Portalnusa.id – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto, menyoroti urgensi regenerasi di sektor pertanian Indonesia.
Berdasarkan data yang ada, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya minat generasi muda untuk terjun menjadi petani, yang mengakibatkan sektor ini didominasi oleh kelompok usia di atas 50 tahun.
Bambang menilai bahwa sektor pertanian seringkali masih menjadi kantong kemiskinan di Indonesia, sehingga cenderung ditinggalkan oleh generasi penerus.
Oleh karena itu, ia menekankan perlunya langkah nyata untuk mengubah pola pikir (mindset) masyarakat terhadap profesi petani.
”Perlu ada inovasi agar mindset kita terhadap pertanian ini bukan hanya sekadar untuk menanam, tapi bisa lebih besar lagi, yaitu sebagai usaha besar,” ujar Bambang, disela kunjungannya ke Dapilnya. Sabtu (25/4/2026). Menurutnya, para petani sebenarnya sudah memiliki modal utama berupa lahan. Tantangan terbesarnya terletak pada pemberian edukasi dan langkah-langkah kreatif agar sektor ini kembali menarik bagi anak muda, sehingga mereka tidak lagi berbondong-bondong pindah ke perkotaan.Sebagai langkah konkret, Bambang mendorong pemerintah untuk memperkuat peran pendidikan pertanian, mulai dari tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga sekolah dasar. Ia mengusulkan agar pertanian dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan pangan rakyat.
“Kita harus mampu menggenjot sumber daya manusia itu sendiri melalui beberapa bidang di pemerintahan, termasuk di dunia pendidikan yang harus menerapkan pertanian menjadi satu bagian dalam pembelajaran,” pungkasnya.































Discussion about this post