• Latest
Jasmerah: Pulangnya Sang Penakluk

Jasmerah: Pulangnya Sang Penakluk

1 June 2022
Dewan Pers Tekankan Pentingnya UU Pers dan Kode Etik pada Munas III PJS

Dewan Pers Tekankan Pentingnya UU Pers dan Kode Etik pada Munas III PJS

22 July 2026
Sekda Iing Daiman Pastikan Jabatan Direksi BUMD Kota Cirebon Segera Terisi

Sekda Iing Daiman Pastikan Jabatan Direksi BUMD Kota Cirebon Segera Terisi

22 July 2026
ADVERTISEMENT
Tak Ingin Mantan Napi Kembali Ke Lapas, Pemkot dan Lapas Cirebon Bekali Warga Binaan Keahlian Kerja

Tak Ingin Mantan Napi Kembali Ke Lapas, Pemkot dan Lapas Cirebon Bekali Warga Binaan Keahlian Kerja

22 July 2026
Pemkot Cirebon Tekan Pengangguran 6,42 Persen Lewat Pelatihan Vokasi Batch 3

Pemkot Cirebon Tekan Pengangguran 6,42 Persen Lewat Pelatihan Vokasi Batch 3

22 July 2026
Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

22 July 2026
PT SID Bakal Luncurkan ‘Affiliator Link’ di Konser Dewa 19 Cirebon

PT SID Bakal Luncurkan ‘Affiliator Link’ di Konser Dewa 19 Cirebon

21 July 2026
Pemkot Sukabumi Perkuat Kolaborasi dengan Bappenas, Fokus Perencanaan Jangka Panjang

Pemkot Sukabumi Perkuat Kolaborasi dengan Bappenas, Fokus Perencanaan Jangka Panjang

21 July 2026
DPRD Setujui LPJ APBD 2025, Pemkot Sukabumi Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

DPRD Setujui LPJ APBD 2025, Pemkot Sukabumi Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

21 July 2026
DPRD Mulai Proses Legislasi Perubahan Perumda Tirta Jaya Jadi Perseroda

DPRD Mulai Proses Legislasi Perubahan Perumda Tirta Jaya Jadi Perseroda

21 July 2026
DPRD Terima Nota Pengantar Bupati soal Perubahan Status Perumda Tirta Jaya

DPRD Terima Nota Pengantar Bupati soal Perubahan Status Perumda Tirta Jaya

21 July 2026
Gelar Rakor Bersama KPK, Pemkot Cirebon Diingatkan Rawan Korupsi APBD dan Pokir DPRD

Gelar Rakor Bersama KPK, Pemkot Cirebon Diingatkan Rawan Korupsi APBD dan Pokir DPRD

21 July 2026
Pemkot Cirebon Terima Tiga Sertifikat Tanah, Salah Satunya Stadion Bima

Pemkot Cirebon Terima Tiga Sertifikat Tanah, Salah Satunya Stadion Bima

21 July 2026
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
Monday, July 27 2026
  • Login
  • Register
portalnusa.id
Advertisement
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Pemkot Cirebon Tekan Pengangguran 6,42 Persen Lewat Pelatihan Vokasi Batch 3

    Pemkot Cirebon Tekan Pengangguran 6,42 Persen Lewat Pelatihan Vokasi Batch 3

    PT SID Bakal Luncurkan ‘Affiliator Link’ di Konser Dewa 19 Cirebon

    PT SID Bakal Luncurkan ‘Affiliator Link’ di Konser Dewa 19 Cirebon

    Relawan PMI Pangalengan Gelar Donor Darah, 71 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

    Relawan PMI Pangalengan Gelar Donor Darah, 71 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

    DKUKMPP Tera Ulang Timbangan Pedagang Pasar Pagi

    Banyak ASN Terlilit Keuangan, OJK Cirebon Siap Berikan Literasi Keuangan Bagi ASN

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Pemkot Cirebon Tekan Pengangguran 6,42 Persen Lewat Pelatihan Vokasi Batch 3

    Pemkot Cirebon Tekan Pengangguran 6,42 Persen Lewat Pelatihan Vokasi Batch 3

    PT SID Bakal Luncurkan ‘Affiliator Link’ di Konser Dewa 19 Cirebon

    PT SID Bakal Luncurkan ‘Affiliator Link’ di Konser Dewa 19 Cirebon

    Relawan PMI Pangalengan Gelar Donor Darah, 71 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

