Portalnusa.id – Pemerintah Kota Cirebon bergerak cepat menindaklanjuti arahan strategis dari Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur Jawa Barat yang berlangsung di Balai Kota Depok, Rabu (7/10/2026). Fokus utama kini diarahkan pada perluasan skema proteksi bagi masyarakat, mulai dari penjaminan kesehatan non-BPJS hingga perlindungan tenaga kerja informal dan rentan.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada warga Kota Cirebon yang terabaikan saat membutuhkan bantuan medis darurat maupun jaminan keselamatan kerja. Pemkot Cirebon akan menyelaraskan alokasi anggaran dan skema regulasi daerah agar implementasi program provinsi bisa langsung dirasakan di lapangan.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menangani celah pelayanan kesehatan yang selama ini belum terjangkau skema pembiayaan nasional.
“Prinsipnya, ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, pemerintah harus hadir. Kita akan terus memperkuat koordinasi agar warga tidak terkendala ketika membutuhkan pelayanan,” ujar Effendi Edo.
Selain sektor kesehatan, perhatian khusus dialokasikan untuk perlindungan para pekerja di sektor informal. Pemkot Cirebon merancang perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi kelompok berisiko tinggi seperti pengemudi ojek online, ojek pangkalan, hingga petani.
“Diharapkan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mereka bisa di-cover dari sana. Ini bentuk perlindungan yang penting bagi pekerja dan keluarganya,” kata Wali Kota.
Penguatan pelayanan dasar ini juga dibarengi dengan dua langkah krusial lainnya:
Peningkatan Kualitas Pendidikan: Pelatihan metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) usulan Prof. Yohanes Surya mulai digelar untuk guru matematika jenjang SD hingga SMA guna meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Optimalisasi Pendapatan & Infrastruktur: Pengalokasian anggaran infrastruktur APBD sebesar 7–9 persen yang diselaraskan dengan penertiban kewajiban pajak usaha lokal.
“Jangan sampai usahanya ada di satu kota atau kabupaten di Jawa Barat, tapi bayar pajaknya di tempat lain,” tegas Effendi menyoroti pentingnya keterkaitan antara aktivitas ekonomi dan kontribusi pendapatan daerah.
Melalui sinergi lintas daerah ini, Pemkot Cirebon berkomitmen menerjemahkan seluruh hasil rakor menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

































Discussion about this post