• Latest
Demokrasi Dalam Ancaman Oligarki

Demokrasi Dalam Ancaman Oligarki

8 July 2022
ASIC Desak Audit dan Pembentukan Ulang TACB Kota Cirebon: Soroti Legalitas SK Kedaluwarsa

ASIC Desak Audit dan Pembentukan Ulang TACB Kota Cirebon: Soroti Legalitas SK Kedaluwarsa

26 April 2026
Menyoal Dampak Disrupsi Global Terhadap Indonesia

Menyoal Dampak Disrupsi Global Terhadap Indonesia

26 April 2026
ADVERTISEMENT
Bambang Mujiarto Dorong Kurikulum Pertanian Masuk Sekolah Demi Cetak Petani Milenial

Bambang Mujiarto Dorong Kurikulum Pertanian Masuk Sekolah Demi Cetak Petani Milenial

25 April 2026
Jaga Stabilitas Pangan, Bulog Cirebon Serap 159 Ribu Ton Gabah Petani

Jaga Stabilitas Pangan, Bulog Cirebon Serap 159 Ribu Ton Gabah Petani

24 April 2026
Kota Cirebon Matangkan Persiapan Venue Porsenitas XIII 2026, Kedepankan Semangat Silaturahmi

Kota Cirebon Matangkan Persiapan Venue Porsenitas XIII 2026, Kedepankan Semangat Silaturahmi

24 April 2026
Farida Resmikan Mushola di Polsek Losari, Terharu Namanya Diabadikan

Farida Resmikan Mushola di Polsek Losari, Terharu Namanya Diabadikan

24 April 2026
Rapat Koordinasi LKS dan Sosialisasi Program Abiyoso di Cimahi

Rapat Koordinasi LKS dan Sosialisasi Program Abiyoso di Cimahi

23 April 2026
LKPJ 2025 Dikritisi, DPRD Sukabumi Dorong Perbaikan Tata Kelola

LKPJ 2025 Dikritisi, DPRD Sukabumi Dorong Perbaikan Tata Kelola

21 April 2026
DPRD Sukabumi Pastikan 2.238 Usulan Warga Masuk Arah Pembangunan 2027

DPRD Sukabumi Pastikan 2.238 Usulan Warga Masuk Arah Pembangunan 2027

21 April 2026
Polemik Pembongkaran Rel KA Belanda, Wali Kota Diminta Hadir di RDP

Polemik Pembongkaran Rel KA Belanda, Wali Kota Diminta Hadir di RDP

20 April 2026
Perkuat Kapasitas Guru BK, Wakil Wali Kota Cirebon Tekankan Sentuhan Kasih Sayang di Era Digital

Perkuat Kapasitas Guru BK, Wakil Wali Kota Cirebon Tekankan Sentuhan Kasih Sayang di Era Digital

20 April 2026
Rinna Suryanti, Soroti Lonjaknya Kasus Campak

Rinna Suryanti, Soroti Lonjaknya Kasus Campak

20 April 2026
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
Thursday, April 30 2026
  • Login
  • Register
portalnusa.id
Advertisement
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Pemkot Cirebon Perkuat Program “Genting” Melalui Kolaborasi Orang Tua Asuh Stunting

    11 Titik Strategis Disiapkan Untuk SPKLU

    Hemat BBM, ASN dan Anggota DPRD, Ngantor Dengan Gowes dan Lari

    Hemat BBM, ASN dan Anggota DPRD, Ngantor Dengan Gowes dan Lari

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    Mantan Dirut BUMD Pandji Amiarsa Dilantik Jadi Dekan FH Untag. Bawa Misi Perubahan

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G di Indonesia: Desain Ultra Tipis dengan Dukungan AI yang Lebih Cerdas

    Pemkot Cirebon Perkuat Program “Genting” Melalui Kolaborasi Orang Tua Asuh Stunting

    11 Titik Strategis Disiapkan Untuk SPKLU

    Hemat BBM, ASN dan Anggota DPRD, Ngantor Dengan Gowes dan Lari

    Hemat BBM, ASN dan Anggota DPRD, Ngantor Dengan Gowes dan Lari

    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • All
    • Esai
    • Prosa
    • Puisi

    Majelis Seni dan Tradisi Desak Pemerintah Beri Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Ayip Muh

    Wisuda ke-76 UGJ: 30% Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja Nasional dan Internasional

    Festival Literasi Tingkatkan Daya Baca Masyarakat

    Deklarasi Dukungan KH. Abas Buntet Jadi Pahlawan Nasional Menggema di Bukit Maneungteung

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Kembali Jadi Rujukan Studi Banding Sekolah Binaan Yamaha.

