PortalNusa.ID, Sukabumi — Kasus meninggalnya Raya (4), balita asal Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, memunculkan sorotan tajam terhadap lemahnya sistem layanan kesehatan dasar dan perlindungan anak. Raya, yang sejak kecil terpantau BGM (Bawah Garis Merah), meninggal dalam kondisi memprihatinkan. Publik makin geger setelah video yang menampilkan banyak cacing keluar dari tubuhnya viral di media sosial.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menilai peristiwa ini sebagai “tragedi kemanusiaan” dan menegaskan perlunya langkah tegas dan sistematis dari pemerintah daerah.
“Atas nama pribadi dan lembaga DPRD Kabupaten Sukabumi, saya menyampaikan duka cita mendalam. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi kita semua bahwa ada yang tidak berjalan dengan baik dalam layanan kesehatan dan perlindungan anak,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).
Budi tak menampik bahwa kasus ini baru mendapat perhatian serius setelah viral di media sosial. Menurutnya, hal itu menjadi bahan introspeksi mendalam, baik bagi pemerintah daerah maupun DPRD sebagai lembaga pengawas.
“Fakta bahwa kasus Raya terungkap setelah viral menjadi bukti ada yang luput dari sistem pengawasan kita. Ini saatnya kita melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari puskesmas, dinas kesehatan, hingga mekanisme pendataan balita gizi buruk,” kata dia.
DPRD, lanjut Budi, akan segera memanggil Dinas Kesehatan, camat, dan pihak puskesmas untuk dimintai penjelasan resmi terkait penanganan kasus ini.
Dalam catatan DPRD, setiap tahun Kabupaten Sukabumi mengalokasikan anggaran untuk penanganan gizi buruk dan balita BGM. Namun, tragedi Raya dinilai menjadi bukti bahwa implementasi program masih jauh dari harapan.
“Kami melihat ada ketidakefektifan dalam pelaksanaan program. Anggaran sudah ada, tetapi faktanya masih ada anak-anak yang luput dari intervensi. Ini persoalan distribusi, pendataan, dan koordinasi lintas sektor yang harus dibenahi,” tegasnya.
DPRD membuka opsi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) atau Panitia Kerja (Panja) untuk menelusuri akar persoalan dan memastikan program kesehatan tepat sasaran.
Budi menekankan bahwa tragedi Raya harus menjadi momentum perbaikan besar-besaran terhadap sistem pelayanan kesehatan dasar, terutama untuk keluarga miskin dan rentan.
“Tujuan kami bukan mencari siapa yang salah, melainkan memastikan layanan publik berjalan. Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dan akses kesehatan yang layak. Kasus Raya tidak boleh terulang,” pungkasnya.




































Discussion about this post