Portalnusa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mengubah fokus strategi penanganan stunting di wilayahnya. Tidak lagi berfokus pada penanganan setelah anak lahir, Pemkot Cirebon kini memperketat benteng pencegahan sejak masa remaja, pemeriksaan kehamilan, hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Strategi penajaman intervensi dari hulu ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2026 yang berlangsung di Bapperida Kota Cirebon, Selasa (18/8/2026).
Langkah agresif dari hulu ini diambil untuk menekan angka stunting Kota Cirebon yang tercatat berada di level 14,13 persen pada semester I 2026. Pemkot menargetkan angka tersebut turun menjadi 13,05 persen pada akhir tahun 2026, sebagai pijakan menuju target zero stunting pada tahun 2030.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan bahwa percepatan penanganan ini selaras dengan arah kebijakan dan strategi nasional.
“Sesuai program prioritas Bapak Presiden Prabowo dalam strategi nasional, penanganan stunting menjadi perhatian penting untuk menyiapkan generasi yang akan datang, sehingga ke depan kita dapat menuju zero stunting,” ujar Siti Farida.
Selain itu, dukungan pemerintah pusat melalui program MBG untuk kelompok penerima manfaat 3B, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, turut menjadi bagian dari penguatan pemenuhan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemkot Cirebon juga menjalankan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi melalui Puskesmas serta terus memperkuat edukasi kepada keluarga. Upaya tersebut diarahkan agar pencegahan tidak dimulai ketika anak telah mengalami stunting, tetapi dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga masa tumbuh kembang anak.
Melalui berbagai intervensi tersebut, keluarga diharapkan semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Pemeriksaan kehamilan, imunisasi, kunjungan rutin ke Posyandu, pemantauan pertumbuhan, serta pemenuhan gizi menjadi bagian penting untuk memberi setiap anak kesempatan tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
“Pencegahan stunting dimulai dari keluarga. Dengan intervensi sejak dini dan layanan yang tepat sasaran, upaya menyiapkan generasi Kota Cirebon yang sehat dan berkualitas dapat terus diperkuat,”katanya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Pemkot Cirebon, Sutikno, menegaskan pentingnya pergeseran fokus ini agar masyarakat tidak baru bertindak saat masalah tumbuh kembang sudah terjadi.
“Stunting ini bisa dicegah. Karena itu, 1.000 hari pertama harus benar-benar dijaga dan masyarakat perlu terus mendapatkan edukasi serta pelayanan yang sesuai,” tegas Sutikno.
Ia menambahkan, salah satu fondasi utama pencegahan di tingkat hulu adalah memastikan ibu hamil melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) minimal enam kali di fasilitas kesehatan, guna memantau perkembangan janin secara terikat.
































Discussion about this post