Portalnusa.id — Luasnya wilayah serta tingginya kebutuhan pembangunan infrastruktur di RW 8 Wanacala, Kelurahan Harjamukti, dinilai tidak cukup hanya mengandalkan dana Pokok Pikiran (Pokir) milik anggota dewan. Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon diminta turun tangan dengan mengalokasikan anggaran khusus dari pos lain demi mempercepat penanganan masalah kawasan perbatasan tersebut.
Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Partai Golkar, Agung Supirno, saat menyerap aspirasi warga dalam kegiatan Reses Masa Persidangan III di RW 8 Wanacala.
Menurut Agung, letak geografis Wanacala yang berada di wilayah selatan dan berbatasan langsung dengan area luar kota membutuhkan intervensi anggaran yang jauh lebih besar. Selain masalah perbaikan Baperkam dan penanganan sampah, masih ada akses jalan warga yang kondisinya memprihatinkan karena masih berupa tanah merah.
“Wanacala ini masuk dalam wilayah Selatan, perbatasan kota. Wilayahnya sangat luas dan harus ada perhatian dari Pemerintah Kota Cirebon. Kalau pun mengandalkan Pokir saya di DPRD tidak akan mampu, perlu ada anggaran dari pos lain untuk masuk ke RW 8 Wanacala,” tegas Agung.
Guna mengatasi persoalan darurat seperti penumpukan sampah di pinggir sungai yang diperkirakan mencapai 10 dump truck, Agung bergerak cepat memfasilitasi kolaborasi lintas instansi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Langkah aktif legislatif dalam mendorong anggaran dan solusi lintas dinas ini disambut baik oleh pemerintah setempat. Lurah Harjamukti, Beny, menyampaikan bahwa dukungan dari anggota dewan sangat krusial mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pihak kelurahan.
“Jujur ini perdana saya menghadiri reses Bapak Agung Supirno. Artinya, bantuan Pokir dari dewan yang diusulkan masyarakat bisa membantu kelurahan, malah justru membantunya lebih banyak karena kelurahan itu kan terbatas. Dengan adanya program Mas Agung hadir di RW 8 Wanacala, kami dari pihak kelurahan sangat terbantu,” ungkap Beny.
Saat ini, pihak Kelurahan Harjamukti sendiri tengah mengupayakan pemerataan jalan di RW 8 Wanacala menggunakan alokasi anggaran lain.
“Di RW 8 Wanacala kita sedang dalam proses pengaspalan enam titik di wilayah Wanacala dari dana DAU. Saat ini sedang dalam pengerjaan, kemarin kita lihat sudah tiga titik selesai, tinggal sisanya tiga titik lagi,” tambah Beny.
Kolaborasi antara alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) kelurahan, pengawalan Pokir dewan, serta dorongan anggaran tambahan dari Pemkot Cirebon diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan infrastruktur dan lingkungan di Wanacala secara menyeluruh.

































Discussion about this post