    Relawan PMI Pangalengan Gelar Donor Darah, 71 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

    DKUKMPP Tera Ulang Timbangan Pedagang Pasar Pagi

    Banyak ASN Terlilit Keuangan, OJK Cirebon Siap Berikan Literasi Keuangan Bagi ASN

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi
    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Peringatan May Day 2026, Wali Kota Dorong Hubungan Harmonis Pekerja dan Pengusaha

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
portalnusa.id
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
Home Opini

Jasmerah: Pulangnya Sang Penakluk

Redaksi PortalNusa by Redaksi PortalNusa
1 June 2022
in Opini, Sejarah
0
Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Twitter

Oleh: Doddi Ahmad Fauji

Pertahanan dan keamanan tidak semata bertumpu pada kekuatan senjata dan jumlah tentara, tetapi juga pada kekuatan jiwa.

Manusia barbar tidak bisa ditaklukan dengan cara merampas tanahnya dan merebut kekuasaannya. Manusia barbar harus ditaklukan jiwanya.

Demikian kesimpulan Alexander The Great atau Iskandar Agung saat mengecap kekalahan yang menyakitkan dari India.  Akan tetapi kalah oleh India ada hikmahnya juga. Setidaknya, terbit pencerahan baru yang melahirkan kesadaran-kesadaran lain.

Alexander benar-benar tidak berminat lagi meneruskan penyerangan terhadap India. Ia memutuskan untuk pulang ke Yunani. Namun di tengah jalan, ia mangkat karena didera kolera. Sepeninggal Alexander, kekuasaan Yunani yang telah terbentang luas hasil penaklukan Alex, mencakup Mesir, Eropa, dan seluruh kawasan Persia, kembali tercabik-cabik. Mereka berebut kekuasaan dan membagi-baginya. Kekuasaan yang terpecah-pecah itu, dengan mudah dilumat kembali oleh pihak lain. Pribahasa “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” menemukan pembenarannya.

Kisah Alex sudah berlalu lebih dari 2400 tahun. Tapi kisah ini masih memberi inspirasi pada era kekinian. Tahun 1956, kisah Alex difilmkan dengan Richard Burton bermain sebagai Alexander. Tahun 2004, kembali muncul film Alexander garapan sutradara Oliver Stone dengan Colin Farrell dan Angelina Jolie sebagai pemeran. Film tahun 2004, diangkat dari buku Alexander the Great (1970) karya Robin Lane Fox, Professor of Ancient History at Oxford. Kehadiran dua film ini menegaskan, kisah yang sudah berlalu itu masih relevan untuk dipelajari dan dipungut hikmahnya. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dan sangat kontekstual dengan zeit geitz (semangat jaman).

Seperti dikisahkan dalam sejarah, sedari belia, Alex adalah murid Aristoteles, di mana Aristoteles ditempatkan dalam peradaban dunia sebagai mahaguru filsafat humanisme terbesar sepanjang jaman, dan telah memberi inspirasi pada kelahiran ilmu modern hingga berkembang seperti sekarang ini. Sebagai murid dari mahaguru yang humanis, tentu Alex pun menyerap hakikat, gagasan, dan tujuan filsafat humanisme, yaitu mengolah akal-budi manusia dan mereduksi naluri-naluri yang buruk seperti fasistik, despotistik, jahil, rakus, dan naluri serba-jahat lainnya.

Benar bahwa sebagai penguasa Yunani, Alex terpanggil untuk memimpin langsung perang melawan Persia. Kala itu, imperium Persia yang sudah begitu luas dan besar, masih saja rakus untuk menaklukan kawasan-kawasan lain termasuk Yunani yang di tahun-tahun sebelumnya, pernah dikalahkan Persia. Mulanya, Alex bangkit untuk menapis serangan Persia yang rakus itu. Alex melihat, bangsa Persia adalah bangsa yang barbar dan suka merongrong daulat bangsa lain. Dalam konteks peperangan ini, posisi Yunani adalah mempertahankan diri dari rongrongan bangsa luar. Dalam pikiran Alexander juga terbit persepsi, bahwa bangsa lain di luar Yunani adalah barbar belaka, karena itu mereka harus ditaklukan supaya menjadi lunak.