    Mantan Dirut BUMD Pandji Amiarsa Dilantik Jadi Dekan FH Untag. Bawa Misi Perubahan

    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
No Result
View All Result
portalnusa.id
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan
Home Politik

Demokrasi Dalam Ancaman Oligarki

Redaksi PortalNusa by Redaksi PortalNusa
8 July 2022
in Politik
0
Share on FacebookShare on WhatsAppShare on Twitter

Oleh Gorby Saputra | Pendidik di SMK Al-Muhadjirin, Bekasi

SEBAGAI tulisan awalku di sini, aku akan menceritakan dan mengenalkan Siklus Polybius, yaitu siklus bentuk pemerintahan yang dikembangkan oleh filsuf bernama Polybius. Pemikiran dia sejalan dengan pendapat Aristoteles. Polybius berpendapat, pemerintahan Negara umumnya diawali dengan bentuk monarkhi (kerajaan), di mana seorang raja atau ratu memerintah sebagai penguasa tunggal demi kesejahteraan rakyatnya. Namun demekian, bentuk pemerintahan semacam ini lama kelamaan akan merosot menjadi ‘tirani’, ketika raja yang bersangkutan atau raja-raja keturunannya, tidak lagi memikirkan kepentingan umum.

Dalam situasi semacam itu, lalu muncul sekolompok bangsawan yang kemudian menggerakan perlawanan hingga, akhirnya dapat mengambil alih kekuasaan. Saat kekuasaan diperintah oleh para aristokrat, maka pemerintahannya dijuluki Aristokrasi. Namun karena kekuasaan itu cenderung untuk disalahgunakan, pemerintahan kaum bangsawan yang baik itupun lama-lama akan merosot, kemudian menjadi pemerintahan yang akan mementingkan diri sendiri, yang kerap disebut dengan julukan Oligarkhi, yang justru menindas rakyat. Akhirnya rakyatlah yang akan memberontak dan menjalankan pemerintahan, sampai akhirnya pemerintahan berganti menjadi Demokrasi. Namun, lama kelamaan pemerintahan demokrasi pun akan jatuh, yang diakibatkan oleh korupsi dan lain-lain, hingga pemerintahan akan melenceng menjadi ‘Oklorasi’.

Di tengah pergeseran semua itu, Polybius meramal akan ada orang yang kuat serta berani untuk mengambil alih pemerintahan, dan menjadi seorang raja, hingga pemerintahan kembali menjadi pemerintahan Monarkhi. Hal ini pernah dicontohkan oleh Kerajaan Perancis saat dijabat oleh Louis XV, yang di-berontak oleh para bangsawan dengan dukungan rakyat. Namun setelah Kerajaan berganti menjadi republik, ternyata revolusi yang berhasil meruntuhkan monarkhi Louis XV mengalami kekacauan, dan bangkitlah putra mahkota, yaitu Louis XVI untuk merebut kembali kekuasaan. Berhasil, dan Perancis kembali menjadi kerajaan.

Setelah melihat siklus Polybius, saya akan berupaya membawakan tulisan yang berfokus pada bentuk pemerintahan oligarki dalam demokrasi Indonesia, dan wajar bila muncul pertanyaan apa itu Oligarki?

Oligarki adalah kekuasaan yang dikendalikan oleh sedikit orang, tapi memiliki pengaruh dominan dalam pemerintahan. Oligarki merupakan tipe klasik suatu bentuk Kekuasaan. Istilah oligarki berasalah dari bahasa Yunani, yaitu oligoi yang berarti beberapa atau segelintir, dan archeyang berarti memerintah. Secara jelasnya, oligarki adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh beberapa orang, namun mereka mengutamakan kepentingan beberapa orang tersebut (bentuk negatif).

Kiranya akan muncul pertanyaan lanjutan seperti di bawah ini:

  1. Bagaimana awal mula terbentuknya Pemerintahan Oligarki?
  2. Sejak Kapan Demokrasi di Indonesia bertransformasi menjadi Oligarki?
  3. Mengapa bisa Oligarki menjadi ancaman Demokrasi di Indonesia?
  4. Praktik-praktik Pelemahan Demokrasi oleh Figur-figur Oligarki.

