PortalNusa.ID, Hulu Sungai Tengah – Sebanyak 40 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, menjalani sertifikasi dan asesmen kompetensi yang digelar pada 26–28 September 2025 di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Hulu Sungai Tengah.
Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama DPMD Hulu Sungai Tengah dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Profesional Desa Buana ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendampingan desa.
Kabid Pemberdayaan Desa dan Kemasyarakatan Dinas PMD Hulu Sungai Tengah, Yulian Rahman, menyatakan sertifikasi ini adalah wujud pengakuan terhadap peran pendamping desa. “Harapan kami, dengan profesionalisme dan integritas, pendamping desa mampu mendorong kemandirian serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Senin (29/9/2025).
Koordinator TPP Hulu Sungai Tengah, Muhammad Hendri Brianadi, menilai sertifikasi ini bukan sekadar ujian formalitas. “Sertifikasi ini memberikan pengakuan sekaligus pengalaman berharga. Kami berharap dapat meningkatkan kualitas pendampingan, terutama dalam pengelolaan dana desa,” tuturnya.
Salah satu peserta, Pahriana, Pendamping Lokal Desa, menyebut sertifikasi menambah wawasan dan keterampilan dalam mendampingi desa. “Sertifikasi ini membuat kami lebih siap mendampingi sesuai standar yang berlaku,” kata dia.
Ketua LSP Profesional Desa Buana, Khafif Sirojuddin, menegaskan bahwa sertifikasi adalah bentuk penjaminan mutu sekaligus pengakuan profesionalisme tenaga pendamping desa. “Kami ingin memastikan pendamping desa tidak hanya berpengalaman di lapangan, tetapi juga memiliki bukti kompetensi yang sah, kredibel, dan diakui secara nasional,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Manajer Manajemen Mutu LSP, Sofwan Sofyan. Ia menekankan bahwa sertifikasi menjadi kunci agar setiap pendamping benar-benar kompeten dan siap memberi kontribusi terbaik bagi pembangunan desa.
Sementara itu, Rizki Perdana Ardhiansyah menambahkan sertifikasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun tata kelola desa yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing.
Dengan sertifikasi ini, tenaga pendamping desa di Hulu Sungai Tengah diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah desa. Lebih dari sekadar pelatihan, sertifikasi menjadi pengakuan atas profesionalisme dan komitmen mereka dalam mengawal pembangunan desa yang berkelanjutan.




































Discussion about this post