Seperti dikisahkan dalam berbagai film, tentara Yunani kalah jumlah mencapai 10 kali lipat dari tentara Persia, juga kalah dalam modernisme persenjataan. Tapi Persia berhasil dikalahkan. Keberhasilan mengalahkan Persia itu, membuat Yunani jadi percaya diri. Ketika memasuki Persia, Alexander terperanjat melihat hasil-hasil pembangunan Persia mengagumkan. Bangsa Persia yang dalam benak orang Yunani dituding barbar itu, ternyata memiliki peradaban yang sudah maju. Alexander sebetulnya sudah merasa cukup dengan mengalahkan Persia, namun godaan dan rongrongan manusia untuk memperluas kekuasaan, dan juga bujukan dari teman-temannya, membuat mereka ingin terus melaju. Mereka pun terus melaju ke arah Timur guna menaklukan manusia barbar berikutnya, Selanjutnya, perang yang mereka lakukan tentu bukan lagi dalam rangka mempertahankan diri, tapi untuk memperluas kekuasaan dan memenuhi hasrat purbawi manusia.

Satu demi satu mereka menaklukan daerah-daearh yang dilaluinya, dan terus berjalan ke daerah yang tak pernah mereka ketahui, tak pernah mereka bayangkan, kecuali dikisahkan dalam dongengan bahwa ada bangsa yang bernama India, yang memiliki tentara dengan menunggangi gajah. Dalam pada itu, bangsa Yunani kala itu, tidak pernah melihat gajah. Mereka hanya tahu gajah ada dalam mitos.

Perjalanan tentara Yunani akhirnya sampai ke India. Betapa mereka terperanjat saat melihat gajah yang sesungguhnya. Kala itu, Alex yang sudah jaya, lupa pada ajaran Aristoteles. Bahkan Alex berujar, Aristoteles ilmunya dangkal karena tidak pernah melihat Persia dan gajah yang sesungguhnya. Merasa lebih hebat dari gurunya, ia pun bertekad untuk menaklukkan India.

Ada yang tidak terperhitungkan oleh tentara Yunani termasuk oleh Alexander. Naluri binatang sungguh berbeda dengan naluri manusia. Kuda tidak pernah takut menghadapi tombak dan pedang. Karena itu, kuda bisa terus melaju menyongsong musuh. Namun ternyata kuda takut oleh gajah yang badannya lebih besar dan raungannya lebih keras. Kuda-kuda tentara Yunani enggan melaju sekalipun telah dilecut. Kuda-kuda itu bergeming saat melihat barisan gajah yang ditunggangi tentara India. Inilah mula kekalahan Yunani.

Alex pulang dengan berujar, manusia barbar tidak bisa ditaklukan tanahnya, tapi harus ditaklukan jiwanya. Kekalahan itu telah membawanya kembali pada kesadaran humanistik. Ia tidak berminat lagi untuk melakukan peperangan. Ia memutuskan untuk pulang dan memperkuat jiwa-jiwa bangsa Yunani.

Kisah tentang Sang Penakluk Sepanjang Jaman itu, tentu terbuka untuk ditafsir ulang, dan bisa ditarik garis kontekstual dengan kondisi sosial-politik negara dan bangsa Indonesia saat ini.

Saat ini, bangsa kita sedang memasuki masa terombang-ambing. Gonjang-ganjing politik belum juga reda. Korupsi kian merajalela. Dalam pada itu, percik-percik separatisme, bertempiasan di beberapa Konfrontasi di kawasan-kawasan perbatasan RI, bisa dengan mudah meletus, seperti yang terjadi dengan Malaysia saat memperebutkan Pulau Sipadan dan Ligitan.

Dengan menghikmati kembali kisah Alexander, kita bisa melihat bahwa pertahanan itu tidak terletak pada jumlah tentara atau persenjataan yang modern. Pertahanan itu berasal dari dalam diri. Saat akan bertanding, antusias dan mentalitas bangsa Yunani jauh lebih menggebu dan berkobar, hingga melahirkan gaung dan raungan yang menakutkan. Sementara tentara Persia tidak berdarah untuk perang.

