Portalnusa.id – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) ke-IX di SMA NU Ciledug, pada Minggu (5/4/2026).
Pada kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus serta perwakilan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ciledug.
Hadir pula beberapa Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Cirebon yang memberikan dukungan dan semangat kepada para kader Ansor di Ciledug.
Berdasarkan laporan panitia, pada Konferancab tahun ini telah ada tiga nama calon yang resmi mendaftarkan diri untuk bertarung dalam pemilihan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ciledug periode mendatang.
Ketiga kandidat tersebut adalah, Agung Asmaji utusan dari Ranting Ansor Jatiseeng, Muhammad Fidzani Samsam dari unsur PAC Kecamatan Ciledug, dan Fikri Dedy dari unsur PAC Kecamatan Ciledug.
Ketua PAC Ansor Ciledug, Abdul Fatah Hidayat sebelum demisioner, menyampaikan laporan pertanggungjawaban khidmatnya selama dua tahun terakhir.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa berorganisasi di Ansor bukan sekadar urusan memilih pemimpin, melainkan perjuangan merawat nilai dan memperkuat pengabdian kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.
Abdul Fatah mengungkapkan rasa emosionalnya saat pertama kali menerima mandat sebagai Ketua PAC pada April dua tahun lalu. Ia mengaku memikul beban yang cukup berat karena doktrin dari para senior yang menyebut Ansor sebagai organisasi yang “keramat.”
”Kami berupaya sekuat kami, semampu kami untuk melaksanakan dan mengemban amanah ini,” ujarnya di hadapan para anggota.
Salah satu pencapaian terbesar dalam periode 2024–2026 ini adalah keberhasilan PAC Ansor Ciledug dalam membentuk kepengurusan di tingkat ranting secara menyeluruh.
”Sepuluh Desa Terisi, Seluruh 10 desa yang ada di Kecamatan Ciledug kini telah memiliki kepengurusan ranting yang aktif,”katanya.
Abdul Fatah menegaskan bahwa pembentukan ranting ini dilakukan melalui rapat anggota resmi, sehingga pengurus yang terbentuk benar-benar aktif secara organisasi, bukan hanya sekadar nama untuk memenuhi persyaratan formal.
Setelah menjalani beberapa sidang Pleno, sampai sidang Pleno pemilihan Ketua PAC Ansor Ciledug, dari ketiga kandidat, yang diberikan mandat oleh para kader Ansor PAC Ciledug, yakni Fikri Deddy.
Ketua PAC Ansor Ciledug terpilih Fikri Dedy menegaskan bahwa masa kepemimpinannya akan fokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian organisasi. Menurutnya, Ansor harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai benteng ulama.
Fikri merumuskan strategi pengembangan organisasi ke dalam tiga poin krusial, seperti Kaderisasi Berintegritas & Cendekia
Fikri berkomitmen mentransformasi sistem pendidikan organisasi.
Targetnya adalah melahirkan kader yang unggul secara intelektual namun tetap memiliki kedalaman karakter dan akhlakul karimah.
“Intelektualitas tanpa karakter adalah rapuh, maka akhlak harus menjadi benteng utama kita,” tegasnya.
Ansor Ciledug di bawah arahannya akan lebih aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Fokusnya adalah mengelola potensi sosial dan lingkungan sekitar untuk menciptakan tatanan warga yang lebih sejahtera dan berdaya melalui aksi nyata di lapangan.
Untuk memutus ketergantungan finansial, Fikri berencana memperkuat struktur ekonomi organisasi melalui pengembangan ekonomi kreatif dan unit usaha inovatif. Hal ini bertujuan agar organisasi dapat tumbuh menjadi entitas yang mandiri secara finansial.
“Kami ingin Ansor Ciledug tidak hanya besar secara kuantitas, tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial yang inovatif bagi masyarakat luas,” ujar Fikri Dedy menutup pernyataannya.
Terpilihnya Fikri Dedy disambut hangat oleh para kader. Harapan besar kini tertuju pada jajaran pengurus baru untuk segera merealisasikan visi tersebut demi kemajuan pemuda Nahdliyin di wilayah Ciledug dan sekitarnya.




































Discussion about this post