Portalnusa.id – Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Hingga memasuki masa panen tahun 2026, Bulog Cirebon mencatatkan pencapaian signifikan dengan menyerap sebanyak 159.047 ton gabah langsung dari para petani.
Wilayah penyerapan ini mencakup seluruh wilayah kerja Bulog Cirebon, yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan. Langkah masif ini dilakukan untuk mengamankan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus memastikan kesejahteraan petani di Jawa Barat bagian timur.
Pemimpin Cabang Bulog Cirebon, Imam Mahdi, menjelaskan bahwa proses pengadaan gabah dilakukan dengan harga yang kompetitif, yakni Rp6.500 per kilogram. Harga ini dipatok untuk menjaga Nilai Tukar Petani (NTP) agar tetap stabil dan melindungi mereka dari permainan harga tengkulak.
”Langkah ini merupakan bagian dari peran Bulog sebagai operator pemerintah. Dengan harga Rp6.500 per kilogram, kami berharap petani mendapatkan kepastian harga saat musim panen raya tiba,” ujar Imam Mahdi saat melakukan pengecekan stok di gudang, Jumat (24/4/2026).
Capaian Bulog Cirebon ini menjadi pilar penting bagi ketahanan pangan nasional. Secara nasional, Perum Bulog menargetkan penyerapan hingga 4 juta ton setara beras sepanjang tahun 2026. Keberhasilan di wilayah Cirebon diharapkan dapat memicu optimisme pencapaian target di daerah lain.
Data Penyerapan Bulog Cirebon (April 2026):
Total Gabah Diserap: 159.047 Ton
Harga Beli: Rp6.500/kg
Cakupan Wilayah: Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Majalengka, Kab. Kuningan
Selain fokus pada kuantitas penyerapan, Bulog Cirebon juga memberikan perhatian ekstra pada fasilitas penyimpanan. Optimalisasi gudang dilakukan agar kualitas gabah dan beras tetap terjaga dalam jangka panjang sebelum didistribusikan untuk bantuan pangan atau intervensi pasar.
Imam Mahdi menekankan bahwa sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci suksesnya program ini.
”Ketersediaan stok yang melimpah di gudang kami saat ini dipastikan mampu menjaga stabilitas harga beras di pasar. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya,” pungkasnya.
































Discussion about this post