Kemenangan Yunani berasal dari dalam diri. Hal ini pula yang diajarkan dalam kisah Musashi, samurai tidak bertuan yang berhasil menaklukan berbagai perguruan hanya dengan seorang diri. Kemenangan orang-orang yang kemudian menjadi penguasa dunia, juga sering dikisahkan, berasal dari keyakinan yang begitu kuat, dan bukan dari persenjataan yang lengkap dengan dukungan tentara yang banyak. Imamura menaklukan Belanda di Kalijati, Subang, juga hanya dengan jumlah tentara yang sedikit dan dengan persenjataan yang tidak memadai. Tapi Belanda gentar sebelum perang. Atau Fidel Castro yang bergerak hanya dengan tujuh orang dari hutan, dengan bedil seadanya, toh berhasil menumbangkan junta militer yang bahkan didukung oleh Amerika.

Menyerang atau bertahan, sama-sama membutuhkan jiwa-jiwa yang kuat, dan keyakinan itu bersandar di lubuk hati yang terdalam. Ada baiknya kita hikmati sekelumit kalimat di bawah ini:

Dari Abu ‘Abdillah An-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara yang syubhat (samar-samar), kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, maka siapa yang menjaga dirinya dari yang syubhat itu, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya, dan siapa  yang terjerumus dalam perkara syubhat maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus ke dalamnya. Ingatlah setiap raja memiliki larangan dan ingatlah bahwa larangan Allah apa-apa yang diharamkan-Nya. Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”. [HR. Bukhari dan Muslim]

Maka dalam konteks pertahanan pun, intinya ada di dalam hati. Bukan berarti persenjataan dan prajurit tidak dibutuhkan. Namun bila prajuritnya tidak memiliki keyakinan yang kuat, pertahanan akan mudah goyah. Malah bisa jadi pertahanan akan berantakan bila banyak prajurit yang ternyata berkhianat demi kepentingan sendiri atau kelompoknya. Kisah penjualan pasir dari perairan Indonesia ke Singapura seperti yang pernah dilansir media massa beberapa waktu lalu, di mana Singapura memanfaatkan pasir itu untuk mengeruk laut demi perluasan wilayahnya, harus dipandang sebagai pengkhianatan. Berarti jiwa-jiwa bangsa kita masih lemah dalam mempertahankan kedaulatan tanahnya. Sebab dengan penjualan pasir itu, tanah Singapura menjadi lebih luas, dan laut kita jadi menyempit.

Pertahanan bisa menjadi sangat rapuh, bukan karena musuh yang begitu kuat menyerang, tapi karena jiwa yang lumpuh untuk bertahan.

Tetapi, berita-berita yang beredar di media massa ketika membahas soal pertahanan, jarang sekali membicarakan dari sudut jiwa bangsa atau dari sudut manusianya. Anggaran untuk Kementerian Pertahanan, lebih banyak membahas pembelian persenjataan. Para pembesar di negeri ini sepertinya sepakat, pertahanan kita kurang bagus karena persenjataan dan perlengkapan yang dimiliki negara kita didominasi oleh barang rongsokan. Dua kapal selam yang kita miliki misalnya, adalah kapal selam keluaran Rusia pada era Perang Dunia II.

Memang, bila membicarakan pertahanan hanya dari konteks negara, yang muncul adalah mempertahankan kadaulatan wilayah. Itulah yang menjadi alasan anggaran pertahanan perlu ditambah untuk membeli persenjataan, terutama setelah Pulau Sipadan dan Ligitan lepas ke Malaysia. Padahal menurut pendapat beberapa pakar yang melakukan analisis, lepasnya Sipadan dan Ligitan bukan karena perlengkapan perang negara kita yang didominasi barang rongsokan, toh kedua pulau itu lepas bukan karena kalah perangan, tapi karena kalah strategi oleh Malaysia dalam hal pembangunan.

Kedua pulau itu sudah lama menjadi sengketa. Karena gejolak internal lebih menyedot tenaga dan perhatian, membuat pemerintah kita lupa bahwa ada dua pulau yang sedang dipersengketakan dengan Malaysia. Sementara pemerintah Malaysia terus membangun di kedua pulau itu, sehingga Mahkamah Internasional memberikan kedua pulau itu untuk Malaysia yang dianggap lebih peduli. Misalkan diberikan referendum kepada penduduk di dua pulau itu, apakah akan memilih Malaysia atau Indonesia, rasanya tidak yakin mereka akan memilih bergabung dengan Indonesia.

