Portalnusa.id – Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga Lovanya, seorang siswi kelas 6 SDN Guntur, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Bocah malang tersebut harus menghadapi kenyataan pahit setelah menjadi korban dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Gronggong, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Insiden tragis ini bermula ketika sebuah truk kontainer bermuatan air mineral kemasan melaju dari arah Kuningan menuju Cirebon. Truk tersebut diduga kuat mengalami rem blong sehingga pengemudi kehilangan kendali. Kendaraan besar itu kemudian menghantam sebuah warung makan di pinggir jalan serta menyeruduk empat sepeda motor yang berada di lokasi kejadian.
Akibat peristiwa mengerikan itu, sedikitnya lima orang menjadi korban. Tiga orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka-luka.
Nahas, tiga korban tewas dalam kejadian ini merupakan orang-orang terdekat Lovanya, yaitu kedua orang tua (ayah dan ibu) serta adik kandungnya. Ketiganya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi dan mendapatkan pertolongan medis darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Cirebon.
Lovanya Selamat, Namun Harus Diamputasi
Sementara itu, Lovanya sendiri berhasil selamat dari maut. Namun, ia mengalami luka yang sangat parah pada bagian ekstremitas bawah, hingga tim medis terpaksa mengambil tindakan amputasi pada kaki kanannya.
Hingga saat ini, Lovanya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Gunung Jati. Ironisnya, karena kondisi psikologis yang masih rentan, Lovanya dilaporkan belum mengetahui bahwa seluruh keluarga intinya telah tiada.
Empati Luas dan Jaminan Pengobatan Pribadi
Kondisi memprihatinkan yang menimpa siswi berprestasi ini memicu empati luas dari berbagai pihak. Bunda Anak Kota Cirebon, Noviyanti Edo, langsung menjenguk Lovanya di RSUD Gunung Jati pada Rabu (15/7/2026), didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih.
Dalam kunjungannya, Noviyanti Edo menegaskan bahwa dirinya secara pribadi siap mengawal dan menjamin seluruh biaya serta proses penanganan medis yang dibutuhkan Lovanya selama berada di rumah sakit.
“ni saya mengambil alih langsung ya, insyaallah ini dari pribadi saya dulu ajalah ya. Karena kalau pemerintah mungkin saya juga tidak tahu, tidak paham bagaimana dengan aturan pemerintah. Insyaallah ini saya akan jamin. Penanganan medisnya ini saya akan tanggung, ditanggung sama saya. Mudah-mudahan dari pemerintah bisa bantu juga karena ini merupakan pukulan buat saya, Pak,” ujar Noviyanti Edo saat memberikan keterangan di RSUD Gunung Jati.
Mendorong Perlakuan Khusus untuk Masa Depan Pendidikan
Tak hanya terkait penanganan medis saat ini, masa depan pendidikan Lovanya juga menjadi perhatian serius. Terlebih, pihak Dinas Pendidikan mendapati laporan bahwa Lovanya merupakan salah satu anak didik yang dikenal cerdas dan berprestasi di sekolahnya.
Mengingat Lovanya saat ini sudah duduk di kelas 6 SD dan akan segera menghadapi kelulusan serta proses kelanjutan studi, Noviyanti berharap ada skema atau perlakuan khusus dari Pemerintah Kota Cirebon untuk menjamin pendidikan Lovanya ke jenjang berikutnya.
Ia memandang Lovanya sebagai salah satu aset berharga bagi Kota Cirebon yang tidak boleh ditelantarkan begitu saja.
“nsyaallah, mungkin ini kebijakan dari Pemerintah Kota Cirebon yang mungkin saya juga nantinya harus berkoordinasi lagi. Ini saya berharap ada perlakuan khusus dari Pemerintah Kota Cirebon untuk ke jenjang berikutnya. Karena anak ini seorang… dia sudah ditinggalkan sama orang tuanya, sebatang kara. Dan walaupun memang masih ada keluarganya, tetapi pemerintah tidak bisa diam. Saya berharap ini menjadi perlakuan khusus buat Pemerintah Kota Cirebon,” jelas Noviyanti.
Ia menambahkan, jaminan pendidikan ini sangat penting sebagai bentuk apresiasi sekaligus perwujudan komitmen daerah untuk melindungi anak-anak berpotensi.
“Insyaallah, karena ini salah satu aset. Anak ini aset Kota Cirebon. Karena saya baru tahu bahwa dia merupakan anak yang pintar, anak yang berprestasi. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak berprestasi yang ada di Kota Cirebon ditelantarkan. Jadi kita harus ada apresiasi buat anak-anak Kota Cirebon. Salah satunya karena kita akan menciptakan Kota Cirebon ini sebagai Kota Layak Anak. Nah, itu salah satunya, aset-aset anak yang cerdas ini, yang punya kelebihan ini, dijadikan aset di Kota Cirebon,” pungkasnya.






























Discussion about this post