Pada usianya yang 76 tahun, Indonesia tampaknya masih mempunyai banyak pekerjaaan rumah dalam memperbaiki kondisi serta situasi sosial maupun politik bangsa. Dan, itu berkaitan erat dengan iklim demokrasi yang seharusnya teramat subur serta makmur, untuk memberikan kebebasan kepada rakyat, terutama dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Namun itu semua, hari demi hari, terasa semu atau hanya tampaknya saja demokrasi di negeri masih berjalan. Telah banyak studi membuktikan, sejak awal terjadi pembajakan terhadap lembaga-lembaga dan prosedur Demokrasi, yang menjadikan demokratisasi Indonesia berwatak sangat elitis bahkan transaksional, dan dari kondisi yang meneramkan itu, bibit-bibit kekuasaan oligarki dalam pemerintahan Indonesia sudah memperlihatkan tunas-tunasnya.

Jika kita bertanya, bagaimana mutu demokrasi di Indonesia yang memang sudah kepalang basah kuyup dalam arus pusaran oligarki menjadi ternoda? Ada beberapa negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi terjebak oligarki, dan menjadi akar bagi terciptanya oligarki, termasuk di Indonesia. Salah satu intitusi yang turut berperan adalah partai poltik.

Kemudian dari oligarki melahirkan transaksi, transaksi melahirkan oligarki. Politik oligarki merupakan sistem politik yang membuat pengambilan keputusan-keputusan penting dikuasai oleh sekelompok elite penguasa partai politik, karena jabatan pimpinan partai politik menjadi rebutan banyak pihak. Banyak orang berebut untuk bisa menduduki jabatan pimpinan partai politik, dan tidak sedikit yang menggunakan uang untuk meraihnya.

Teramat banyak faktor yang harus dikaji serta dipaparkan, yang menjadi sebab-sebab mutu demokrasi di Indonesia bisa masuk ke dalam pusaran oligarki, tapi sangat pasti, lahir pertanyaan bagaimana oligarki muncul di Indonesia?

Ada dua dimensi yang harus dipahami perihal penempatan atau menempatkan oligarki. Dimensi pertama, oligarki dibangun atas dasar kekuatan modal kapital yang tidak terbatas, sehingga mampu menguasai dan mendominasi simpul-simpul kekuasaan. Dimensi kedua, oligarki beroperasi dalam kerangka kekuasaan yang menggurita secara sitemik.

Sistem oligarki pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 1970-an, yang dibangun oleh Soeharto. Untuk memimpin sistem oligarki yang dibentuknya, Soeharto berlagak layaknya seorang The God Father yang membagi-bagi kekayaan alam Indonesia kepada kelompok-kelompok tertentu, seperti kelompok para jenderal, penguasa etnis Tionghoa, dan kelompok feodalis primordialistik pribumi.

Dari itu semua, tentu jika kembali pada realitas kehidupan saat ini, secara mutu demokrasi di Indonesia telah lumpuh menuju matisuri. Jika mengingat serangkaian peristiwa, akan tampak keenganan pemerintah Indonesia untuk berkomitmen kuar, mengikuti aturan main dan menjalankan demokrasi. Demokrasi adalah sistem yang bertujuan menciptakan keseimbangan (check and balances) antara kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif, hingga kekusaan tidak terkonsentrasi pada eksekutif.

Oleh karena itu, pemerintahan demokratis selalu membutuhkan lembaga negara lain, juga kritik dari rakyat, untuk memberikan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Namun, paska kemenangan seorang Presiden Jokowi yang didukung mayoritas partai, justru tak ragu ia menarik lawan politiknya dengan dalih ‘gotong-royong’.

Sebetulnya oligarki sudah lama berjalan, bsia disebut sejak masa kolonial, hingga rezim Jokowi. Geger Reformasi 1998, sekedar membuat oligarkhi mati suri, lalu hidup kembali.

Apakah masih teringat pemberlakuan RUU Cipta Kerja yang belum lama ini diteken Presiden Joko Widodo, hingga aturan tentang Pilkada 2020 menyebarkan lagi aroma oligarki?

Sangitnya bau oligarki, tak hanya jadi pembicaraan di ruang-ruang diskusi formal, tapi juga di beraneka media sosial.