Mengkaji fakta di atas, dan membaca gejolak yang terus timbul di kawasan perbatasan (borderline) Republik Indonesia, sudah waktunya pertahanan kebangsaan diperkuat. Sudah waktunya membangun benteng-benteng pertahanan itu sejak dari dalam jiwa, dan bukan sekadar membangun benteng yang mentereng seperti yang diwujudkan oleh Kaisar China dengan mendirikan Benteng China. Toh Dinasti China pendiri benteng itu, runtuh bukan oleh serangan dari luar, tapi porak-poranda dari dalam.

Adanya pihak-pihak yang berani menjual pasir ke Singapura atau menjual BBM ke tengkulak Malaysia, membuktikan pertahanan jiwa kebangsaan kita sangat rapuh. Luasnya wilayah Singapura, berpisahnya Timor-Timur, lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan, adalah pelajaran yang mengingatkan bahwa manusia tidak bisa ditaklukan dengan cara merampas tanahnya atau merebut kekuasaanya, tapi harus dengan menaklukan jiwanya, seperti kata Alexander.

***

Setiap bulan Juni, tentang kebangsaan kembali dirayakan dan didiskusikan, karena tanggal 1 Juni dinyatakan sebagai hari kelahiran Pancasila, dan tanggal 6 Juni, Bung Karno lahir. Pancasila dan Soekarno telah menjadi dua kata sakti yang seolah bisa menyembuhkan luka bangsa, apapun jenisnya. Tentu saja bila hanya dengan menyebut dan mengenang dua kata sakti itu, luka tidak akan bisa disembuhkan. Ajaran Pancasila dan spirit Bung Karno, harus diteladani dan diejawantahkan.

Seluruh sila dalam Pancasila adalah ajaran yang menitikberatkan pada persoalan kebangsaan. Bung Karno juga dinisbatkan sebagai bapak bangsa (founding father) dan bukan bapak negara. Tetapi semakin hari, sepertinya bangsa ini sedang menjauh dari moralitas Pancasila dan élan vital Bung Karno. Kita terlalu bersibuk membicarakan Negara dari konteks fisik, namun kurang abai dalam memperkuat jiwa nasionalis.

Makin maraknya tindak korupsi dan kriminalitas, menjadi sinyalemen betapa ajaran Pancasila semakin ditinggalkan. Semakin banyaknya orang-orang yang mendahulukan kepentingan pribadi dan golongan, semakin mencerminkan betapa spirit Bung Karno hanya tinggal jargon. Sungguh jauh dari spirit Bung Karno yang betapa kuat dan kukuh menggenggam semangat kebangsaan. Demi bangsa, ia tidak gentar oleh bedil dan senapan, juga tidak lumpuh oleh penyekapan dan pembuangan. Pun, ia tidak pernah terdengar melakukan korupsi.

Bung Karno kemudian menegaskan, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah!”

Sejarah, tentu bukan sekadar untuk dihapal, tapi untuk dinukil dan ditafsir terus-menerus. Selanjutnya, mari kita belajar pada sejarah lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan, serta berpisahnya Timor Timur, yaitu bahwa pertahanan yang paling kuat ialah membangun jiwa-jiwa yang kuat. Di kawasan perbatasan wilayah, yang diperkuat bukan hanya benteng mentereng, tapi jiwa-jiwa dengan semangat kebangsaan yang menyala-nyala.

***

Tags: Jas MerahPancasilaSoekarno
Iklan Iklan Iklan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Infrastruktur Wajib Ramah Anak, Kaum Difabel Serta Seluruh Kalangan

Next Post

Inkubator Literasi Pustaka Nasional Bahas Dongeng Anak Indonesia

Redaksi PortalNusa

Redaksi PortalNusa

Jendela Informasi Nusantara

Related Posts

Meriahkan Hari Jadi ke-599. Festival Serabi, Angkat Kuliner Tradisional

Meriahkan Hari Jadi ke-599. Festival Serabi, Angkat Kuliner Tradisional

by Redaksi PortalNusa
20 June 2026
0
19

Portalnusa.id – Aroma serabi yang dipanggang di atas tungku tanah liat berpadu dengan semarak pertunjukan seni mewarnai Malam Pentas Seni...

Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

Hari Jadi Cirebon ke-599: Festival Kepatihan 2 Diawali Ziarah Makam Syekh Maulana Maghribi

by Redaksi PortalNusa
19 June 2026
0
11

Portalnusa.id – Momentum peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 menjadi panggung bagi Kecamatan Pekalipan untuk menunjukkan potensi seni, budaya, dan penguatan...

