Portalnusa.id – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah terus menjadi sorotan utama pelaku pasar global. Meski emas sering dianggap sebagai aset aman (safe haven).
Pengamat dari PT Equityworld Futures (EWF) Cirebon Ernest Firman mencatat bahwa pergerakan harga minyak mentah justru menunjukkan reaksi yang jauh lebih signifikan dan volatil dibandingkan logam mulia.
Dominasi Dampak pada Sektor Energi
Menurut analisis EWF Cirebon, korelasi antara stabilitas Timur Tengah dengan harga komoditas sangat bergantung pada jalur distribusi dan produksi.
Berikut adalah alasan mengapa minyak bumi lebih terdampak: Gangguan Rantai Pasok: Timur Tengah merupakan rumah bagi produsen minyak terbesar dunia.
Ancaman terhadap Selat Hormuz atau fasilitas kilang di kawasan tersebut berdampak langsung pada jumlah barel yang tersedia di pasar global.
Sentimen “Fear Premium”: Ketidakpastian politik di wilayah tersebut secara otomatis menyuntikkan premi risiko ke dalam harga minyak, menyebabkan lonjakan harga dalam waktu singkat.
Resistensi Emas: Berbeda dengan minyak, harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh perang, tetapi juga sangat bergantung pada kebijakan suku bunga The Fed (Amerika Serikat) dan penguatan indeks Dollar. Hal ini membuat pergerakan emas cenderung lebih stabil atau “terukur” meski terjadi konflik.
Proyeksi Pasar ke Depan
Ernest menyarankan para investor untuk tetap waspada namun tidak reaktif. Fluktuasi harga minyak yang tinggi memang menawarkan peluang keuntungan besar melalui transaksi berjangka, tetapi risiko slippage atau pembalikan harga mendadak tetap menghantui jika tensi mereda.
“Pasar komoditas saat ini sangat sensitif terhadap berita utama (headline-driven). Namun, jika kita melihat fundamentalnya, minyak mentah memiliki eksposur risiko langsung terhadap konflik fisik di lapangan dibanding emas yang lebih dipengaruhi oleh sentimen moneter global,”katanya.
Perpusnas Perkuat Gerakan Literasi, Relima Bertambah Jadi 360 Orang di 322 Wilayah
PortalNusa.ID | Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) terus memperkuat gerakan literasi nasional melalui program Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Dalam...



































Discussion about this post