Fauji

The Al Berto, Former Wartawan at Media Indonesia 1998 - 2005, Manajer Marketing Majalah Arti, Pemimpin Redaksi at Sanggar Literasi SituSeni Mediatif, Wartawan Senior PortalNusa.Id dan Jurdik.Id

Related Posts

Polisi Tewas di Kantor Polisi: Bukan Perkara Pidana Biasa

Polisi Tewas di Kantor Polisi: Bukan Perkara Pidana Biasa

by Redaksi PortalNusa
21 May 2026
0
9

“Kalau Nyawa Bisa Hilang di Dalam Institusi Penegak Hukum, Maka Publik Berhak Menuntut: Jangan Ada Fakta yang Disembunyikan, Jangan Ada...

10 Tahun Hari Citarum: Evaluasi Total Pengelolaan DAS Citarum

10 Tahun Hari Citarum: Evaluasi Total Pengelolaan DAS Citarum

by M Ankawijaya
16 May 2026
0
6

Citarum Harum, sebuah program yang dicanangkan pemerintah untuk perbaikan DAS Citarum (Istimewa)

Peranan Wanita Sukabumi dalam Meningkatkan Indeks Prestasi Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Peranan Wanita Sukabumi dalam Meningkatkan Indeks Prestasi Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

by Redaksi PortalNusa
15 May 2026
0
87

Oleh: Ika Kartika, M.SiKomisaris PT. Aruna Evara Utama Dalam pembangunan daerah modern, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang...

Next Post

Ratusan Pelaku Usaha Ikuti Bimtek LKPM

Angka Kejahatan Uang Palsu Di Cirebon Masih Kecil, Kepala BI Minta Masyarakat Tetap Waspada

Ketua NPC Indonesia Optimis Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games 2022

Ketua NPC Indonesia Optimis Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games 2022

Peran DPD RI Dalam Meningkatkan Potensi Daerah Kepulauan

Peran DPD RI Dalam Meningkatkan Potensi Daerah Kepulauan

Discussion about this post

Advertorial

https://youtu.be/jk4SPl9IYFs

Trending

  • Rp395 Juta Dana BOSP SMAN 1 Parongpong Jadi Sorotan BPK, KMS Siapkan Aksi

    Rp395 Juta Dana BOSP SMAN 1 Parongpong Jadi Sorotan BPK, KMS Siapkan Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Ekosistem Literasi, “Kelas Penggerak Literasi” Resmi Dibuka Kepala Balai Bahasa Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinilai Saling Lempar Tanggung Jawab, Layanan BCA Cirebon Diadukan ke OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kinerja BNI Menguat, Laba Capai Rp10,8 Triliun, PPOP Tembus Rp18,5 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fantastis! Temuan BPK di SMAN 1 Batujajar Capai Rp.161,18 Juta, Koalisi Minta Pengusutan Tuntas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

Pindah Sementara ke Grage City Hub, Wakil Wali Kota Cirebon: Makin Erat dan Semangat Layani Warga

11 August 2026
2
​Kantor Setda Kota Cirebon Pindah Sementara ke Grage City Hub, Dorong Sinergi Pemkot dan Swasta

Kantor Setda Resmi Pindah Sementara ke Grage City Hub

11 August 2026
0
Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

Bukan Sekadar Mall, Grage City Hub Hadirkan Ekosistem Terpadu Pelayanan Publik dan Komunitas

11 August 2026
1
Petugas PKH sedang mengunjungi KPM

Bansos Gagal Cair, 923 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi Terindikasi Judi Online

11 August 2026
5

RSS PortalNusa Youtube

  • 6 Agustus 2026 6 August 2026
  • Kondisi Ciliwung bendungan Katulampa tadi siang seperti ini.."Waspada kemarau panjang " 23 July 2026
  • Datangi Dewan Pers, Mahmud Marhaba: PJS Resmi Menjadi Calon Konstituen Dewan Pers. 23 July 2026
  • Warga pengguna jalan, mengeluhkan rusaknya jalan di Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, Jabar. 5 July 2025
  • Warga Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, meminta jalan diperbaiki agar mendongak perekonomian. 6 May 2025
  • Komplain Oppo F11 23 April 2025
  • Penampakan angin puting beliung di Desa Bugis Kab. Indramayu, Minggu 16/03/25 sore. 17 March 2025
  • Puluhan Rumah di Desa Bugis, Kab. Indramayu hancur diterjang angin puting beliung, sore 16/03/25 17 March 2025
  • Viral lagu "Bayar Bayar Bayar", Band Punk Sukatani cabut lagu dan minta maaf pada Polri. 21 February 2025
  • Bahlil Buat Gaduh Penjualan Gas Subsidi, Seekor Ular Okupasi Gudang Agen Gas LPG di Kab. Mamuju 4 February 2025
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?