Polisi Tewas di Kantor Polisi: Bukan Perkara Pidana Biasa

Polisi Tewas di Kantor Polisi: Bukan Perkara Pidana Biasa

by Redaksi PortalNusa
21 May 2026
0
8

“Kalau Nyawa Bisa Hilang di Dalam Institusi Penegak Hukum, Maka Publik Berhak Menuntut: Jangan Ada Fakta yang Disembunyikan, Jangan Ada...

Next Post
Inkubator Literasi Pustaka Nasional Bahas Dongeng Anak Indonesia

Inkubator Literasi Pustaka Nasional Bahas Dongeng Anak Indonesia

Erik ten Hag Resmi Jadi Pelatih Manchester United

Erik ten Hag Resmi Jadi Pelatih Manchester United

Pencarian Emmeril Khan Mumtadz Bin M. Ridwan Kamil Kini Berstatus Drowned Person

Pencarian Emmeril Khan Mumtadz Bin M. Ridwan Kamil Kini Berstatus Drowned Person

Buku Adalah Jendela Dunia

Buku Adalah Jendela Dunia

Discussion about this post

Advertorial

https://youtu.be/jk4SPl9IYFs

Trending

  • Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    Menatap Rebana Metropolitan: Episentrum Baru Investasi dan Lokomotif Utama Ekonomi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT SID Bakal Luncurkan ‘Affiliator Link’ di Konser Dewa 19 Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Audiensi Kadin KBB dengan Ketua DPRD KBB Bahas Penguatan Organisasi dan Investasi Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Ingin Mantan Napi Kembali Ke Lapas, Pemkot dan Lapas Cirebon Bekali Warga Binaan Keahlian Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cirebon Terima Tiga Sertifikat Tanah, Salah Satunya Stadion Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Dewan Pers Tekankan Pentingnya UU Pers dan Kode Etik pada Munas III PJS

Dewan Pers Tekankan Pentingnya UU Pers dan Kode Etik pada Munas III PJS

22 July 2026
10
Sekda Iing Daiman Pastikan Jabatan Direksi BUMD Kota Cirebon Segera Terisi

Sekda Iing Daiman Pastikan Jabatan Direksi BUMD Kota Cirebon Segera Terisi

22 July 2026
3
Tak Ingin Mantan Napi Kembali Ke Lapas, Pemkot dan Lapas Cirebon Bekali Warga Binaan Keahlian Kerja

Tak Ingin Mantan Napi Kembali Ke Lapas, Pemkot dan Lapas Cirebon Bekali Warga Binaan Keahlian Kerja

22 July 2026
14
Pemkot Cirebon Tekan Pengangguran 6,42 Persen Lewat Pelatihan Vokasi Batch 3

Pemkot Cirebon Tekan Pengangguran 6,42 Persen Lewat Pelatihan Vokasi Batch 3

22 July 2026
6

RSS PortalNusa Youtube

  • Kondisi Ciliwung bendungan Katulampa tadi siang seperti ini.."Waspada kemarau panjang " 23 July 2026
  • Datangi Dewan Pers, Mahmud Marhaba: PJS Resmi Menjadi Calon Konstituen Dewan Pers. 23 July 2026
  • Warga pengguna jalan, mengeluhkan rusaknya jalan di Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, Jabar. 5 July 2025
  • Warga Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, meminta jalan diperbaiki agar mendongak perekonomian. 6 May 2025
  • Komplain Oppo F11 23 April 2025
  • Penampakan angin puting beliung di Desa Bugis Kab. Indramayu, Minggu 16/03/25 sore. 17 March 2025
  • Puluhan Rumah di Desa Bugis, Kab. Indramayu hancur diterjang angin puting beliung, sore 16/03/25 17 March 2025
  • Viral lagu "Bayar Bayar Bayar", Band Punk Sukatani cabut lagu dan minta maaf pada Polri. 21 February 2025
  • Bahlil Buat Gaduh Penjualan Gas Subsidi, Seekor Ular Okupasi Gudang Agen Gas LPG di Kab. Mamuju 4 February 2025
  • Dosen ASN Gaduh karena Disebut Bukan Pegawai 4 February 2025
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?