Sudah lebih dari 20 tahun reformasi di negeri ini, yang menghendaki dapat dijalankannya cita-cita proklamasi RI seperti tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, ternyata oligarki tidak musnah, dan makin eksis dibanding kemunculannya semenjak zaman kuda gigit besi. Meski sederhananya oligarki merupakan sistem kekusaan yang terpusat segelintir orang saja, namun kenyataan dan praktiknya, lebih rumit daripada wacana atau teorinya.

Terutama di Indonesia, kekusaan yang tersruktur antara kekuatan politik birokratis dan kekuatan ekonomi, telah melahirkan fusi koruptor berjemaah. Konseptualisasinya, oligarki menjadi sistem, yang mengatur kekuatan birokrasi, yang memegang kendali sumber daya ekonomi, bisa bergandengan tangan dengan kelompok yang punya kepentingan bisnis, untuk meraup keuntungan bersama.

Hanya beberapa bulan menjalankan pemerintahan, presiden Jokowi mulai mengecewakan para pendukungnya, yang berharap dia bisa meningkatkan kualitas demokrasi. Berkebalikan dengan janji kampanye tentang pemerintahan yang bersih dan profesional tanpa tukar guling, Jokowi memberikan posisi strategis kepada kepentingan oligarki, dan mengindikasikan keputusannya justru dilandasi oleh partai pendukungnya. Jokowi malah menjadi bagian dari sistem yang mengguritakan oligarki partai, terutama misalnya, ketika dia sebagai baopak, memberi restu kepada anaknya untuk jadi Walikota Solo.

Dalam pada itu, jika ditiilik lebih dalam, Jokowi berhasil naik karena penurunan marwah demokrasi, dan situasi politik yang stagnan membuat masyrakat merindukan sosok populis pro-demokrasi. Tapi justru di tangan Jokowi pula, demokrasi mengalami penurunan.

Bagaian yang memang harus ditelisik dengan jeli meskipun unik dalam demokrasi Indonesia saat ini, yakni adanya jabat-erat tangan antara oligarki, kartel politik, dan klientisme, karena bagian sisi mendalamnya, adalah ternyata melalui sokongan kartel politik, maka oligarki politik pun melakukan revisi atas Undang-Undang No. 19 tahun 2019 tentang KPK; Revisi Undang-Undang No. 4 tahun 2009 tentang Minerba menjadi Undang-Undang No 3 tahun 2020 tentang Minerba; dan pengajuan RUU Omnibus Law Oktober 2019 menjadi Undang-Undang 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Dan uniknya, dalam perubahan dan pembentukan Undang-undang tersebut, rakyat banyak tidak dilibatkan. Parahnya, ketika masyarakat sipil memprotes dan menggugat produk Undang-Undang tersebut, lembaga yudikatif yang diwaliki MK dan MA yang disokong oligarki, malah menolak protes dari masyarakat.

Saya jadi teringat perkataan Noam Chomsky ketika ditanya soal linguistik dan politik, dan memberikan jawaban yang cukup menggelitik dalam mengomentari fenomena seperti ini, dan jawabannya itu seperti ini: ‘Linguistic is difficult, politic is easy. The rich screw the poor (Linguistik itu susah, politik itu mudah: orangkaya mengeksploitasi orang miskin).

Maka demokrasi kita juga mengalami kemunduruan, terutama karena adanya praktek klientisme di akar rumput. Klientisme secara jelasnya didefiniskan sebagai praktik distribusi secara selektif kepada individu-individu atau kelompok tertentu, sebagai imbalan atas dukungan politik. Lebih jauh lagi, bisa didefinisikan klientisme sebagai aktifitas polotisi yang menukarkan produk dengan suara pemilih pada saat pemilu.

Secara praktik, klientisme mirip dengan pork barrel atau politik gentong babi, yang merupakan politik distribusi para elit politik dalam menyalurkan sumber daya material, seperti anggaran dalam bentuk hibah dan lain-lain, kepada daerah yang memilihnya, atau daerah tertentu.

Sihir

Dalam politik ini, masyarakat seolah tersihir persepsi bahwa kalangan elit yang mendistribusikan sumber daya material tersebut, berhasil mengeluarkan kebijakan tertentu, yang dimaknai secara gamblang, di politikus telah dapat memuaskan pemilih.

