PortalNusa.ID, Sukabumi – Anggota DPR RI, Zainul Munasichin, kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk memperkuat literasi kebangsaan melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Caringin H. Pidin, Ketua MUI Desa Caringin H. Aceng Qodiri, Ketua BPD Caringin H. Tarsana, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat. Kehadiran para pemangku wilayah ini menandai kuatnya dukungan lokal terhadap upaya peningkatan pemahaman nilai kebangsaan di tingkat desa.
Dalam kesempatan itu, Zainul menegaskan kembali komitmen DPR RI untuk memastikan masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan mampu mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, langkah turun langsung ke desa-desa adalah bentuk tanggung jawab lembaga legislatif dalam menjaga jati diri bangsa di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
“Empat pilar bukan hanya materi sosialisasi, tetapi pedoman hidup berbangsa. Peran kami adalah memastikan nilai-nilai itu benar-benar sampai ke masyarakat, terutama di tingkat desa,” ujar Zainul.
Ia menilai bahwa penguatan literasi kebangsaan tidak boleh berhenti pada tataran seminar atau penyampaian teori semata. Menurutnya, pemahaman tentang empat pilar harus diterjemahkan menjadi tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kehadiran para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda, Zainul berharap penyebaran nilai-nilai kebangsaan bisa berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.
“Dengan dukungan para tokoh di Caringin, kami optimistis semangat menjaga persatuan, memperkuat identitas nasional, dan membangun karakter bangsa dapat lebih cepat menyebar kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Ia menambahkan, literasi kebangsaan perlu terus diperkuat untuk menghadapi tantangan seperti arus informasi digital, potensi perpecahan sosial, hingga melemahnya nilai toleransi.
“Wawasan kebangsaan adalah benteng persatuan. Semakin masyarakat memahami empat pilar, semakin kuat pula pondasi bangsa ini,” tandasnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif, di mana warga diberikan kesempatan menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait kehidupan berbangsa dan bernegara. Zainul memastikan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bagian dari bahan kerja legislasi dan pengawasan DPR RI. (*)





































Discussion about this post