Portalnusa.id – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Cirebon kembali melanjutkan pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani (HSG), dengan Fatimah. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari pihak keluarga suami Fatimah, yakni Satria Robi Saputra, yang merupakan anak dari mantan Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih.
Pada Selasa (2/6/2026), Wahyu Tjiptaningsih hadir langsung di gedung DPRD Kota Cirebon untuk memenuhi undangan BK sebagai saksi. Kehadirannya bertujuan untuk memberikan kesaksian mengenai apa yang ia ketahui dan rasakan terkait prahara rumah tangga anaknya yang diduga melibatkan oknum pimpinan dewan tersebut.
Dalam keterangannya usai pemeriksaan, perempuan yang akrab disapa Ayu ini membantah keras sejumlah pernyataan yang sebelumnya beredar dari pihak Fatimah. Salah satunya mengenai status hubungan Fatimah dan Satria Robi yang dikabarkan telah bercerai.
“Apa yang selama ini beredar bahwa Ibu Fatimah menyampaikan sudah bercerai, itu sesungguhnya tidak benar. Posisi pada saat kejadian itu mereka sesungguhnya belum bercerai,” ujar Ayu menegaskan.
Ayu juga menepis klaim Fatimah yang menyatakan bahwa dirinya telah dikembalikan kepada orang tuanya. Menurut Ayu, sebagai orang tua, pihak keluarga justru selalu berupaya menjaga agar hubungan pernikahan tersebut tetap harmonis, terlebih pasangan tersebut telah dikaruniai tiga orang anak.
Terkait pengakuan Fatimah yang merasa terkena tekanan psikologis selama membina rumah tangga, Ayu menilai hal tersebut tidak masuk akal.
“Kalau psikis, saya rasa tidak benar. Artinya, tidak mungkin rumah tangga bisa berjalan sampai 10 tahun dan punya anak tiga kalau ada tekanan seperti itu. Anak saya itu sangat perhatian dengan istri maupun anaknya,” tambahnya.
Ayu menduga bahwa gugatan atau permintaan cerai yang dilayangkan oleh Fatimah belakangan ini bukan karena permasalahan internal rumah tangga, melainkan karena adanya kehadiran pihak ketiga. Ia mensinyalir hubungan terlarang tersebut sudah terjadi saat Fatimah dan anaknya masih berstatus sah sebagai suami istri.
Pihak keluarga mengaku telah mengantongi dan menyerahkan sejumlah bukti kuat yang mengindikasikan adanya perselingkuhan tersebut kepada BK DPRD Kota Cirebon.
Lebih lanjut, Ayu menjelaskan bahwa langkah hukum dan pelaporan yang dilakukan oleh anaknya ke BK DPRD merupakan upaya untuk menegakkan keadilan sekaligus menjaga harkat dan martabat keluarga. Menurutnya, tindakan dugaan perselingkuhan ini sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang anggota dewan, apalagi yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD.
“Harapan kita hanya meminta keadilan. Tidak sepatutnya hal ini dilakukan oleh seorang anggota dewan. Lapuran ini adalah bagian dari perjuangan untuk mempertahankan martabat keluarga,” pungkas Ayu.
Ia juga memastikan bahwa selama ini anaknya tidak pernah melakukan KDRT, tidak terlibat judi, minuman keras, maupun memiliki wanita idaman lain, dan selalu fokus pada urusan rumah serta pekerjaan.
Pihak keluarga kini menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan kepada Badan Kehormatan DPRD Kota Cirebon untuk mengambil tindakan tegas jika dugaan tersebut terbukti benar.
Dalam perkembangannya, mantan istri HSG, R. Garnis Mutiara Shavira, turut hadir memberikan keterangan di hadapan BK.
Dalam kesaksiannya, Garnis membeberkan kronologi hubungan rumah tangganya dengan terduga, mulai dari awal mula hubungan hingga terbitnya akta perceraian mereka pada 19 Mei 2026 lalu.
Garnis mengungkapkan bahwa kedekatan antara mantan suaminya dengan Fatimah (istri dari Kepala Desa Kedungjaya) sebenarnya sudah terjalin lama, jauh sebelum dirinya melayangkan gugatan cerai. Berdasarkan penuturannya, indikasi tersebut sudah terlihat sejak Agustus 2025, ketika keduanya masih terikat status pernikahan sah.
“Oh, itu jauh. Dari Agustus 2025, jauh sebelum saya menggugat cerai. Masih status suami-istri waktu itu,” ungkap Garnis.
Ia juga menambahkan bahwa situasi tersebut diperparah dengan adanya tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialaminya dari pihak HSG pada September 2025.
Sebagai seorang istri yang hidup bersama dan memahami gerak-gerik pasangannya, Garnis mengaku tidak bisa membohongi firasatnya (*feeling*) mengenai adanya kehadiran wanita lain.
“Namanya *feeling* seorang istri itu tidak bisa dielakkan, tidak bisa disangkal. Karena kita tahu *body language*-nya pasangan kita, kita sudah hidup bersama dia, satu kasur. Saya tahu bagaimana kalau dia tertarik dengan perempuan lain. Itu sudah saya rasakan sejak lama,” tuturnya.
Kecurigaan Garnis semakin menguat ketika mendapati nomor telepon genggam serta akun Instagram pribadinya diblokir secara sepihak oleh Fatimah. Menurutnya, jika memang tidak ada hubungan apa-apa, tindakan pemblokiran tersebut tidak perlu dilakukan.
Garnis menjelaskan bahwa dirinya dan Fatimah sebenarnya saling mengenal karena berada dalam satu wadah organisasi, di mana Garnis menjabat sebagai Ketua Sayap Partai Nasdem. Dalam berbagai kegiatan partai, Garnis mengaku kerap berusaha merangkul Fatimah sebagai anggota. Namun, Fatimah dinilai selalu menunjukkan sikap menghindar.
Ia menceritakan salah satu momen saat rapat partai berlangsung di Swiss-Belhotel Cirebon, di mana saat itu HSG masih berstatus sebagai suaminya.
“Saat itu saya minta dia (Fatimah) untuk bergabung, ‘Sini, sini, suruh ke sini’. Tapi beliau kayak menghindar, ‘Oh iya Ibu, nanti ya Ibu saya ke sana’, tapi terus enggak datang,” kata Garnis mengenang.
Meskipun demikian, Fatimah tercatat sempat menghadiri beberapa acara lain yang melibatkan Garnis, seperti acara *fashion show* pakaian adat perempuan berkebaya.
Di akhir keterangannya, Garnis mengaku tidak menyangka bahwa polemik ini akan berkembang sejauh ini. Terlebih lagi, Garnis mengungkapkan bahwa hubungannya dengan keluarga Wahyu Tjiptaningsih (ibu dari Satria Robi Saputra) selama ini terjalin sangat dekat, bahkan mereka sempat melaksanakan ibadah umrah bersama pada periode November–Desember lalu.












![Aksi PSDK das Citarum dan Walhi Jabar dalam Resistence Climbing for Citarum [Istimewa]](https://portalnusa.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-19.04.09-75x75.jpeg)



















Discussion about this post