Secara istilah, demokrasi oligarki merujuk pada suatu tatanan di mana pertarungan politik didominasi oleh koalisi kepentingan yang predatoris, serta mendorong peminggiran kekuatan masyrakat sipil. Gagalnya konsolidasi demokrasi pasca runtuhnya rezim otoritarianisme Soeharto, membawa impilkasi negatif bagi iklim demokrasi di era reformasi. Kebanyakan masyarakat dalam menyikapi eforia reformasi, adalah membuat mereka lupa bahwa runtuhnya Orde Baru, tidak disertai melenyapnya kekuatan oligarki yang dibesarkan oleh rezim Soeharto.

Mungkin kita semua pernah mendengar bagaimana Jokowi mengatakan, demokrasi kita telah kebablasan. Justru kembali ke pernyataan Jokowi itu sendiri beserta kroni-kroninya, dalam artian bagi gerakan sosial, mandegnya agenda demokratisasi, selain karena cengkeraman oligarki yang terus bertahan, juga menandakan betapa lemahnya konsolidasi kekuatan civil society. Adalah naif belaka untuk mengharapkan Jokowi mau membonsai kekuatan oligarki.

Dialektika hubungan kekuasaan seperti inilah yang mesti kita sadari dan jabarkan dalam lapangan politik yang konkret, dan terukur capaiannya. Dengan demikian, kita serta generasi ke depannya, bisa mengetahui sistem ataupun alur betapa bahayanya demokrasi Oligarki.

Daftar pustaka:

Dua orang peneliti Robinsaon & Hafidz di tahun 2004 melakukan studi yang menggaris bawahi bahwa elit predatorial (elit pemangsa rakyat) lama yang berbasis partai-partai politik menguasai panggung politik, mereka melakukan reorganisasi kekuasaan mengikuti logika politik kartel.

Firman Noo Kepala Puslit Politik LIPI Mahfud MD (Rol(8/2/2014)

Winters, Jeffry A. 2011 Oligarki, Jakarta: Gramedia

https://news.detik.com/berita/d-4758805/jokowi-di-indonesia-tak-ada-oposisi-demokrasi-kita-gotong-royong,diakses14desember2020

Vedi R, Hadiz dan Richard Robinson dalam Reorganising Power in Indonesia: The Politics Oligarchy in an Age of Markets, Yuki Fukuoka dan Luky Djani Asia Research Revisiting the rise of jokowi:The Triumph of Reformasi or An Oligarchic Adaptation Of Postclientelist Intiatives?2016

Marcus Mietzner seorang peneliti dari Australia Majalah kiliksaja.com dapat diakses https://majalah.kliksaja.co/2021/07/Yuki Fukuoka , “ Oligarchy and Democracy in Post-Soeharto” Political Studies Review II,no. I, 2013: 52-64 Prisma Vol. 33 No.1 Tahun 2014 Robinson, Richard and Vedi R Hadiz

Tags: DemokrasiOligarkhiPolybius
Previous Post

Bertepatan Dengan Idul Adha 1443 H, Car Free Day (CFD) Ditiadakan

Next Post

Dibuka Menguat, IHSG Optimis Menghijau di Akhir Pekan

Redaksi PortalNusa

Redaksi PortalNusa

Jendela Informasi Nusantara

Related Posts

ASIC Desak Audit dan Pembentukan Ulang TACB Kota Cirebon: Soroti Legalitas SK Kedaluwarsa

ASIC Desak Audit dan Pembentukan Ulang TACB Kota Cirebon: Soroti Legalitas SK Kedaluwarsa

by Redaksi PortalNusa
26 April 2026
0
9

Portalnusa.id – Polemik mengenai pengelolaan dan perlindungan cagar budaya di Kota Cirebon kini memasuki babak baru. Aliansi Abdi Seni Indonesia...

Bambang Mujiarto Dorong Kurikulum Pertanian Masuk Sekolah Demi Cetak Petani Milenial

Bambang Mujiarto Dorong Kurikulum Pertanian Masuk Sekolah Demi Cetak Petani Milenial

by Redaksi PortalNusa
25 April 2026
0
1

Portalnusa.id – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto, menyoroti urgensi regenerasi di sektor pertanian Indonesia. Berdasarkan data...

Polemik Pembongkaran Rel KA Belanda, Wali Kota Diminta Hadir di RDP

Polemik Pembongkaran Rel KA Belanda, Wali Kota Diminta Hadir di RDP

by Redaksi PortalNusa
20 April 2026
0
4

Portalnusa.id – Polemik pembongkaran eks jembatan rel kereta di kawasan Kalibaru, Jalan Sisingamangaraja, Kota Cirebon, kian memanas. Perdebatan antara pihak...

Next Post
Dibuka Menguat, IHSG Optimis Menghijau di Akhir Pekan

Dibuka Menguat, IHSG Optimis Menghijau di Akhir Pekan

Menuju Semifinal Piala AFF U-19, Timnas Indonesia Wajib Menang Lawan Filipina dan Myanmar

Menuju Semifinal Piala AFF U-19, Timnas Indonesia Wajib Menang Lawan Filipina dan Myanmar

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Meninggal Dunia

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Meninggal Dunia

Buah Nalar Tumbuh Dari Akar Kontradiktif

Buah Nalar Tumbuh Dari Akar Kontradiktif

Discussion about this post

Advertorial

https://youtu.be/jk4SPl9IYFs

Trending

  • ASIC Desak Audit dan Pembentukan Ulang TACB Kota Cirebon: Soroti Legalitas SK Kedaluwarsa

    ASIC Desak Audit dan Pembentukan Ulang TACB Kota Cirebon: Soroti Legalitas SK Kedaluwarsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyoal Dampak Disrupsi Global Terhadap Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi LKS dan Sosialisasi Program Abiyoso di Cimahi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pilkada Selesai, Bawaslu-KPU Koordinasi Persiapan PDPB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Farida Resmikan Mushola di Polsek Losari, Terharu Namanya Diabadikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

ASIC Desak Audit dan Pembentukan Ulang TACB Kota Cirebon: Soroti Legalitas SK Kedaluwarsa

ASIC Desak Audit dan Pembentukan Ulang TACB Kota Cirebon: Soroti Legalitas SK Kedaluwarsa

26 April 2026
9
Menyoal Dampak Disrupsi Global Terhadap Indonesia

Menyoal Dampak Disrupsi Global Terhadap Indonesia

26 April 2026
7
Bambang Mujiarto Dorong Kurikulum Pertanian Masuk Sekolah Demi Cetak Petani Milenial

Bambang Mujiarto Dorong Kurikulum Pertanian Masuk Sekolah Demi Cetak Petani Milenial

25 April 2026
1
Jaga Stabilitas Pangan, Bulog Cirebon Serap 159 Ribu Ton Gabah Petani

Jaga Stabilitas Pangan, Bulog Cirebon Serap 159 Ribu Ton Gabah Petani

24 April 2026
3

RSS PortalNusa Youtube

  • Warga pengguna jalan, mengeluhkan rusaknya jalan di Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, Jabar. 5 July 2025
  • Warga Desa Cikarang, Kec. Cidolog, Sukabumi, meminta jalan diperbaiki agar mendongak perekonomian. 6 May 2025
  • Komplain Oppo F11 23 April 2025
  • Penampakan angin puting beliung di Desa Bugis Kab. Indramayu, Minggu 16/03/25 sore. 17 March 2025
  • Puluhan Rumah di Desa Bugis, Kab. Indramayu hancur diterjang angin puting beliung, sore 16/03/25 17 March 2025
  • Viral lagu "Bayar Bayar Bayar", Band Punk Sukatani cabut lagu dan minta maaf pada Polri. 21 February 2025
  • Bahlil Buat Gaduh Penjualan Gas Subsidi, Seekor Ular Okupasi Gudang Agen Gas LPG di Kab. Mamuju 4 February 2025
  • Dosen ASN Gaduh karena Disebut Bukan Pegawai 4 February 2025
  • Kondisi Warga Kp. Sidang Hayu, Desa Curugluhur, Kec. Sagaranten, Sukabumi pasca banjir bandang 4/12 9 December 2024
  • Aspirasi Masyarakat terdampak banjir Sukabumi 04/12, 9 December 2024
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Personalia
  • Kontak Kami
  • Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Senandika
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
    • Seni
    • Wisata
    • Kuliner
    • Hiburan
  • Sastra
    • Puisi
    • Prosa
    • Esai
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Politik
  • Opini
  • Perbincangan

© 2022 - PortalNusa - PT. Pers Kita Bersama

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?